PSPS Pekanbaru Waspadai Adhyaksa FC, Evaluasi Jadi Kunci Jaga Tren Positif

PSPS Pekanbaru Waspadai Adhyaksa FC, Evaluasi Jadi Kunci Jaga Tren Positif
PSPS Pekanbaru Waspadai Adhyaksa FC, Evaluasi Jadi Kunci Jaga Tren Positif

Sorothari – 30 Oktober 2026 | PSPS Pekanbaru membawa modal enam kemenangan beruntun saat bertandang ke markas Adhyaksa FC Bekasi pada pekan kedelapan Pegadaian Championship 2026/27, Sabtu (31/10/2026). Laga di Stadion Patriot Candrabhaga itu menjadi ujian berikutnya bagi tim berjuluk Askar Bertuah untuk mempertahankan posisi puncak klasemen Grup A sekaligus memperpanjang tren positif. Meski demikian, PSPS Pekanbaru menegaskan tidak ingin terlena dengan capaian tersebut.

Pelatih PSPS Pekanbaru, Akhyar Ilyas, menilai evaluasi menjadi bagian penting dalam perjalanan tim. Melalui proses itu, staf pelatih dan pemain dapat mengetahui kekurangan yang masih perlu diperbaiki sebelum menghadapi pertandingan berikutnya. Menurutnya, kemenangan bukan alasan untuk berhenti berbenah, begitu pula ketika tim mendapatkan hasil kurang memuaskan.

Baca juga:
Futsal Indonesia Vs Cape Verde Berakhir Pahit, Jadi Bahan Evaluasi Menuju 10 Besar Dunia

“Sekarang tugas kami bagaimana menjaga konsistensi ini, bagaimana kami mengevaluasi setiap pertandingan mau kalah ataupun menang,” kata Akhyar Ilyas.

Dari tujuh pertandingan yang telah dijalani, PSPS Pekanbaru mengoleksi 18 poin berkat enam kemenangan dan satu kekalahan. Adapun Adhyaksa FC Bekasi baru mengumpulkan enam poin dan berada di peringkat kedelapan klasemen sementara, unggul tujuh poin dari Persiku Kudus yang berada di dasar klasemen Grup A.

Perjalanan PSPS Pekanbaru pada awal musim tidak sepenuhnya mulus. Askar Bertuah mengawali kompetisi dengan kekalahan 1-2 dari PSIS Semarang. Namun, tim asal Kota Pekanbaru itu mampu bangkit pada pertandingan berikutnya dengan menaklukkan Persiraja 2-1. Tren positif berlanjut saat menghadapi Sumsel United FC dengan kemenangan 2-1, Semen Padang 1-0, dan PSMS 2-1. PSPS kemudian tampil meyakinkan dengan mengalahkan Persiku 4-1, sebelum menutup rangkaian pertandingan terakhir dengan kemenangan 3-2 atas Persikad Depok.

Di sisi lain, Adhyaksa FC Bekasi masih berupaya memperbaiki performanya. Dari tujuh laga, mereka mencatatkan satu kemenangan, tiga hasil imbang, dan tiga kekalahan. Adhyaksa mengawali musim dengan hasil imbang 1-1 melawan Persiku. Setelah itu, mereka kalah 1-2 dari Persikad Depok, takluk 0-1 dari PSMS, serta menyerah 0-1 saat menghadapi PSIS. Kemenangan perdana baru diraih ketika Adhyaksa membantai PSGC dengan skor 4-0. Namun, hasil tersebut belum diikuti kemenangan berikutnya. Mereka bermain imbang tanpa gol melawan Persiraja dan berbagi poin setelah bermain 1-1 dengan Sumsel United FC.

Baca juga:
PSPS Pekanbaru di Puncak Klasemen, tetapi Denda Rp20 Juta Jadi Sorotan

Dengan modal kemenangan enam laga beruntun, Akhyar Ilyas berharap Andik Rendika Rama dan kolega bisa konsisten memenangkan pertandingan agar impian promosi ke BRI Super League musim depan bisa tercapai. Ia menegaskan bahwa menjaga konsistensi menjadi pekerjaan yang tidak kalah penting dibandingkan meraih kemenangan itu sendiri.

Di tengah fokus menghadapi Adhyaksa FC, manajemen PSPS Pekanbaru juga tengah mengajukan keberatan resmi kepada PSSI atas sanksi denda Rp20 juta yang dijatuhkan Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Klub menilai keputusan tersebut perlu ditinjau kembali karena bukti yang menjadi dasar sanksi dianggap tidak menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.

Keberatan PSPS berkaitan dengan laporan pertandingan melawan Persiku Kudus pada 26 Oktober 2026. Dalam laporan panitia pelaksana, PSPS disebut tidak mampu menjaga keamanan pertandingan setelah terdapat pihak luar yang masuk ke area Field of Play (FOP) dan ruang ganti tim tamu tanpa mengenakan kartu identitas atau ID card. Manajemen PSPS tidak membantah bahwa sanksi denda telah dijatuhkan. Namun, klub menyatakan memiliki bukti yang dinilai dapat menunjukkan bahwa laporan tersebut perlu dikaji kembali. Surat keberatan pun telah dikirimkan kepada PSSI.

Humas dan Media Officer PSPS Pekanbaru, M Teza Taufik, membenarkan langkah tersebut pada Selasa, 27 Oktober 2026. Ia mengatakan, manajemen menilai ada hal yang perlu diluruskan dalam laporan pertandingan yang menjadi dasar keputusan Komdis PSSI.

Baca juga:
Pacers vs Mavericks Memanas: Flagg Cedera, Komentator Buckner Jadi Sorotan

“Iya, betul kita kena denda. Namun, kita punya bukti bahwa sanksi ini tidak tepat. Kita sudah bersurat kepada PSSI terkait hal ini,” kata M Teza Taufik, Selasa (27/10/2026).

Menurut penelusuran internal klub, orang yang terlihat berada di area terlarang tanpa kartu identitas dalam laporan tersebut diketahui merupakan Direktur Teknik Persiku Kudus, Kahudi Wahyu. PSPS menilai identitas orang yang bersangkutan, waktu kejadian, dan situasi pertandingan ketika foto diambil perlu menjadi bagian dari pertimbangan dalam mengevaluasi sanksi. Salah satu hal yang dipersoalkan PSPS adalah waktu pengambilan foto yang digunakan sebagai bukti. Berdasarkan analisis manajemen, Kahudi Wahyu terlihat berada di lokasi sekitar pukul 18.05 WIB. Pada waktu tersebut, pertandingan disebut telah selesai dan rombongan pemain serta ofisial Persiku Kudus sedang bersiap meninggalkan stadion untuk kembali ke hotel.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari PSSI mengenai tindak lanjut keberatan yang diajukan PSPS Pekanbaru. Sementara itu, tim asuhan Akhyar Ilyas terus mematangkan persiapan menjelang laga melawan Adhyaksa FC Bekasi. Pertandingan tersebut akan menjadi pembuktian apakah PSPS Pekanbaru mampu menjaga konsistensi dan melanjutkan tren positif di Pegadaian Championship 2026/27.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *