Berita  

Trump Serang Zelensky: ‘Bukan Orang Baik untuk Dihadapi’

Trump Serang Zelensky: 'Bukan Orang Baik untuk Dihadapi'
Trump Serang Zelensky: 'Bukan Orang Baik untuk Dihadapi'

Sorothari – 16 Oktober 2026 | Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik pedas terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, menyebutnya sebagai “bukan orang baik untuk dihadapi” dalam sebuah wawancara dengan Newsmax, Kamis (15/10). Pernyataan ini menandai ketegangan terbaru dalam hubungan kedua pemimpin, yang sebelumnya sempat memanas akibat perbedaan pandangan terkait perang Rusia-Ukraina dan kebijakan energi.

Dalam wawancara tersebut, Trump secara terbuka mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap Zelensky. “Zelensky bukan orang baik untuk kami hadapi,” ujar Trump. Ketika ditanya apakah ia telah kehilangan kepercayaan terhadap pemimpin Ukraina itu, Trump menjawab, “Yah, saya pikir mereka akan mencapai semacam penyelesaian, mereka tidak akan melakukannya dengannya, dia tidak ingin menyelesaikan. Dia bilang ingin menyelesaikan tapi tidak. Tidak, saya bukan penggemar berat Zelensky, mereka telah menghancurkan negara itu.”

Baca juga:
Cek Bansos BPNT dan Beras 30 Kg Kuartal IV 2026, Simak Jadwal dan Cara Cek Penerimanya

Trump juga membandingkan Zelensky dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. “Saya menemukan Zelensky lebih sulit untuk dihadapi daripada Putin,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa kebencian antara Putin dan Zelensky menjadi penghalang utama perdamaian. “Putin membenci Zelensky dan Zelensky membenci Putin, dan ketika ada kebencian seperti itu, sangat sulit untuk mencapai penyelesaian; tapi itu adalah perang yang seharusnya tidak pernah dimulai.”

Pernyataan Trump ini muncul hanya beberapa hari setelah Zelensky mengkritik keras kesepakatan AS-Rusia mengenai pasokan diesel. Trump sebelumnya mengumumkan bahwa Putin telah setuju untuk segera mengirim lebih dari 300.000 ton diesel ke pasar Amerika dan global, dengan tambahan 500.000 ton pada November dan 1.000.000 ton setelahnya. Kesepakatan ini, menurut Trump, bertujuan menurunkan harga bahan bakar bagi petani, peternak, dan pengemudi truk Amerika.

Zelensky merespons dengan marah, menyebut kesepakatan itu sebagai “hadiah” bagi Kremlin yang akan memperpanjang perang. “Ini menguntungkan Rusia – memungkinkan mereka membunuh lebih banyak, berperang lebih lama, kurang menghormati Amerika, dan menimbulkan kerugian serta kerusakan yang lebih besar bagi dunia,” tulis Zelensky di media sosial.

Ketegangan antara kedua pemimpin mencapai puncaknya setelah serangkaian peristiwa. Pekan lalu, Trump mengklaim bahwa Rusia dan Ukraina telah menyetujui “gencatan senjata energi,” namun Zelensky mengatakan ia tidak diberitahu sebelumnya. Hanya beberapa jam setelah pengumuman itu, Putin meluncurkan serangan terhadap pembangkit listrik di Ukraina timur, yang menurut Zelensky menyebabkan lebih dari 600.000 orang kehilangan listrik.

Baca juga:
Protes Pekerja IMSS Melebar, Ratusan Ribu Orang Demo Tuntut Kenaikan Gaji pada 2026

Dalam wawancara dengan Financial Times pada 15 Oktober, Zelensky menyatakan bahwa perintah penghentian serangan terhadap kilang minyak Rusia telah berakhir. Ia mengungkapkan kemarahannya karena Rusia terus menyerang infrastruktur energi Ukraina, sementara Kiev menahan diri namun tidak mendapatkan jaminan timbal balik. Zelensky juga mengkritik pendekatan Trump terhadap Moskow, terutama rencana untuk meningkatkan kerja sama bisnis dengan Rusia. Ia bahkan menuduh Washington pernah memperingatkan akan menghentikan berbagi intelijen jika Kiev tidak menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia.

Setelah pernyataan Zelensky, Ukraina melancarkan serangan besar-besaran dengan drone terhadap beberapa target strategis di Rusia. Gubernur Ryazan, Pavel Malkov, melaporkan bahwa serangan drone pada 15 Oktober menyebabkan kebakaran di kilang minyak Ryazan, yang dimiliki oleh Rosneft dan menyumbang hampir 5% dari total kapasitas kilang Rusia. Sebuah gudang dan beberapa kendaraan di perusahaan lain juga rusak. Belum ada laporan korban jiwa, dan pihak berwenang Rusia masih menilai kerusakan.

Selain itu, pada malam 16 Oktober, pasukan Ukraina meluncurkan operasi gabungan drone ke wilayah Rusia, menargetkan pusat data Yandex di Oblast Vladimir, sekitar 500 kilometer dari perbatasan Ukraina, serta infrastruktur di Moskow dan Rostov. Serangan ini menegaskan strategi Kiev untuk tidak hanya menyerang kilang dan depot bahan bakar, tetapi juga infrastruktur digital dan telekomunikasi yang penting bagi sistem logistik Rusia.

Sementara itu, serangan balasan Rusia terus berlanjut. Serangan drone kamikaze Rusia menyebabkan kebakaran besar di dekat depot bahan bakar di Shepetivka, wilayah Khmelnytskyi, Ukraina barat. Kepala administrasi militer regional, Serhiy Tyurin, melaporkan melalui Telegram bahwa kebakaran terjadi di area depot minyak, dan petugas pemadam kebakaran serta layanan darurat dikerahkan untuk membatasi api agar tidak menyebar ke seluruh kompleks penyimpanan.

Baca juga:
Aisyah Zakiyyah Bantah Isu Keponakan Menteri PU Dody Hanggodo, Menteri Tantang Buktikan

Di tengah eskalasi ini, muncul laporan bahwa Amerika Serikat telah memberlakukan pembatasan terhadap layanan satelit Starlink untuk Ukraina. Bloomberg melaporkan bahwa Trump tidak secara langsung memerintahkan pembatasan tersebut, namun sumber lain dari Reuters menyatakan bahwa instruksi untuk memperlambat layanan Starlink bagi pasukan Ukraina berasal dari dalam Gedung Putih. Departemen Pertahanan AS disebut menerima arahan eksplisit untuk membatasi layanan satelit yang ditujukan bagi Ukraina, yang menyebabkan kesulitan operasional bagi terminal yang dipasang pada pesawat dan drone. Hal ini memperkuat dugaan adanya tekanan politik langsung dari pemerintahan Trump terhadap kepemimpinan Ukraina.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Gedung Putih mengenai laporan tersebut. Namun, pernyataan Trump yang terbaru dan serangan Ukraina yang terus berlanjut menunjukkan bahwa konflik Rusia-Ukraina masih jauh dari penyelesaian. Zelensky sendiri menegaskan bahwa Ukraina akan terus melawan dan tidak akan menyerah pada tekanan, sementara Trump bersikeras bahwa perdamaian hanya dapat tercapai melalui kesepakatan yang melibatkan kedua belah pihak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *