Berita  

Israel: Iran Pindahkan Ribuan Sentrifugal Nuklir ke Gunung Pickaxe, Trump Ancam Serangan

Israel: Iran Pindahkan Ribuan Sentrifugal Nuklir ke Gunung Pickaxe, Trump Ancam Serangan
Israel: Iran Pindahkan Ribuan Sentrifugal Nuklir ke Gunung Pickaxe, Trump Ancam Serangan

Sorothari – 22 Juli 2026 | Israel menyebut Iran telah memindahkan ribuan sentrifugal nuklir ke fasilitas bawah tanah di Gunung Pickaxe, sebuah lokasi rahasia yang terkubur jauh di dalam pegunungan dekat Natanz. Klaim ini muncul dari laporan intelijen Israel yang disampaikan kepada Wall Street Journal pada Senin (20/7/2026) dan kemudian dikonfirmasi oleh sumber-sumber Israel kepada media internasional.

Menurut laporan tersebut, Iran mulai memindahkan sentrifugal dan sebagian cadangan uranium yang diperkaya tinggi ke Gunung Pickaxe sejak Juni 2025, setelah perang 12 hari antara Israel dan Iran yang menghancurkan fasilitas pengayaan Natanz. Langkah ini dinilai sebagai upaya Teheran untuk melindungi program nuklirnya dari serangan lebih lanjut.

Baca juga:
Mengenal Gunung Pickaxe, Situs Nuklir Bawah Tanah Iran yang Diincar Trump

Gunung Pickaxe, yang juga dikenal sebagai Kuh-e Kolang Gaz La, terletak sekitar satu mil di selatan Natanz. Fasilitas ini dibangun sejak 2020 dan berada setidaknya 100 meter di bawah permukaan gunung, menjadikannya target yang sangat sulit bagi serangan udara konvensional. Institut Sains dan Keamanan Internasional (ISIS) menyebutkan bahwa Iran telah meningkatkan pengamanan di lokasi tersebut dengan meruntuhkan terowongan dan memasang ranjau di pintu masuk.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump merespons laporan itu dengan ancaman langsung. Dalam pernyataannya kepada wartawan di Gedung Putih pada Selasa (21/7), Trump mengatakan, “Kami akan menyerang area itu dengan sangat keras, mungkin dalam waktu dekat, dan tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk mencegahnya.” Trump juga mengakui bahwa Washington belum memiliki konfirmasi pasti mengenai pemindahan sentrifugal, namun ia meyakini Iran telah melakukannya.

Ini bukan pertama kalinya Trump menyebut Gunung Pickaxe. Dalam wawancara dengan The Hugh Hewitt Show pekan lalu, ia mengatakan akan “menaklukkan Gunung Pickaxe”. Ancaman ini muncul setelah AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025, yang menghancurkan sebagian besar infrastruktur pengayaan uranium di Natanz.

Baca juga:
Intel AS: Pemimpin Baru Iran Lebih Berambisi Miliki Senjata Nuklir

Iran sendiri memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap fasilitas nuklirnya akan dianggap sebagai perluasan perang di kawasan. Media pemerintah Iran melaporkan sistem pertahanan udara diaktifkan di Teheran setelah ledakan terdengar di beberapa wilayah, termasuk Tabriz, Chabahar, Konarak, dan Bushehr. Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengklaim telah melancarkan serangan terhadap target militer Iran, namun belum menyasar langsung instalasi nuklir bawah tanah.

Meski demikian, intelijen Israel memperkirakan bahwa Iran masih memiliki sekitar 440 kilogram uranium yang diperkaya tinggi, sebagian di antaranya kemungkinan telah dipindahkan ke Gunung Pickaxe. Fasilitas ini menjadi fokus utama karena dianggap sebagai lokasi paling aman bagi program nuklir Iran yang terus berlanjut di tengah tekanan internasional.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengenai aktivitas di Gunung Pickaxe. Namun, citra satelit menunjukkan peningkatan aktivitas truk di sekitar Natanz, menandakan Iran tengah membangun kembali fasilitas tersebut sambil mengamankan aset nuklirnya di lokasi rahasia.

Baca juga:
Gebrakan Lima Hari, Kepala BGN Sudaryono Pecat 261 Pegawai karena Dugaan Pelanggaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *