Skandal Kipas Angin Kopdes Tuai Polemik: Menkop Buka Suara

Skandal Kipas Angin Kopdes Tuai Polemik: Menkop Buka Suara
Skandal Kipas Angin Kopdes Tuai Polemik: Menkop Buka Suara

Sorothari – 17 Juli 2026 | Skandal kipas angin Kopdes tuai polemik setelah isu pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai Rp1,8 triliun untuk Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) mencuat ke publik. Polemik ini bermula dari pernyataan Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, dalam rapat kerja bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono pada Rabu (15/7/2026). Mufti mempertanyakan kebenaran proyek tersebut yang ramai diperbincangkan di media sosial dan belum dikonfirmasi oleh pemerintah.

Dalam rapat tersebut, Mufti mengaku telah mencoba mencari informasi ke berbagai pihak terkait, namun tidak menemukan data resmi mengenai pengadaan tersebut. “Hari ini rakyat sedang dihebohkan dengan isu adanya pengadaan kipas angin 1,8 juta yang nilainya Rp1,8 triliun. Lalu, kemudian dari isu ini kami coba mencari informasi, tetapi kami tidak dapat satu informasi pun dari pemerintah adanya pengadaan ini,” ujar Mufti di hadapan Menteri Koperasi.

Baca juga:
Menteri HAM Pigai Buka Suara soal Isu Paksa Warga Belanja Rp1 Juta per Bulan di Kopdes Merah Putih

Menanggapi hal itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa pengadaan kipas angin tersebut bukan merupakan program Kementerian Koperasi. Ia juga memberikan gambaran mengenai spesifikasi kipas yang dimaksud. “Kipas yang akan digunakan di Kopdes Merah Putih bukanlah kipas plastik murah yang biasa dipakai di kamar kos. Spesifikasinya lebih besar dan berkualitas,” kata Ferry seusai rapat. Namun, ia tidak merinci lebih lanjut soal anggaran maupun teknis pengadaan.

Tanggapan PT Agrinas Pangan Nusantara

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota, ikut angkat bicara. Ia menilai narasi pengadaan kipas angin Rp1,8 triliun sebagai sesuatu yang provokatif dan tidak berdasarkan data yang akurat. “Kami meminta semua pihak untuk tidak terburu-buru menyimpulkan. Pengadaan untuk Kopdes Merah Putih mencakup 26 jenis sarana dan prasarana, bukan hanya kipas angin atau mobil pikap. Data yang lengkap harus menjadi dasar dalam setiap diskusi,” jelas Joao.

Agrinas merupakan perusahaan yang terlibat dalam penyediaan sarana untuk program Kopdes Merah Putih. Joao menambahkan bahwa tuduhan tanpa verifikasi hanya akan merugikan publik dan menghambat program pemberdayaan desa.

Baca juga:
Hasil Referendum: Islandia Tolak Buka Negosiasi Keanggotaan Uni Eropa

Polemik Berlanjut

Hingga saat ini, belum ada kejelasan resmi mengenai kebenaran angka Rp1,8 triliun dan 1,8 juta unit kipas angin. Pemerintah melalui Kementerian Koperasi belum merilis rincian spesifikasi atau dokumen pengadaan. Masyarakat dan DPR pun terus mendesak transparansi.

Skandal kipas angin Kopdes tuai polemik dan menjadi sorotan karena dinilai tidak wajar jika dibandingkan dengan harga pasar. Mufti Anam menekankan bahwa anggaran sebesar itu perlu dipertanggungjawabkan. “Kalau benar ada pengadaan seperti ini, harus jelas spesifikasinya, apakah kipas angin itu terbuat dari emas atau apa?” sindir Mufti.

Sementara itu, Menteri Koperasi berjanji akan mengonfirmasi lebih lanjut ke pihak terkait. Ia juga mengingatkan agar publik tidak mudah percaya pada isu yang belum terverifikasi. “Kita harus menunggu data yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan,” tutup Ferry.

Baca juga:
Sekjen PDIP Kritik Ucapan Prabowo soal Londo Ireng: Suara Kritis Harus Diberi Ruang

Polemik ini masih terus bergulir dan menjadi perhatian luas. Publik menanti keterbukaan informasi terkait program Kopdes Merah Putih yang digadang-gadang sebagai penggerak ekonomi desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *