Botafogo vs Vasco: Kekalahan Perdalam Krisis, Ziyech Bersinar di Tengah Keterpurukan

Botafogo vs Vasco: Kekalahan Perdalam Krisis, Ziyech Bersinar di Tengah Keterpurukan
Botafogo vs Vasco: Kekalahan Perdalam Krisis, Ziyech Bersinar di Tengah Keterpurukan

Sorothari – 11 Oktober 2026 | Kekalahan kedua secara beruntun di bawah asuhan pelatih Tite membuat Botafogo semakin terpuruk dalam persaingan papan bawah klasemen Campeonato Brasileiro. Dalam laga Botafogo vs Vasco yang digelar di Stadion Nilton Santos, Rabu (7/10/2026), tim tuan rumah harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 2-1. Hasil ini tidak hanya memperpanjang catatan buruk tanpa kemenangan, tetapi juga memicu kekhawatiran serius akan ancaman degradasi.

Vasco tampil percaya diri sejak menit awal. Gol pembuka lahir pada menit ke-27 melalui Lescano, yang memanfaatkan umpan matang Bruno Duarte. Memasuki babak kedua, Vasco menggandakan keunggulan melalui David pada menit ke-5, memanfaatkan assist dari Colidio. Botafogo sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol tendangan bebas indah Alex Telles pada menit ke-15, namun upaya Tiquinho untuk menyamakan kedudukan di menit akhir harus dianulir karena offside.

Baca juga:
Vasco Gagal Manfaatkan Momentum, Ditahan Imbang Remo di São Januário

Kekalahan ini membuat Botafogo tertahan di peringkat ke-13 dengan 35 poin, hanya unggul empat angka dari Internacional yang berada di zona merah. Sebaliknya, Vasco naik ke posisi ke-14 dengan 34 poin dan sukses menjauh dari ancaman degradasi. Kini, Botafogo telah melalui tujuh pertandingan tanpa kemenangan di semua kompetisi, dengan catatan pahit di Brasileirão: terakhir kali meraih tiga poin pada 26 Juli saat mengalahkan Cruzeiro.

Analisis Performa: Ziyech Bersinar, Lini Belakang Runtuh

Meskipun kalah, satu nama tetap menuai pujian: Hakim Ziyech. Gelandang asal Maroko itu tampil sebagai starter perdana bersama Botafogo dan langsung menjadi motor serangan. Media Brasil, Globo, menyebutnya sebagai penggerak lini tengah yang kerap berada dekat dengan striker Arthur Cabral. Terra bahkan memberikan nilai 7 untuk pemain berusia 33 tahun tersebut, menulis bahwa setiap sentuhan bolanya selalu menghasilkan sesuatu yang berbahaya bagi pertahanan lawan.

Namun, pujian untuk Ziyech tidak bisa menutupi kelemahan kolektif tim. Kolumnis Leonardo Pereira dengan tajam mengkritik kebijakan transfer klub: “Tidak ada gunanya merekrut nama besar seperti Ziyech jika Anda memiliki tim di lapangan yang tidak bisa mencetak gol dan tidak mampu menciptakan peluang.” Kritik ini merujuk pada performa buruk lini belakang dan lini depan yang gagal memanfaatkan peluang. Bek kiri Alex Telles mendapat nilai 6,5 berkat golnya, sementara Vitinho menjadi sorotan negatif dengan nilai 1,5 setelah dianggap gagal dalam momen krusial dan kerap kalah duel dengan pemain sayap Vasco.

Baca juga:
Sorotan Sikap Mattéo Guendouzi Usai Laga Panas Fenerbahce Lawan Lyon

Felipe Melo, komentator yang juga mantan pemain, memberikan pandangan tajam dalam program Felipe Melo TV. Ia menilai bahwa kemenangan Vasco tidak lepas dari sentuhan pelatih Pedro Emanuel. “Pelatih yang benar-benar datang dari luar negeri untuk meningkatkan standar pelatih di Brasil, untuk memberikan wajah berbeda bagi Vasco. Ketika Anda memiliki kolektif yang kuat, individu akan muncul,” ujarnya. Melo juga menyoroti bahwa Vasco kini tidak lagi berjuang untuk menghindari degradasi, melainkan bersaing untuk zona Copa Sudamericana.

Krisis Kebugaran Pemain Menambah Pekerjaan Rumah Tite

Kekalahan melawan Vasco juga meninggalkan masalah fisik. Dua pemain Botafogo, Arthur Chaves dan Vitinho, mengalami cedera selama pertandingan. Arthur Chaves menderita trauma di daerah panggul dan perut, sementara Vitinho mengalami trauma di daerah leher. Keduanya telah menerima perawatan di rumah sakit dan dinyatakan stabil, namun kehadiran mereka untuk laga selanjutnya masih diragukan dan akan bergantung pada hasil evaluasi medis lebih lanjut.

Kondisi ini menambah beban pelatih Tite yang belum merasakan kemenangan sejak mengambil alih tim. Dalam dua laga perdananya, Botafogo kalah 0-2 dari Mirassol dan 1-2 dari Vasco. Dengan jadwal padat dan tekanan yang semakin besar, Tite harus segera menemukan formula yang tepat untuk mengembalikan kepercayaan diri tim.

Baca juga:
Andrey Arshavin Dukung Lionel Messi Raih Ballon d’Or 2026 Usai Tampil Gemilang di Piala Dunia

Botafogo dijadwalkan akan bertandang ke markas Coritiba pada Senin (12/10) untuk pertandingan berikutnya. Laga ini akan menjadi ujian krusial bagi Tite dan pasukannya untuk memutus tren negatif dan menjauh dari zona merah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *