Sorothari – 15 Oktober 2026 | Jack Doherty, seorang YouTuber kontroversial asal Amerika Serikat, kembali menjadi sorotan publik setelah pengacaranya mengajukan permohonan untuk mengakhiri status perwakilan hukum mereka. Permohonan tersebut diajukan ke Pengadilan Tinggi Van Nuys, Los Angeles, pada Selasa, 14 Oktober 2026, tanpa memberikan penjelasan rinci mengenai alasan di balik langkah tersebut.
Dalam dokumen pengadilan yang diajukan oleh pengacara Courtney M. Serrato dan Olivia Zorayan, disebutkan bahwa “pertimbangan profesional mengharuskan penghentian perwakilan” terhadap Jack Doherty. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengacara maupun Doherty mengenai perkembangan ini. Sidang terkait permohonan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 23 November 2026 di hadapan Hakim Michael R. Amerian.
Baca juga:Kasus yang menjerat Jack Doherty bermula dari sebuah pesta Halloween pada Oktober 2023 yang disiarkan langsung secara daring. Dalam acara tersebut, Doherty diduga memerintahkan bodyguardnya, Justin “Kane Kongg” Goslee, untuk menyerang seorang pria bernama Chase Cameron Gardella. Gardella, yang kini telah menjadi pengacara praktik, mengajukan gugatan terhadap Doherty, Jack Doherty LLC, Banger Official LLC, dan Goslee.
Gugatan tersebut mencakup tuduhan penyerangan, pemukulan, kelalaian, perekrutan yang lalai, serta penderitaan emosional yang disengaja. Menurut pengacara Gardella, sebelum pergi ke pesta, Doherty dan Kongg menonton video yang menunjukkan Kongg melumpuhkan seorang wanita saat bekerja sebagai pengaman untuk majikan sebelumnya. Video tersebut dianggap menjadi inspirasi bagi Doherty untuk mendorong Kongg melakukan tindakan kekerasan demi menarik perhatian penonton.
“Doherty mencari cara untuk mendorong Kongg terlibat dalam perilaku kekerasan guna mengesankan pemirsa, dan memerintahkan Kongg untuk melawan penggugat, lalu merayakan bahwa ia mendapatkan konten yang bagus,” demikian klaim pengacara Gardella dalam dokumen pengadilan. Sidang perkara ini dijadwalkan pada 29 Maret 2027.
Baca juga:Kontroversi Lain Jack Doherty
Selain kasus hukum tersebut, Jack Doherty juga tengah menghadapi masalah kontrak dengan platform kripto Shuffle. Pada awal Oktober 2026, Doherty mengumumkan bahwa ia telah menandatangani kontrak tanpa membaca seluruh isinya, yang melarangnya untuk memposting konten di media sosial selama enam bulan. Kesepakatan ini bermula dari tawar-menawar di platform X, di mana Shuffle menawarkan untuk membayar Doherty agar berhenti berbicara di media sosial.
Shuffle kemudian mengonfirmasi tawaran tersebut, dan Doherty akhirnya menandatangani kontrak yang ternyata melarangnya untuk aktif di media sosial. Noah Dummett, salah satu pendiri Shuffle, menyebut kesepakatan itu sebagai “uang yang dikeluarkan dengan baik”. Meskipun demikian, detail kontrak seperti jumlah pembayaran dan tanggal mulai belum diungkapkan ke publik.
Menariknya, meskipun dilarang memposting, kanal YouTube Jack Doherty masih terus mengunggah video pendek (Shorts), dan beberapa klip bahkan muncul di platform X. Hal ini menimbulkan kebingungan di kalangan penggemar mengenai sejauh mana larangan tersebut berlaku.
Baca juga:Pasar prediksi Polymarket juga mencatat sentimen terkait kembalinya Doherty ke media sosial. Kontrak untuk kemungkinan Doherty memposting di X sebelum 31 Oktober 2026 menunjukkan probabilitas 52%, sementara kontrak untuk batas waktu 30 April 2027 mencapai 95%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pedagang yakin Doherty harus menunggu hingga kontraknya berakhir sebelum kembali aktif.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pengacara Jack Doherty mengenai permohonan pengunduran diri mereka maupun perkembangan kontrak dengan Shuffle. Sidang lanjutan untuk kasus penganiayaan dijadwalkan pada November 2026, sementara sidang utama akan berlangsung pada Maret 2027.












