Moh. Zaki Ubaidillah Targetkan 10 Besar Dunia 2027 dan Olimpiade 2028

Moh. Zaki Ubaidillah Targetkan 10 Besar Dunia 2027 dan Olimpiade 2028
Moh. Zaki Ubaidillah Targetkan 10 Besar Dunia 2027 dan Olimpiade 2028

Sorothari – 12 Oktober 2026 | Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Moh. Zaki Ubaidillah, yang akrab disapa Ubed, menunjukkan perkembangan pesat dalam dua tahun terakhir. Kini ia menargetkan diri untuk menembus peringkat 10 besar dunia pada tahun 2027, serta berambisi meraih tiket menuju Olimpiade 2028. Target ambisius tersebut diungkapkan Ubed di hadapan pelatihnya, Indra Widjaja, di Pelatnas PBSI Cipayung.

Berdasarkan data BWF per 6 Oktober 2026, Zaki Ubaidillah saat ini menghuni peringkat 29 dunia. Posisi ini merupakan lonjakan signifikan dari peringkat 158 dunia yang ia tempati pada awal tahun 2025. Kenaikan peringkat yang konsisten ini menjadi bukti nyata dari hasil program regenerasi yang digalakkan oleh Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) bersama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI).

Baca juga:
Kejutan US Open: Novak Djokovic Tumbang di Babak Awal Akibat Kendala Fisik

Ubed menegaskan bahwa target untuk masuk 10 besar dunia merupakan motivasi pribadi, bukan instruksi dari pelatih. Ia juga mengincar gelar juara di turnamen level Super 500 dalam seri World Tour BWF. “Tahun depan targetnya masuk 10 besar,” kata Ubed saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung. “Bismillah aja dah bisa,” sambungnya penuh keyakinan.

Selain mengejar peringkat, pemain muda asal Madura ini juga membidik tiket Olimpiade 2028. Race to Olympic untuk cabang bulu tangkis akan dimulai pada April 2027. “Nggak ada sih (tuntutan pelatih), paling target dari diri saya sendiri. Apalagi tahun depan race to Olympic ya. Paling nargetinnya bisa main Olympic sih di 2028. Bisa masuk di situ,” jelas Ubed.

Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia Menunjukkan Hasil

Peningkatan prestasi Zaki Ubaidillah tidak berdiri sendiri. Ia merupakan bagian dari gelombang regenerasi yang berhasil di sektor tunggal putra dan ganda putra Indonesia. Alwi Farhan, misalnya, meroket dari peringkat 46 dunia pada Januari 2025 hingga sukses menembus jajaran 10 besar dunia pada Oktober 2026. Di sektor ganda putra, pasangan Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin juga menunjukkan lompatan prestasi luar biasa. Pasangan ini melesat dari peringkat 500 dunia menjadi peringkat 14 dunia dalam kurun waktu yang sama.

Baca juga:
Dampak Semifinal Leagues Cup: Laga Sengit Club América vs Monterrey hingga Perebutan Gelar

Direktur Bisnis Konsumer BNI, Okki Rushartomo, menilai regenerasi memegang peran vital agar prestasi bulu tangkis Indonesia tidak bergantung pada satu generasi. “BNI meyakini bahwa membangun juara bukan hanya tentang mencapai kemenangan hari ini, tetapi juga memastikan adanya generasi berikutnya yang siap melanjutkan prestasi Indonesia,” tegas Okki. Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembinaan membutuhkan sinergi yang kuat, mencakup konsistensi program, jam terbang bertanding yang memadai, kualitas tim pendukung, serta kolaborasi erat dari seluruh pemangku kepentingan.

“Enam medali Asian Games adalah sebuah pencapaian yang patut kita syukuri. Namun, bagi kami, nilai yang lebih penting adalah bagaimana pencapaian ini menjadi pijakan untuk membangun generasi berikutnya. Kami berharap kolaborasi BNI, PBSI, pemerintah, atlet, pelatih, dan seluruh ekosistem bulu tangkis dapat terus melahirkan lebih banyak juara yang mengharumkan nama Indonesia di dunia,” pungkas Okki.

Sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia, BNI berkomitmen untuk terus memperkuat dukungan terhadap pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia unggul yang berdaya saing, khususnya di bidang olahraga nasional. Dengan target ambisius yang diusung Zaki Ubaidillah dan talenta muda lainnya, masa depan bulu tangkis Indonesia di kancah dunia kian cerah.

Baca juga:
Duel Sengit Eredivisie: sc Heerenveen Tumbang 2-3 dari AZ Alkmaar di Abe Lenstra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *