Berita  

JMA Minta Maaf Usai Peringatan Dini Gempa 9,9 Magnitudo di Jepang Keliru

JMA Minta Maaf Usai Peringatan Dini Gempa 9,9 Magnitudo di Jepang Keliru
JMA Minta Maaf Usai Peringatan Dini Gempa 9,9 Magnitudo di Jepang Keliru

Sorothari – 22 Oktober 2026 | Jepang digegerkan oleh peringatan dini gempa bumi berkekuatan 9,9 magnitudo yang ternyata keliru pada Jumat, 16 Oktober 2026. Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengirimkan alarm darurat ke jutaan ponsel warga sebelum akhirnya mencabut peringatan tersebut beberapa menit kemudian. Insiden yang dikenal sebagai japan 9.9 earthquake ini sempat memicu kepanikan singkat dan mengganggu layanan transportasi publik di sejumlah wilayah.

Peringatan tersebut dikeluarkan sekitar pukul 12.40 waktu setempat untuk wilayah luas yang membentang dari Jepang utara hingga tengah. Sistem mendeteksi adanya gempa besar di dekat Kepulauan Kuril, yang di Jepang dikenal sebagai Kepulauan Chishima. Alarm berbunyi keras di ponsel warga, dan stasiun televisi serta radio menyiarkan peringatan akan adanya guncangan kuat. Namun, delapan menit kemudian, JMA mengeluarkan pemberitahuan lanjutan yang membatalkan peringatan tersebut.

Baca juga:
Peringatan Dini BMKG: Waspada Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah dan Suhu Terik di Jawa

Setelah dilakukan klarifikasi, gempa yang sebenarnya terjadi berkekuatan 6,9 magnitudo dan berpusat di dekat Semenanjung Kamchatka, Rusia, pada kedalaman sekitar 160 kilometer. Gempa itu terjadi sekitar pukul 12.38 waktu setempat. JMA menjelaskan bahwa kesalahan terjadi karena sistem komputer salah menentukan titik pusat gempa, sehingga magnitudo diperkirakan jauh lebih besar dari yang seharusnya. Estimasi magnitudo 9,9 itu didasarkan pada asumsi yang salah bahwa episentrum berada sekitar 680 kilometer lebih jauh dari Jepang daripada lokasi sebenarnya.

Pejabat JMA, Shinya Tsukada, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat. “Kami sangat menyesal atas ketidaknyamanan dan kekhawatiran yang besar yang timbul di masyarakat,” ujarnya kepada wartawan di Tokyo. Meskipun demikian, peringatan keliru tersebut tidak memicu kepanikan massal. Namun, layanan transportasi publik sempat terganggu, termasuk 14 trem di Sapporo, Hokkaido, yang berhenti beroperasi selama beberapa menit hingga dinyatakan aman untuk melanjutkan perjalanan.

Baca juga:
JMA Minta Maaf Usai Peringatan Gempa 9,9 Magnitudo Keliru Guncang Jepang

Peringatan dini tersebut sempat memprediksi guncangan hingga level 7, tingkat tertinggi pada skala intensitas seismik Jepang. Namun, guncangan terkuat yang tercatat hanya mencapai intensitas 1 di Kota Hakodate, Prefektur Hokkaido. JMA menegaskan bahwa sistem peringatan dini gempa bumi mereka mendeteksi getaran awal dan secara otomatis memperkirakan pusat gempa, magnitudo, serta intensitas seismik berdasarkan data gelombang yang diamati oleh seismograf di dekat episentrum. Peringatan akan dikeluarkan jika sistem memprediksi guncangan kuat dengan intensitas 5 bawah atau lebih.

Insiden japan 9.9 earthquake ini menjadi sorotan karena Jepang merupakan negara yang sangat sensitif terhadap peringatan gempa besar, terutama setelah bencana gempa bumi dan tsunami dahsyat pada Maret 2011. Saat itu, gempa berkekuatan 9,0 magnitudo memicu tsunami besar yang menyebabkan kerusakan luas dan korban jiwa. Kejadian kali ini menunjukkan pentingnya akurasi sistem peringatan dini, meskipun teknologi tersebut telah terbukti menyelamatkan banyak nyawa.

Baca juga:
Cuaca Akhir Pekan Lebih Dingin dan Berangin, Peringatan Angin Kencang di Beberapa Wilayah

Hingga saat ini, JMA masih menyelidiki penyebab pasti anomali dalam perhitungan episentrum tersebut. Badan tersebut berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah terulangnya kesalahan serupa di masa depan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *