Sorothari – 13 Oktober 2026 | Laga Persik vs Madura United pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027 berakhir dengan kekalahan 0-2 bagi tim tamu. Pertandingan yang digelar di Stadion Brawijaya, Kediri, Jumat (9/10/2026) itu menjadi kekalahan perdana Madura United di musim ini setelah sebelumnya meraih tiga kemenangan beruntun.
Dua gol kemenangan Persik Kediri diborong oleh Eduardo Barbosa pada babak pertama. Situasi Madura United semakin sulit setelah mereka harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-40. Meskipun unggul jumlah pemain, Persik tidak mampu menambah gol di babak kedua berkat kegigihan pertahanan Laskar Sape Kerrab.
Baca juga:Pelatih Madura United, Jose Gomes, mengakui bahwa timnya perlu melakukan evaluasi besar-besaran setelah hasil tersebut. “Kami sudah mengevaluasi pertandingan melawan Persik Kediri. Kekalahan itu menjadi pelajaran penting bagi tim untuk memperbaiki banyak hal. Kami harus lebih baik dalam transisi, baik saat bertahan maupun menyerang,” ujar Jose Gomes, Senin (12/10/2026).
Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, memberikan apresiasi kepada para pemain yang telah berjuang hingga akhir meski dalam kondisi kalah jumlah pemain. Ia menegaskan bahwa kekalahan adalah bagian dari kompetisi dan harus dijadikan bahan pembelajaran. “Terima kasih sudah berjuang sampai akhir. Kalah adalah bagian dari kompetisi,” katanya.
Manajer Madura United, Umar A. Wachdin, juga meminta para pemain tidak larut dalam kekecewaan. Ia berharap kekalahan tersebut menjadi bahan evaluasi agar Laskar Sape Kerrab bisa kembali meraih hasil positif. “Para pemain tetap menjaga kekompakan dan fokus menjalani persiapan. Dengan kompetisi yang masih panjang, Madura United membutuhkan respons positif agar tetap mampu bersaing dan menjaga peluang meraih hasil maksimal,” ucap Umar, Minggu (11/10/2026).
Dua Laga Kandung Beruntun Menanti
Setelah menelan kekalahan dari Persik, Madura United langsung bersiap menghadapi dua pertandingan kandang beruntun. Bhayangkara Presisi Lampung FC dan Persib Bandung akan menjadi lawan Laskar Sape Kerrab dalam upaya mempertahankan persaingan di papan atas klasemen.
Baca juga:Madura United dijadwalkan menjamu Bhayangkara FC di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, pada 16 Oktober. Setelah itu, mereka akan menghadapi Persib Bandung di stadion yang sama pada 22 Oktober 2026. Dua pertandingan tersebut diprediksi menjadi ujian berat bagi Madura United.
Bhayangkara FC baru saja bermain imbang 2-2 melawan Arema FC. Hasil tersebut membuat The Guardians mengoleksi enam poin dan menempati peringkat ke-10 klasemen sementara. Sementara itu, Persib Bandung juga meraih hasil imbang 2-2 saat menghadapi Dewa United Banten FC. Tambahan satu poin membuat Maung Bandung mengoleksi tujuh poin dan berada di peringkat kedelapan. Persib patut diwaspadai karena hanya terpaut dua poin dari Madura United.
Dengan demikian, pertemuan kedua tim di Pamekasan berpotensi memengaruhi persaingan di papan atas klasemen. Jose Gomes menegaskan timnya serius mempersiapkan diri menghadapi dua pertandingan tersebut. Evaluasi dilakukan setelah mereka menelan kekalahan perdana musim ini saat bertandang ke markas Persik Kediri.
Evaluasi di Lini Transisi dan Penyelesaian Akhir
Jose Gomes menyoroti dua aspek utama yang perlu diperbaiki timnya, yaitu transisi permainan dan penyelesaian akhir. Dalam laga melawan Persik, Madura United kesulitan membangun serangan efektif dan kerap kehilangan bola di area berbahaya. Transisi dari bertahan ke menyerang juga berjalan lambat, sehingga mudah diprediksi oleh lawan.
Baca juga:Selain itu, penyelesaian akhir menjadi masalah serius. Meskipun beberapa kali menciptakan peluang, Laskar Sape Kerrab gagal memanfaatkannya menjadi gol. Situasi semakin rumit setelah mereka kehilangan satu pemain akibat kartu merah, yang memaksa perubahan strategi secara drastis.
Manajer Umar Wachdin menambahkan bahwa mentalitas pemain harus segera pulih agar tidak terbawa ke laga-laga berikutnya. “Kekalahan dari Persik menjadi pengingat bahwa persaingan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia membutuhkan konsistensi sepanjang musim,” ujarnya.
Madura United kini mengoleksi sembilan poin dari empat pertandingan, dengan tiga kemenangan dan sekali kalah. Hasil ini masih cukup untuk bertahan di papan atas, namun tekanan semakin besar karena jarak poin dengan tim-tim di bawahnya cukup tipis. Laskar Sape Kerrab dituntut segera memperbaiki kekurangan agar bisa kembali ke jalur kemenangan dan menjaga persaingan di BRI Super League 2026/2027.












