PSPS Pekanbaru di Puncak Klasemen, tetapi Denda Rp20 Juta Jadi Sorotan

PSPS Pekanbaru di Puncak Klasemen, tetapi Denda Rp20 Juta Jadi Sorotan
PSPS Pekanbaru di Puncak Klasemen, tetapi Denda Rp20 Juta Jadi Sorotan

Sorothari – 27 Oktober 2026 | PSPS Pekanbaru tengah menikmati performa impresif di Pegadaian Championship 2026/27 dengan menyapu bersih enam kemenangan beruntun dan kokoh di puncak klasemen Grup A. Namun, di tengah rentetan hasil positif itu, klub berjuluk Askar Bertuah ini justru harus menghadapi persoalan disiplin setelah Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan denda Rp20 juta. Manajemen pun resmi melayangkan surat keberatan ke PSSI karena menilai sanksi tersebut tidak tepat dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Denda tersebut berkaitan dengan laporan pertandingan antara PSPS Pekanbaru dan Persiku Kudus yang digelar pada 26 Oktober 2026. Dalam laporan resmi panitia pelaksana, klub tuan rumah dituduh gagal menjaga ketertiban dan keamanan karena ada pihak luar yang memasuki area Field of Play (FOP) serta ruang ganti tim tamu tanpa mengenakan kartu pengenal atau ID card. Atas dasar laporan itu, Komdis PSSI menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp20 juta kepada PSPS Pekanbaru.

Baca juga:
Barca vs PSG Memanas: Pesan Terfiltir Picu Dendam Jelang Laga Liga Champions

Manajemen PSPS Pekanbaru tidak menerima begitu saja keputusan tersebut. Humas dan Media Officer PSPS Pekanbaru, M Teza Taufik, membenarkan bahwa klubnya menerima sanksi denda. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya memiliki bukti yang dapat membantah laporan yang menjadi dasar penjatuhan sanksi. “Betul kita kena denda. Namun, kita punya bukti sanksi ini tidak tepat. Dan kita sudah bersurat kepada PSSI terkait hal ini,” ujar Teza, Senin (26/10/2026).

Menurut penelusuran internal manajemen, sosok yang dilaporkan berada di area terlarang tanpa ID card itu ternyata adalah Direktur Teknik Persiku Kudus, Kahudi Wahyu. Berdasarkan analisis dokumen foto yang dijadikan barang bukti, Kahudi Wahyu berada di area tersebut sekitar pukul 18.05 WIB. Pada waktu itu, rombongan ofisial dan pemain Persiku Kudus telah menyelesaikan pertandingan dan bersiap meninggalkan stadion menuju hotel tempat menginap.

“Jadi otomatis ID card sudah tidak dipakai lagi. Terlihat di foto juga pemain dan ofisial Persiku lainnya sudah tidak memakai ID card karena memang pertandingan sudah selesai,” jelas Teza. Manajemen PSPS Pekanbaru juga menegaskan bahwa pejabat klub lawan tersebut sebenarnya telah memiliki dan mengenakan kartu identitas resmi sejak awal rangkaian pertandingan dimulai. Oleh karena itu, tuduhan dalam laporan pengawas pertandingan yang menyatakan ada individu tanpa atribut pengenal dinilai sangat merugikan nama baik klub.

Melalui surat permohonan resmi yang dikirim ke PSSI, manajemen PSPS Pekanbaru tidak hanya meminta pembatalan denda finansial. Mereka juga mendesak PSSI agar mengevaluasi kinerja match commissioner atau pengawas pertandingan yang bertugas. Keputusan akhir atas keberatan ini kini sepenuhnya berada di tangan PSSI melalui mekanisme organisasi yang berlaku.

Baca juga:
Universidad Católica Tundukkan O’Higgins 3-2, Rebut Posisi Kedua Klasemen Liga Chile

Performa di Lapangan Tetap Moncer

Di sisi lain, prestasi PSPS Pekanbaru di atas lapangan tidak bisa dipandang sebelah mata. Enam kemenangan beruntun membuat mereka mengoleksi 18 poin dari tujuh pertandingan, unggul empat poin atas PSMS Medan yang menempati posisi kedua klasemen sementara Grup A. Rentetan hasil positif ini menjadikan PSPS sebagai salah satu kandidat kuat untuk promosi ke BRI Super League musim depan.

Pelatih PSPS Pekanbaru, Akhyar Ilyas, memilih untuk tidak terlalu jauh membicarakan target promosi. Menurut dia, perjalanan kompetisi masih panjang sehingga setiap pertandingan harus tetap dijalani dengan keseriusan. Meski memiliki modal bagus untuk bersaing memperebutkan tiket promosi, Akhyar tidak ingin para pemainnya terlena dengan pencapaian sementara.

Salah satu faktor penting di balik performa positif PSPS Pekanbaru adalah ketajaman penyerang Antonio Gamaroni. Penyerang berusia 26 tahun tersebut telah mengoleksi tujuh gol dari tujuh pertandingan yang dijalaninya bersama Askar Bertuah musim ini. Catatan itu membuat Gamaroni ikut bersaing dalam perebutan gelar pencetak gol terbanyak. Dua gol terakhirnya tercipta ketika PSPS Pekanbaru menghadapi Persikad Depok, yang membantu tim meraih kemenangan sekaligus menjaga posisi di papan atas klasemen.

Bagi Gamaroni, torehan tujuh gol dalam tujuh pertandingan menjadi pencapaian yang cukup menjanjikan. Ketajamannya di lini depan menjadi salah satu kunci keberhasilan PSPS Pekanbaru menjaga konsistensi di kompetisi yang diikuti sejumlah klub besar tersebut.

Baca juga:
Corinthians vs Vitória Berakhir Imbang, Timão Hadapi Sidang STJD

Dua Agenda yang Harus Dihadapi

Dengan performa apik di lapangan dan upaya hukum yang sedang berjalan, PSPS Pekanbaru kini dihadapkan pada dua agenda penting. Di atas lapangan, mereka harus menjaga momentum kemenangan agar tetap kokoh di puncak klasemen Grup A dan mewujudkan ambisi promosi ke BRI Super League. Di luar lapangan, manajemen mesti menuntaskan proses keberatan kepada PSSI terkait denda Rp20 juta yang dinilai tidak adil.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari PSSI mengenai tindak lanjut surat keberatan yang dilayangkan PSPS Pekanbaru. Keputusan atas permohonan pembatalan sanksi tersebut masih ditunggu, termasuk soal permintaan evaluasi terhadap kinerja match commissioner yang bertugas. Publik sepak bola Indonesia pun menantikan bagaimana PSSI merespons keberatan tersebut, sekaligus apakah performa PSPS Pekanbaru di lapangan tetap konsisten setelah terbitnya sanksi denda ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *