Sorothari – 12 Oktober 2026 | Cadangan emas bank sentral di seluruh dunia terus menunjukkan tren peningkatan. Pada Agustus 2026, lembaga keuangan global mencatat penambahan bersih sebesar 39 ton, dengan China kembali menjadi pembeli terbesar. Langkah ini mempertegas strategi jangka panjang sejumlah negara dalam memperkuat cadangan devisa melalui logam mulia.
World Gold Council (WGC) dalam laporan terbarunya mengungkapkan bahwa aktivitas pembelian emas oleh bank sentral masih didominasi oleh negara-negara yang secara konsisten menambah cadangannya sepanjang tahun. Hingga Agustus 2026, total pembelian bersih emas oleh bank sentral global telah mencapai 170 ton.
Baca juga:Senior Research Lead WGC untuk kawasan Asia Pasifik, Marissa Salim, menyatakan bahwa bank sentral global masih berada di jalur akumulasi emas pada bulan Agustus. Menurutnya, pembelian bersih yang dilaporkan mencapai 39 ton menandakan bahwa logam mulia ini tetap menjadi instrumen penting dalam portofolio cadangan devisa.
“Pembeli emas besar dan konsisten pada 2026 terus melakukan aktivitasnya pada bulan tersebut, dengan China memimpin, diikuti Uzbekistan dan Polandia,” tulis Salim dalam keterangan resmi yang dikutip dari Kitco, Kamis (8/10/2026).
People’s Bank of China (PBOC) menambah 20 ton emas pada Agustus 2026, sekaligus memperpanjang rekor pembelian selama 22 bulan berturut-turut. Langkah ini menunjukkan bahwa Beijing serius dalam mendiversifikasi cadangan devisanya dan mengurangi ketergantungan terhadap aset berbasis dolar AS. Sementara itu, Uzbekistan dan Polandia juga tercatat sebagai pembeli utama, meskipun jumlahnya lebih kecil dibandingkan China.
Salim menjelaskan bahwa pola pembelian tersebut mencerminkan strategi cadangan jangka panjang, bukan sekadar keputusan investasi jangka pendek. “Penambahan emas menjadi bagian dari strategi cadangan jangka panjang sejumlah negara, bukan semata-mata keputusan investasi dalam jangka pendek,” ujarnya.
Baca juga:WGC mencatat bahwa perbedaan volume pembelian antarbulan dapat dipengaruhi oleh kondisi pasar, kebutuhan likuiditas, serta waktu pelaksanaan kebijakan masing-masing negara. Meskipun demikian, tren umum menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap emas sebagai aset safe haven terus meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Di sisi lain, harga minyak dunia justru mengalami penurunan pada awal Oktober 2026. Harga minyak mentah Brent berjangka turun 35 sen atau 0,34 persen menjadi 101,90 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS berada di level 90,49 dolar AS per barel setelah turun 62 sen atau 0,68 persen. Penurunan ini dipicu oleh keputusan negara-negara G7 yang melepas 100 juta barel stok cadangan darurat untuk menekan harga. Langkah tersebut berhasil meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan dalam jangka pendek.
Kepala Analis KCM Trade Tim Waterer menilai bahwa keputusan G7 tersebut efektif mengurangi tekanan pasokan. Menurutnya, mulai muncul pandangan bahwa volume ekspor minyak Arab Saudi berangsur pulih ke level sebelum perang, meskipun biaya pengiriman masih lebih tinggi melalui rute yang kurang efisien.
Kebijakan terkait cadangan juga menjadi perhatian di Malaysia. Kementerian Kewangan (MoF) bersama Kementerian Pembangunan Wanita, Keluarga dan Masyarakat (KPWKM) sedang melakukan semakan terhadap usulan penambahbaikan layanan Cukai Jualan dan Perkhidmatan (SST) untuk pusat jagaan warga emas. MoF menyatakan bahwa perkhidmatan jagaan warga emas saat ini dikenakan SST berdasarkan Peraturan-Peraturan Cukai Perkhidmatan 2018, dengan nilai ambang pendaftaran 500.000 ringgit Malaysia. Pemerintah Malaysia berkomitmen menyesuaikan kebijakan ini dengan mempertimbangkan kebutuhan golongan rentan serta keberlanjutan pendapatan negara.
Baca juga:Sementara itu, dalam dunia olahraga, cedera yang dialami Vinicius Junior membuka peluang bagi pemain Pantai Gading, Diomande, untuk menunjukkan kualitasnya di Real Madrid. Penampilan gemilangnya melawan Villarreal, yang diakhiri dengan gol, membuatnya menjadi sorotan. Pelatih Jose Mourinho kini dihadapkan pada keputusan penting untuk memainkannya di laga-laga besar seperti El Clasico atau Liga Champions. Diomande sendiri mengaku sangat antusias bisa tampil di kompetisi tertinggi Eropa bersama klub sebesar Real Madrid.
Secara keseluruhan, berbagai perkembangan ini menunjukkan bahwa cadangan emas tetap menjadi instrumen strategis bagi bank sentral di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah. Sementara itu, kebijakan energi dan fiskal di berbagai negara juga terus diadaptasi untuk merespons tantangan yang ada.












