Sorothari – 12 Oktober 2026 | Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi NasDem, Tonny Tesar, menjadi sorotan setelah mendampingi terpidana kasus pembunuhan berencana, Ferdy Sambo, dalam kunjungan ke Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Kunjungan yang berlangsung pada Rabu, 30 September 2026 itu bertujuan untuk mengklarifikasi isu yang beredar mengenai dugaan fasilitas mewah di dalam lapas. Dalam kesempatan tersebut, Tonny Tesar bersama Sambo menunjukkan bahwa ruangan yang sebelumnya disebut sebagai kamar mewah sebenarnya adalah kantor pastor.
Video kunjungan tersebut diunggah melalui akun Instagram @ferdysambo_official pada Selasa, 6 Oktober 2026. Dalam video, Sambo yang mengenakan baju biru bertuliskan “PRAJURIT KRISTUS” terlihat mengajak Tonny Tesar yang berpakaian serba hitam untuk melihat langsung ruangan yang menjadi polemik. Keduanya sebelumnya mengikuti kegiatan di Gereja Oikumene Terang Dunia yang berada di dalam lapas.
Baca juga:Saat memasuki ruangan tersebut, Sambo menjelaskan bahwa bangunan itu adalah kantor gereja dan bukan kamar mewah. “Ini kantor gereja, yang dibilang ada kamar-kamar (mewah) itu. Pastor di sini (tempatnya),” kata Sambo dalam video tersebut. Tonny Tesar kemudian mengonfirmasi bahwa ruangan itu memang merupakan kantor pastor, bukan kamar. “Ini kantornya pastor ya, bukan kamar,” ujar Tonny Tesar. Sambo pun menambahkan bahwa ruangan tersebut digunakan oleh pastor untuk berganti pakaian dan beristirahat. Ruangan itu tampak dilengkapi meja, kursi, dan satu unit pendingin udara atau AC.
Kunjungan Tonny Tesar ke Lapas Cibinong merupakan bagian dari kunjungan kerja sekaligus pengecekan kondisi lapas. Ia ingin memastikan langsung kebenaran informasi yang beredar di masyarakat. Sebelumnya, beredar kabar bahwa Ferdy Sambo menempati rumah dengan fasilitas mewah di dalam lapas, yang dikaitkan dengan temuan Ombudsman RI pada 23 September 2026. Namun, kuasa hukum Sambo, Arman Hanis, membantah keras tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa kliennya menjalani hukuman penjara seumur hidup di sel Blok A 2.5 bersama warga binaan lainnya, bukan di rumah mewah.
Isu mengenai fasilitas mewah di Lapas Cibinong sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Ombudsman RI sebelumnya melaporkan adanya dugaan pelanggaran prosedur terkait pemberian fasilitas khusus bagi narapidana tertentu. Namun, hasil investigasi internal lapas menunjukkan bahwa tidak ada kamar mewah yang digunakan oleh Sambo. Tonny Tesar sebagai anggota Komisi XIII yang membidangi hukum dan HAM, hadir untuk memverifikasi langsung kondisi lapas dan memastikan tidak ada perlakuan istimewa bagi narapidana.
Baca juga:Di sisi lain, nama Tonny Tesar juga sempat dikaitkan dengan isu lain yang beredar di masyarakat. Sebuah dokumen yang menyebutkan namanya sebagai salah satu pihak yang mengusulkan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) ramai diperbincangkan. Namun, Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPR, Ahmad Sahroni, dengan tegas membantah kebenaran dokumen tersebut. “Hoaks, hoaks. Tidak ada, sama sekali tidak ada,” tegas Sahroni saat memberikan keterangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026). Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, juga menyatakan bahwa pihaknya akan menelusuri kebenaran informasi tersebut dan melakukan klarifikasi langsung kepada Tonny Tesar. Hingga saat ini, publik masih menunggu hasil investigasi internal partai terkait isu tersebut.
Tonny Tesar sendiri dikenal sebagai politisi dari Fraksi NasDem yang aktif di Komisi XIII DPR RI. Ia sering melakukan kunjungan kerja ke berbagai lembaga pemasyarakatan untuk memantau kondisi warga binaan. Kunjungannya ke Lapas Cibinong bersama Ferdy Sambo menunjukkan komitmennya untuk mengawal isu-isu hukum dan HAM di Indonesia. Meskipun beberapa isu kontroversial sempat menyeret namanya, Tonny Tesar tetap fokus pada tugasnya sebagai wakil rakyat.
Perkembangan terbaru, pihak Lapas Kelas IIA Cibinong telah memberikan klarifikasi resmi mengenai isu fasilitas mewah. Mereka menyatakan bahwa tidak ada kamar khusus bagi narapidana tertentu dan semua warga binaan diperlakukan sama sesuai aturan yang berlaku. Ferdy Sambo sendiri, yang dihukum seumur hidup atas kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, tetap menjalani masa hukumannya di blok biasa. Tonny Tesar berharap klarifikasi ini dapat mengakhiri spekulasi yang beredar di masyarakat.
Baca juga:











