Sorothari – 30 Oktober 2026 | Seorang remaja berinisial ARK (16) tewas dibacok dengan celurit di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, usai menonton pertandingan antara Garudayaksa FC dan Persib Bandung di Stadion Pakansari, Minggu (25/10/2026). Polisi telah menangkap pelaku berinisial MR (29), warga Kecamatan Sukaraja, dan menetapkannya sebagai tersangka. Kapolres Bogor AKBP Arfan Zulkan Sipayung menyampaikan pengungkapan kasus ini dalam konferensi pers di Aula Sanika Satyawada, Polres Bogor, Kamis (29/10/2026).
Peristiwa bermula ketika korban bersama sejumlah temannya menonton laga Garudayaksa FC versus Persib Bandung melalui layar videotron di area luar Stadion Pakansari. Sekitar pukul 22.00 WIB, setelah pertandingan selesai, korban dan teman-temannya memutuskan pulang. Dalam perjalanan, mereka melihat rombongan pengendara sepeda motor yang sedang berkonvoi dan kemudian ikut bergabung dengan rombongan tersebut. Menurut keterangan saksi, korban yang berboncengan motor bersama temannya lantas berpindah ke motor lain di bagian depan rombongan. Salah seorang teman korban memilih melanjutkan perjalanan pulang.
Baca juga:Tak lama kemudian, saksi memutar balik dan kembali bersama temannya untuk mencari keberadaan korban. Keduanya lalu melanjutkan perjalanan pulang. Namun, di tengah perjalanan, mereka melihat kerumunan warga di sekitar lokasi kejadian di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja. Salah satu saksi turun untuk memeriksa dan mendapati korban sudah tergeletak dengan luka-luka. Saksi pun menghubungi polisi. Petugas yang sudah berada di lokasi mengevakuasi korban ke RSUD Cibinong, namun pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia.
Berdasarkan keterangan tersangka, polisi mengungkap bahwa MR sering terlibat tawuran atau mencari lawan di wilayah Jembatan Hitam sekitar Jalan Raya Jakarta-Bogor pada malam hari. “Modus operandi berdasarkan keterangan tersangka, tersangka sering melakukan tawuran atau mencari lawan di wilayah jembatan hitam sekitar Jalan Raya Jakarta Bogor pada malam itu,” kata AKBP Arfan Zulkan Sipayung. Tersangka diduga menyerang korban setelah melihat iring-iringan sepeda motor di jalan raya. Hingga saat ini, polisi masih mendalami peran tersangka dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam insiden tersebut.
Kasus ini menambah catatan kelam dalam dunia sepak bola Indonesia, khususnya terkait keselamatan suporter. Stadion Pakansari yang menjadi markas Garudayaksa FC sebenarnya telah menjadi saksi berbagai even olahraga, termasuk Invitasi Olahraga Tradisional (Ortrad) antarpelajar SD tingkat Jawa Barat 2026 yang digelar di kawasan Gelora Pakansari. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Barat, Hery Antasari, bahkan memuji kesiapan fasilitas dan pelayanan Pemkab Bogor dalam ajang tersebut. “Bangga dan puas melihat pelayanan serta kesiapan Pemkab Bogor dalam menggelar Invitasi Ortrad ini. Venue-nya juga keren,” ujar Hery.
Baca juga:Di sisi lain, Stadion Pakansari juga menjadi lokasi pertandingan lanjutan BRI Super League 2026/27 antara Garudayaksa FC dan PSS Sleman pada Minggu (1/11) pukul 19.00 WIB. Pelatih Kepala Garudayaksa FC, Milos Joksic, optimistis timnya mampu meraih poin penuh. “Sekarang, persiapan kita menghadapi PSS. Kemarin saya sudah melihat permainan mereka. Opini saya, kita mampu menghadapi mereka dengan baik. Saya yakin itu,” ujar Joksic. Laga ini diprediksi sengit karena kedua tim sama-sama berusaha keluar dari zona papan bawah.
Sementara itu, dalam pertandingan sebelumnya di Stadion Pakansari, Persib Bandung berhasil mengalahkan Garudayaksa FC dengan skor 2-1. Adam Alis menjadi pahlawan kemenangan tersebut. Gelandang berusia 32 tahun itu mengaku bersyukur atas tiga poin yang diraih. “Ya, tentang cetak gol itu tidaklah penting. Yang penting kita satu tim, siapa pun yang cetak gol, semua demi tim. Alhamdulillah kita diberi kemenangan. Kemenangan ini buat suporter yang datang ke stadion, terbaik pokoknya,” ujar Adam Alis. Ia juga memuji dukungan Bobotoh yang memadati tribune meski tim berstatus sebagai tamu.
Hingga kini, penyelidikan kasus pembacokan yang menewaskan ARK masih berlanjut. Polisi mengimbau masyarakat, terutama suporter, untuk tetap waspada dan menghindari konvoi yang berpotensi memicu bentrokan. Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban, terutama di sekitar venue olahraga seperti Stadion Pakansari, agar tragedi serupa tidak terulang.
Baca juga:











