Berita  

Aktivitas Gunung Sinabung Masih Berfluktuasi, Penerbangan di Bandara Kualanamu Kembali Normal

Aktivitas Gunung Sinabung Masih Berfluktuasi, Penerbangan di Bandara Kualanamu Kembali Normal
Aktivitas Gunung Sinabung Masih Berfluktuasi, Penerbangan di Bandara Kualanamu Kembali Normal

Sorothari – 04 September 2026 | Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dilaporkan mulai menunjukkan tren penurunan, meskipun potensi terjadinya erupsi lanjutan dinilai masih cukup tinggi. Di sisi lain, Kementerian Perhubungan memastikan seluruh operasional penerbangan di Bandar Udara Internasional Kualanamu telah kembali berjalan normal setelah sebelumnya sempat terdampak sebaran abu vulkanik.

Koordinator Pos Pemantauan Gunung Api Sinabung, Armen Putra, menjelaskan bahwa penurunan aktivitas vulkanis paling terlihat dari frekuensi kegempaan. Kendati demikian, rekaman gempa vulkanik di dalam tubuh gunung masih terus terdeteksi, yang menandakan dinamika magma di perut bumi belum sepenuhnya stabil.

Baca juga:
Rudal Kheibar Shekan Jadi Andalan Iran: Murah dan Lincah untuk Serang AS di Seluruh Timur Tengah

Berdasarkan pengamatan visual pada Jumat (4/9/2026), kawah gunung api tersebut sempat tertutup kabut tebal. Meski demikian, kepulan asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati membubung setinggi 200 hingga 400 meter dari atas puncak dengan intensitas tebal berwarna putih kelabu. Petugas pos pemantau juga masih merekam adanya getaran tremor menerus dengan amplitudo dominan sebesar 2 milimeter.

Armen mengingatkan masyarakat serta instansi terkait agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Karakteristik erupsi yang dinamis membuat status kewaspadaan belum dapat diturunkan begitu saja hanya berdasarkan penurunan sesaat.

Situasi Operasional dan Mitigasi di Bandara Kualanamu

Dampak dari erupsi Gunung Sinabung sebelumnya sempat mengganggu kelancaran transportasi udara di wilayah Sumatera Utara. Pada Selasa (1/9/2026), otoritas bandara mendeteksi paparan abu vulkanik tipis di area parkir pesawat Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang. Temuan tersebut mendorong diterbitkannya NOTAM A3250/26 mengenai penutupan sementara fasilitas bandara demi keselamatan penumpang dan armada pesawat.

Penutupan operasional sementara waktu itu berdampak pada jadwal penerbangan domestik maupun internasional. Berikut adalah rincian dampak operasional penerbangan saat penutupan berlangsung:

Baca juga:
Kemenkes: Dokter Zulfikar Meninggal Akibat Penyakit, Bukan Bullying atau Beban Kerja
  • Sebanyak 45 jadwal penerbangan dibatalkan demi alasan keselamatan.
  • Sebanyak 6 jadwal penerbangan mengalami penyesuaian waktu atau penjadwalan ulang.
  • Penerbitan NOTAM pemulihan A3254/26 dan NOTAM A3251/26 setelah pembersihan dan inspeksi keselamatan selesai dilakukan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menyatakan bahwa kondisi terkini di Bandara Internasional Kualanamu sudah sepenuhnya bersih dari partikel debu vulkanis. Kepastian tersebut diperoleh melalui pengujian berkala di lapangan.

Hasil pemantauan menggunakan metode uji kertas atau paper test yang dilaksanakan sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB pada Rabu (2/9/2026) menunjukkan hasil negatif terhadap paparan material abu. Dengan hasil pemeriksaan aerodrom yang memenuhi standar kelayakan, otoritas resmi mengizinkan seluruh maskapai untuk kembali mengoperasikan rute penerbangan secara reguler.

Pemantauan Awan Abu Berdasarkan Data SIGMET

Kementerian Perhubungan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau pergerakan arah angin dan potensi ancaman debu terhadap ruang udara navigasi. Informasi meteorologi signifikan (SIGMET) yang diterbitkan oleh Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin sempat mencatat sebaran awan abu vulkanik Gunung Sinabung mencapai ketinggian 14.000 kaki di atas permukaan laut pada 2 September 2026.

Kolom abu tersebut bergerak lambat ke arah barat daya dengan kecepatan sekitar 5 knot. Data dari stasiun meteorologi dan pemantau abu internasional tersebut menjadi dasar utama bagi regulator dan maskapai penerbangan untuk menyusun skema mitigasi navigasi.

Baca juga:
Yuenchi Arwindi Bantah Tuduhan Jadi Simpanan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Tempuh Jalur Hukum

Lukman menegaskan bahwa Ditjen Hubud akan terus memonitor perkembangan visual maupun data kegempaan secara berkala. Langkah mitigasi cepat akan segera diberlakukan kembali apabila arah angin membawa material abu vulkanik mendekati jalur lintas udara maupun kawasan bandara utama di Sumatera Utara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *