Berita  

Paus Leo XIV Pulang ke Vatikan Usai Operasi Kanker Paru, Siap Pimpin Angelus

Paus Leo XIV Pulang ke Vatikan Usai Operasi Kanker Paru, Siap Pimpin Angelus
Paus Leo XIV Pulang ke Vatikan Usai Operasi Kanker Paru, Siap Pimpin Angelus

Sorothari – 18 Oktober 2026 | Paus Leo XIV meninggalkan Rumah Sakit Agostino Gemelli di Roma dan kembali ke Vatikan pada Sabtu sore, 17 Oktober 2026, waktu setempat, setelah tim dokter menyatakan kondisinya layak untuk dipulangkan pascaoperasi pengangkatan lobus bawah paru kanan. Pemimpin Gereja Katolik dunia berusia 71 tahun itu sempat dirawat sejak Selasa pekan sebelumnya dan menjalani operasi beberapa jam setelah masuk rumah sakit. Ia meninggalkan rumah sakit sekitar pukul 15.30 waktu Roma dengan berjalan kaki, tersenyum, dan menyapa kerumunan umat yang menunggu di luar.

Keputusan pemulangan tersebut diumumkan oleh dokter pribadi Paus, Dr. Luigi Carbone, bersama Prof. Stefano Margaritora, ahli bedah toraks yang memimpin tim operasi. Menurut pernyataan tim medis, hasil tes darah dan rontgen dada yang dilakukan pada Sabtu pagi menunjukkan kondisi klinis Paus Leo XIV sudah membaik sehingga ia diperbolehkan pulang. “Berdasarkan hasil tes darah dan rontgen dada yang dilakukan pagi ini, serta setelah mengevaluasi kondisi klinisnya, Bapa Suci dinyatakan layak untuk dipulangkan,” ujar Carbone dan Margaritora dalam pernyataan resmi.

Baca juga:
Paus Leo XIV Telepon Putin dan Dipulangkan Usai Operasi Kanker Paru

Paus Leo XIV meninggalkan rumah sakit dengan berjalan tanpa bantuan fisik, dikelilingi oleh pejabat Vatikan dan pengawal bersetelan gelap. Sebelum menuju mobil, ia menyapa sejumlah umat yang memberikan hadiah dan menyempatkan diri berbicara dengan sebuah keluarga asal Ukraina. Dalam momen haru, seorang remaja Ukraina bernama Varvara, 13 tahun, yang sedang menjalani pengobatan kanker di Italia, menunggu di dekat mobil Paus dan memeluknya. Varvara pernah bertemu Paus Leo XIV pada audiensi Malam Tahun Baru Desember lalu dan mengatakan bahwa pertemuan itu memberinya kekuatan untuk melawan penyakit. Ia pun datang dari Turin untuk mendoakan Paus dan mengembalikan pelukan bermakna tersebut.

Operasi yang dijalani Paus Leo XIV berlangsung sekitar 90 menit dengan teknik video-assisted, dan pemeriksaan histologis intraoperatif mengonfirmasi diagnosis adenokarsinoma paru. Dokter menyebut operasi berjalan sukses tanpa komplikasi. Menurut Dr. Carbone dan Prof. Margaritora, masa pemulihan pascaoperasi diperkirakan sekitar satu minggu. Meski demikian, Paus telah kembali menjalankan aktivitas kerja pada Kamis, hanya beberapa hari setelah operasi. Selama dirawat, ia bertemu dengan sejumlah pejabat tinggi Vatikan, termasuk Uskup Agung Paolo Rudelli, Kardinal Luis Antonio Tagle, dan Kardinal Baldassare Reina.

Paus Leo XIV tidak menempati suite kepausan di lantai 10 rumah sakit karena sedang direnovasi. Ia dirawat di kamar-kamar bersebelahan di lantai yang sama. Pada Jumat, gambar pascaoperasi pertama dirilis menunjukkan Paus memimpin Misa di sebuah ruangan yang khusus disiapkan di rumah sakit, didampingi sekretaris pribadinya, Monsignor Edgard Iván Rimaycuna Inga. Sekitar tengah hari Sabtu, Paus juga merayakan Misa sebelum meninggalkan rumah sakit. Misa tersebut dilaporkan oleh Kantor Pers Takhta Suci.

Baca juga:
HUT TNI 2026: Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru dan 6 Kodam, Puan Ingatkan Akar Rakyat

Setibanya di Vatikan, Paus Leo XIV akan melanjutkan pemulihan. Ia dijadwalkan memimpin doa Angelus dari jendela apartemen kepausan pada Minggu, 18 Oktober 2026, menghadap Lapangan Santo Petrus. Jadwal tersebut diumumkan dalam pernyataan tim medis dan dikonfirmasi oleh Kantor Pers Takhta Suci. Kehadiran Paus dalam doa Angelus menjadi momen penting setelah operasi, sekaligus tanda bahwa kondisinya terus membaik.

Diagnosis adenokarsinoma paru yang diidap Paus Leo XIV merupakan jenis kanker paru non-sel kecil yang paling umum, mencakup sekitar 40% dari seluruh kasus kanker paru di Amerika Serikat menurut Lung Cancer Foundation of America. Kanker ini bermula dari sel-sel di paru yang memproduksi lendir, yang disebut sel epitel, dan melapisi permukaan paru. Sebelum operasi, Paus sempat menyampaikan kepada umat di Lapangan Santo Petrus bahwa dokter menemukan “nodul lokal” pada parunya dalam stadium sangat awal. “Mengikuti saran mereka, saya memutuskan untuk menjalani operasi pengangkatan,” ujarnya saat itu.

Meski operasi awalnya direncanakan hanya untuk mengangkat nodul, tindakan berlanjut dengan pengangkatan lobus bawah paru kanan. Dokter menyatakan bahwa jaringan paru yang diperiksa setelah operasi mengonfirmasi diagnosis adenokarsinoma. Paus Leo XIV sebelumnya juga diketahui memiliki jadwal perjalanan ke Amerika Latin pada November 2026. Namun, belum ada keterangan resmi mengenai apakah jadwal tersebut akan tetap berjalan sesuai rencana atau disesuaikan dengan kondisi pemulihannya.

Baca juga:
Kakek 74 Tahun Terkunci 2 Jam di Mobil di Yogya, Warga Pecahkan Kaca untuk Evakuasi

Kembalinya Paus ke Vatikan disambut sukacita oleh umat Katolik di seluruh dunia. Selama beberapa hari perawatan, umat terus berkumpul di luar Rumah Sakit Gemelli untuk mendoakan kesembuhan Paus. Ketua dewan Yayasan Rumah Sakit Universitas Gemelli, Daniele Franco, turut hadir menyambut kepulangan Paus. Sebelum masuk ke mobil, Paus Leo XIV juga menyapa sejumlah anggota umat yang memberikan hadiah dan menyampaikan dukungan.

Dengan pemulangan ini, Paus Leo XIV diharapkan dapat segera kembali menjalankan tugas-tugas kepausannya. Doa Angelus pada Minggu akan menjadi penampilan publik pertamanya setelah operasi. Vatikan belum merilis pernyataan resmi mengenai agenda lengkap Paus dalam beberapa pekan ke depan, termasuk apakah perjalanan ke Amerika Latin tetap akan dilakukan. Umat dan media internasional terus memantau perkembangan kondisi kesehatan Paus Leo XIV, yang menjadi perhatian dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *