Sorothari – 22 Oktober 2026 | Duel Persebaya vs PSS Sleman pada pekan kelima BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (18/10/2026), berakhir tanpa pemenang dengan skor 2-2. Hasil ini membuat Persebaya gagal memanfaatkan peluang emas untuk meraih tiga poin di hadapan pendukung sendiri, sementara PSS Sleman pulang membawa satu poin berharga dalam upaya menjauh dari zona degradasi.
Persebaya sebenarnya tampil agresif dan menciptakan banyak peluang. Sepanjang pertandingan, tim berjuluk Green Force itu melepaskan 23 tembakan, namun hanya dua yang berbuah gol, keduanya melalui aksi Miguel Pereira. Gol penyama kedudukan Persebaya baru tercipta pada menit 90+2, tepat ketika pertandingan hampir berakhir. Kekecewaan pun tak terhindarkan bagi pelatih Bernardo Tavares.
Baca juga:“Kami sudah berusaha maksimal dan menciptakan banyak peluang, tetapi hasil akhirnya belum sesuai dengan harapan,” ucap Tavares dalam konferensi pers seusai pertandingan. Meski demikian, pelatih asal Portugal itu tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang tidak menyerah hingga menit terakhir.
Di sisi lain, PSS Sleman dua kali unggul melalui gol Melvyn Lorenzen pada menit ke-9 dan Hiromu Tanaka pada menit ke-61. Namun, keunggulan tersebut gagal dipertahankan setelah Miguel Pereira mencetak gol keduanya melalui sundulan pada menit 90+1. Pelatih PSS, Pieter Huistra, mengaku kurang puas dengan hasil satu poin, tetapi tetap melihatnya sebagai hasil yang positif secara keseluruhan.
“Pertandingan menarik yang berjalan dengan intensitas tinggi. Kami sedikit kurang senang dengan hasil satu poin ini. Namun jika dilihat secara keseluruhan, saya pikir ini adalah hasil yang bagus,” kata Huistra seusai pertandingan. Pelatih asal Belanda itu juga menilai timnya memulai laga dengan baik dan mampu mencetak gol indah melalui tendangan bebas Lorenzen.
Kekecewaan juga dirasakan penyerang PSS, Melvyn Lorenzen. Menurutnya, hasil imbang ini terasa seperti kekalahan karena timnya sudah unggul 2-1 hingga menit-menit akhir. “Ini adalah pengalaman yang pahit-manis. Sebelum pertandingan, Anda mungkin akan menerima hasil satu poin dan merasa senang dengan hal itu. Namun, dengan jalannya pertandingan tadi, di mana kami unggul 2-1 sampai menit-menit terakhir, rasanya seperti sebuah kekalahan,” ujar Lorenzen.
Baca juga:Meski begitu, Lorenzen tetap bangga dengan penampilan timnya. Ia tampil impresif dan berhasil mencetak gol ke gawang Ernando Ari, serta beberapa kali merepotkan pertahanan Persebaya. Performa tersebut menjadi sinyal positif setelah ia memanfaatkan jeda internasional FIFA Matchday untuk meningkatkan ketajaman dan kualitas permainannya.
Lorenzen juga mengakui bahwa Persebaya memberikan perlawanan sengit sejak awal pertandingan. Intensitas tinggi yang diperlihatkan tuan rumah membuat PSS membutuhkan waktu untuk menemukan ritme permainan. Namun, secara keseluruhan, ia menilai timnya mampu memberikan perlawanan yang seimbang.
Bagi Persebaya, hasil ini menjadi pukulan tersendiri karena mereka mendominasi pertandingan. Green Force tercatat melepaskan 23 tembakan, tetapi penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat mereka harus puas berbagi angka. Tavares pun menyoroti hal tersebut sebagai pekerjaan rumah bagi timnya ke depan.
Sementara itu, PSS Sleman memilih tidak pulang ke Sleman setelah melawan Persebaya. Keputusan itu diambil untuk menjaga kebugaran pemain dan memaksimalkan persiapan sebelum melawat ke Kediri menghadapi Persik Kediri pada pekan keenam, Kamis (22/10/2026) pukul 15.30 WIB di Stadion Brawijaya. Huistra menjelaskan bahwa perjalanan ke Yogyakarta memakan waktu lima sampai enam jam, dan setelah satu hari harus pergi ke Kediri yang memakan waktu empat jam lagi.
Baca juga:“Ya, karena kami memiliki opsi untuk kembali ke Yogya, itu perjalanan lima sampai enam jam. Kemudian, setelah satu hari kami harus pergi ke Kediri, itu perjalanan empat jam lagi,” kata Huistra. Ia memastikan kondisi anak asuhnya dalam keadaan baik dan siap untuk pertandingan melawan Kediri. Huistra juga menyatakan tidak ada alasan untuk mengubah komposisi pemain, sehingga kemungkinan besar ia akan membawa 23 pemain yang sama ke Kediri.
Dengan hasil ini, PSS Sleman masih berjuang menjauh dari zona degradasi. Satu poin dari markas Persebaya menjadi modal berharga untuk menghadapi laga berat berikutnya. Sementara Persebaya harus segera bangkit dan memperbaiki efektivitas serangan jika ingin bersaing di papan atas BRI Super League 2026/2027.












