Sorothari – 30 Juli 2026 | Menteri Agama Nasaruddin Umar mengikuti Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) Angkatan I yang digelar PCNU Gresik pada 22–26 Juli 2026. Dalam kegiatan tersebut, Nasaruddin dinobatkan sebagai peserta paling rajin karena tidak pernah mengantuk selama mengikuti rangkaian forum.
PMKNU Angkatan I diikuti oleh 72 peserta dari berbagai unsur Nahdlatul Ulama, mulai dari pengurus PWNU, PCNU, MWCNU, lembaga dan badan otonom NU, hingga peserta dari berbagai latar belakang profesi. Kegiatan dipusatkan di Hotel Horison GKB Gresik dan ditutup dengan ziarah ke Makam Kanjeng Sunan Giri di Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Para peserta mengikuti istighasah, doa bersama, prosesi baiat, hingga penutupan pendidikan kepemimpinan tersebut.
Baca juga:Ketua PCNU Gresik KH Mulyadi bersyukur seluruh peserta dapat mengikuti kaderisasi selama lima hari penuh meski memiliki kesibukan masing-masing. “Tiada yang patut kita hadirkan kecuali rasa syukur. Kami bisa merasakan kesibukan panjenengan, kadang sehari satu, dua, bahkan tiga kegiatan. Apalagi seperti Pak Menteri. Namun Allah menakdirkan kita berkumpul selama lima hari dalam rangka membangun koherensi dengan PBNU melalui proses pengaderan ini. Ini adalah anugerah dari Allah SWT,” ujar KH Mulyadi. Pada sesi penutupan, panitia memberikan kesempatan kepada tiga peserta untuk menyampaikan kesan, termasuk Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Respons atas Bursa Calon Ketua Umum PBNU
Nama Nasaruddin Umar belakangan santer disebut sebagai salah satu calon ketua umum (caketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35. Namun, ketika ditanya mengenai isu tersebut usai rapat di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (29/7/2026), Nasaruddin hanya menjawab singkat, “Nanti saja.” Ia juga tidak memberikan respons saat ditanya perihal keikutsertaannya dalam PMKNU sebagai bagian dari persiapan pencalonan.
Meski belum mendeklarasikan diri, Menag Nasaruddin telah mengantongi dukungan dari sejumlah wilayah. Beberapa Pengurus Wilayah NU (PWNU) dan Pengurus Cabang NU (PCNU) yang secara eksplisit menyatakan dukungan antara lain PWNU Kalimantan Selatan, PCNU Palopo, PCNU Wajo, dan Ketua PCNU Bulukumba Hakim Bohari. PCNU Wajo menyebut Nasaruddin sebagai figur yang paling layak memimpin PBNU dengan alasan organisatoris yang kuat. Di Sulawesi Selatan, dukungan terhadap Nasaruddin terus menjadi pembahasan di sejumlah cabang, meskipun belum sepenuhnya bulat.
Baca juga:Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menanggapi munculnya nama Nasaruddin dalam bursa caketum. Ia menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai pencalonan dan aturan organisasi, termasuk kemungkinan rangkap jabatan, sepenuhnya berada di tangan peserta Muktamar. “Nah itu tergantung Muktamirin ya. Ketentuannya sudah ada, ya kemudian apakah ketentuan itu akan diubah atau diteruskan itu semua tergantung Muktamirin,” kata Gus Ipul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 31 Agustus 2026 di Jombang, Jawa Timur. Selain Nasaruddin, sejumlah tokoh lain seperti Yahya Cholil Staquf juga disebut masuk dalam bursa calon ketua umum. Pengamat NU menilai keikutsertaan Menag dalam PMKNU di Gresik menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat basis kaderisasi jelang kontestasi organisasi.
Informasi mengenai keikutsertaan Menag Nasaruddin dalam PMKNU di Gresik dan predikatnya sebagai peserta paling rajin menjadi perhatian publik. Aktivitas ini dinilai tidak hanya memperkuat kapasitas kepemimpinan dalam tubuh NU, tetapi juga memperlihatkan keseriusannya dalam mengikuti proses kaderisasi internal. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Nasaruddin mengenai langkah selanjutnya terkait pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU.
Baca juga:












