Berita  

Presiden Prabowo Buka Suara soal Harga Mobil Dinas Maung Garuda, Polemik Ijazah Gibran, dan Ancaman Sanksi FIFA ke Burkina Faso

Presiden Prabowo Buka Suara soal Harga Mobil Dinas Maung Garuda, Polemik Ijazah Gibran, dan Ancaman Sanksi FIFA ke Burkina Faso
Presiden Prabowo Buka Suara soal Harga Mobil Dinas Maung Garuda, Polemik Ijazah Gibran, dan Ancaman Sanksi FIFA ke Burkina Faso

Sorothari – 11 Oktober 2026 | Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengungkapkan perkiraan harga mobil dinas baru yang akan digunakan para menteri, Pindad Maung Garuda. Di sisi lain, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali diterpa polemik terkait keabsahan ijazah pendidikannya, sementara di kancah internasional, Presiden Burkina Faso Ibrahim Traore mengancam akan mengambil alih federasi sepak bola negaranya yang berujung pada ancaman sanksi FIFA.

Dalam pernyataannya di Hambalang, Bogor, Presiden Prabowo menyebutkan bahwa Pindad Maung Garuda yang ia gunakan sebagai mobil dinas presiden dibanderol sekitar Rp700 juta. Namun, ia menambahkan bahwa kendaraan tersebut dilengkapi fitur khusus seperti bodi antipeluru, sehingga kemungkinan harganya lebih tinggi, berkisar antara Rp700 juta hingga Rp1 miliar, dan tidak mencapai Rp8 miliar. SUV taktis ini menggunakan composite armor, kaca antipeluru B5/B6, ban run-flat, serta interior berfitur kursi elektronik, kamera 360, LED Smart TV, dan Wi-Fi portable. Mulai Oktober 2026, Maung Garuda didistribusikan secara bertahap sebagai mobil dinas bagi presiden, wakil presiden, menteri, dan wakil menteri.

Baca juga:
Rudal Kheibar Shekan Jadi Andalan Iran: Murah dan Lincah untuk Serang AS di Seluruh Timur Tengah

Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi sorotan setelah dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait dugaan pemalsuan surat keterangan penyetaraan pendidikan yang digunakan saat pendaftaran Pilpres 2024. Laporan diajukan oleh Tim Advokasi Penegak Etika, Moral dan Integritas Bangsa pada Rabu, 7 Oktober 2026. Kuasa hukum pelapor, Ahmad Khozinudin, menyatakan objek yang dipersoalkan adalah surat keterangan yang diterbitkan Kemendikbud pada Agustus 2019, yang digunakan sebagai dokumen penyetaraan pendidikan Gibran setara SMA. Pelaporan ini dilakukan setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan yang menyatakan bahwa Gibran tidak memiliki ijazah setara SMA, meskipun MK tidak berwenang mendiskualifikasi dirinya sebagai wakil presiden. Menanggapi hal tersebut, Gibran menyatakan menghormati seluruh proses di MK dan akan terus fokus bekerja untuk masyarakat serta menyukseskan visi-misi Presiden Prabowo. Ia juga menegaskan bahwa dirinya bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 di Singapura setelah menyelesaikan pendidikan setara SMA.

Di luar negeri, Presiden Burkina Faso, Ibrahim Traore, mengancam akan mengambil alih kendali federasi sepak bola nasional setelah tim nasionalnya mengalami kekalahan telak 7-0 dari Argentina dalam laga persahabatan. Kekalahan tersebut memicu kemarahan Traore yang menilai kegagalan manajemen dalam memenuhi kebutuhan dasar skuad, seperti masalah visa transit dan rute penerbangan yang berliku. Traore menyatakan bahwa pemerintah harus turun tangan untuk menyembuhkan sepak bola yang sakit, meskipun langkah tersebut berpotensi melanggar Pasal 14 Statuta FIFA yang melarang campur tangan pihak ketiga. Jika pemerintah membubarkan komite eksekutif atau membentuk kepemimpinan paralel, FIFA dapat menjatuhkan sanksi berupa penangguhan keanggotaan, yang akan membuat tim nasional tersingkir dari kualifikasi Piala Dunia dan Piala Afrika, serta menghentikan aliran dana FIFA Forward.

Baca juga:
Keluarga Benarkan Sutrimo Bekerja di Rumah Eks Jampidsus Febrie: Kami Tak Akan Tuntut, Sudah Ikhlas

Dalam konteks historis, Indonesia juga pernah memiliki wakil presiden yang berasal dari latar belakang ajudan presiden, yaitu Try Sutrisno. Try Sutrisno, yang merupakan mantan ajudan Presiden Soeharto, kemudian menjabat sebagai Wakil Presiden RI pada periode 1993-1998. Kariernya menanjak setelah menjadi ajudan, mulai dari Kepala Staf Kodam Udayana, Panglima Kodam Sriwijaya, Panglima Kodam Jakarta Raya, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Staf Angkatan Darat, hingga Panglima ABRI sebelum akhirnya dipilih Soeharto sebagai wakil presiden.

Hingga saat ini, polemik ijazah Gibran masih bergulir, sementara distribusi mobil dinas Maung Garuda terus berjalan. Sanksi FIFA terhadap Burkina Faso masih dalam tahap ancaman, menunggu langkah konkret pemerintah setempat.

Baca juga:
Sorotan Kinerja Wakil Menteri: Dari Isu Pangan, Kesehatan Jiwa, hingga Sektor Energi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *