Berita  

Trump Keliru Sebut India Saat Puji Kecepatan Hitung Suara Brasil

Trump Keliru Sebut India Saat Puji Kecepatan Hitung Suara Brasil
Trump Keliru Sebut India Saat Puji Kecepatan Hitung Suara Brasil

Sorothari – 06 Oktober 2026 | Dalam sebuah unggahan di media sosial Truth Social pada Minggu, 4 Oktober 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat kekeliruan dengan menyebut India saat merujuk pada pemilihan presiden Brasil. Kesalahan ini sontak menjadi perhatian publik karena Trump menggunakan data Brasil untuk mengkritik sistem pemilu di Amerika Serikat.

Trump awalnya menulis bahwa 125 juta orang telah memberikan suara dalam pemilihan presiden India yang digelar pada hari yang sama. Ia membandingkan kecepatan penghitungan suara di India dengan proses di Detroit, Philadelphia, California, dan wilayah lain di AS yang dinilainya berlangsung lambat. “Voting di Amerika KORUP,” tulis Trump dalam unggahan yang kemudian diedit tersebut.

Baca juga:
Trump Klaim Iran Hampir Lumpuh, Pejabat AS Justru Beberkan Stok Rudal Amerika Serikat Mulai Menipis

Faktanya, tidak ada pemilihan presiden di India pada 4 Oktober 2026. Presiden India saat ini, Droupadi Murmu, telah menjabat sejak Juli 2022. Angka 125 juta suara yang disebut Trump justru sesuai dengan data resmi pemilu Brasil. Badan pemilu Brasil mencatat 125,27 juta suara sah pada putaran pertama pemilihan presiden yang digelar hari itu.

Dalam pemilu Brasil, petahana Luiz Inácio Lula da Silva berhadapan dengan Flávio Bolsonaro, putra mantan presiden Jair Bolsonaro. Karena tidak ada kandidat yang meraih mayoritas mutlak, putaran kedua dijadwalkan pada 25 Oktober 2026.

Kekeliruan Trump ini terekam dalam tangkapan layar yang beredar luas di forum Patriots Win. Akun @hocuspocusfocusjeep mengunggah bukti bahwa unggahan asli menyebut India sebelum akhirnya direvisi. Arsip Truth Social juga mengonfirmasi perubahan tersebut. Versi terbaru unggahan Trump kini menyebut Brasil sebagai negara yang dimaksud.

Baca juga:
Gus Ipul Pimpin Ikrar Agen Perlinsos, Ribuan RT/RW Semarang Siap Bantu Data Bansos

Insiden ini menambah daftar kekeliruan Trump dalam menyebut negara asing. Sebelumnya, ia pernah menyebut Spanyol sebagai anggota BRICS, kelompok ekonomi yang justru beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.

Menariknya, India dan Brasil memang memiliki sejumlah kesamaan. Keduanya merupakan anggota BRICS dan baru saja bertemu dalam laga persahabatan sepak bola FIFA di Kolkata pada 3 Oktober 2026. Namun, faktor-faktor tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk kekeliruan yang dilakukan oleh presiden AS yang pernah menyerahkan Piala Dunia di New Jersey pada Juli 2026.

Kekeliruan Trump ini menjadi pengingat akan pentingnya verifikasi fakta dalam komunikasi publik, terutama oleh pemimpin negara. Sejumlah pihak menilai bahwa kesalahan semacam ini dapat merusak kredibilitas dan menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Baca juga:
Cuaca Ekstrem Landa India dan Malaysia, AQI Memburuk di Sejumlah Kota

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Gedung Putih mengenai kekeliruan tersebut. Sementara itu, publik terus mendiskusikan dampak dari pernyataan presiden terhadap persepsi internasional terhadap sistem pemilu AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *