Warga Halmahera Tengah Lapor Polisi Ngaku Dikeroyok Belasan Orang hingga Babak Belur

Warga Halmahera Tengah Lapor Polisi Ngaku Dikeroyok Belasan Orang hingga Babak Belur
Warga Halmahera Tengah Lapor Polisi Ngaku Dikeroyok Belasan Orang hingga Babak Belur

Sorothari – 22 Juli 2026 | Seorang warga Halmahera Tengah melaporkan ke polisi bahwa dirinya dikeroyok oleh belasan orang hingga babak belur. Peristiwa tersebut terjadi pada pekan lalu, namun detail lokasi dan waktu pastinya masih dalam penyelidikan. Korban mengalami luka memar dan lecet di berbagai bagian tubuh. Ia telah memberikan keterangan dan visum kepada pihak berwajib.

Kasus pengeroyokan ini menjadi perhatian aparat kepolisian setempat. Hingga saat ini, polisi masih mengumpulkan alat bukti dan memeriksa saksi-saksi. Belum ada tersangka yang ditetapkan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mempercayakan proses hukum kepada polisi.

Baca juga:
Hary Tanoesoedibjo Polisikan Jusuf Hamka: Tuduhan Penipuan dan Pencemaran Nama Baik

Kasus Pengeroyokan di Daerah Lain

Sementara itu, kasus pengeroyokan serupa juga terjadi di wilayah lain. Di Tuban, Jawa Timur, puluhan pemuda diserang oleh sekelompok gangster bersenjata tajam saat dalam perjalanan pulang menonton wayang kulit. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (18/6/2026) itu mengakibatkan sepuluh pemuda luka-luka, empat di antaranya luka berat. Korban dibuntuti, dihadang, dan dikeroyok di beberapa lokasi secara serentak. Keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Di Lebak, Banten, seorang aktivis bernama Fam Fuk Tjhong alias Uun (56) diduga dikeroyok dan diculik pada Sabtu (18/7/2026) malam. Uun ditarik keluar dari rumahnya oleh sejumlah orang, dikeroyok, lalu dibawa ke suatu tempat. Ia melaporkan kejadian itu ke Polda Banten pada Minggu (19/7/2026). Polisi telah menerima laporan dan hasil visum, serta sedang melakukan penyelidikan menggunakan metode Scientific Crime Investigation.

Baca juga:
Olah TKP Kasus Ketua DPRD Bone Lempar Kue ke Staf: CCTV Rusak, Polisi Hadirkan Korban

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, menyatakan bahwa pihaknya mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan menghormati proses hukum yang berjalan. Ketiga kasus ini menunjukkan maraknya aksi pengeroyokan di berbagai daerah, yang memerlukan perhatian serius dari aparat penegak hukum.

Polisi di Halmahera Tengah belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus warga yang mengaku dikeroyok belasan orang hingga babak belur. Masyarakat berharap pelaku segera ditangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku.

Baca juga:
Tiga Hari Setelah Titip Rp2 Juta untuk Sekolah Anak, Maling Ayam di Tabanan Tewas Dihakimi Massa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *