Aldi Satya Mahendra Diproyeksikan ke Moto2 Usai Target Podium World Supersport 2027

Aldi Satya Mahendra Diproyeksikan ke Moto2 Usai Target Podium World Supersport 2027
Aldi Satya Mahendra Diproyeksikan ke Moto2 Usai Target Podium World Supersport 2027

Sorothari – 15 Oktober 2026 | Yamaha Indonesia resmi memproyeksikan Aldi Satya Mahendra untuk naik ke kelas Moto2 dalam beberapa tahun ke depan. Langkah itu baru akan ditempuh setelah pebalap asal Bantul, Yogyakarta, tersebut mampu menembus target podium di ajang World Supersport pada musim 2027.

Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Wahyu Rusmayadi, menyampaikan target bertahap bagi Aldi. Ia menjelaskan bahwa pada 2027, Aldi ditargetkan menjadi penantang kemenangan atau setidaknya mampu bersaing di posisi tiga besar di World Supersport. Prestasi tersebut dinilai sebagai batu loncatan yang ideal menuju Moto2.

Baca juga:
Aldi Satya Mahendra Bidik Hasil Maksimal di Seri Penutup WorldSSP 2026 Jerez

“Tahun 2027 targetnya harus bisa jadi podium atau winner contender. Sehingga dari situ, jadi punya potensi besar sebagai Indonesian hero, masuk ke dalam Moto2 dengan prestasi langsung, ada di top three,” ujar Wahyu di sela Pertamina Grand Prix of Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (10/10/2026).

Wahyu menambahkan, perubahan konfigurasi mesin dari Moto3 ke Moto2 dan kemudian ke MotoGP menjadi momen yang tepat bagi Aldi. Dengan mesin MotoGP yang kini hanya 850 cc, Aldi yang sudah terbiasa dengan motor 900 cc di World Supersport dinilai memiliki modal yang kuat untuk beradaptasi.

“Karena dengan motor MotoGP yang hanya 850 cc, Aldi yang terbiasa dengan 900 cc, artinya sudah punya modal, sehingga nanti tinggal bagaimana formulanya ataupun programnya yang bisa step up lagi ke MotoGP,” lanjut dia.

Performa Apik di World Supersport

Sejak promosi ke kelas World Supersport, Aldi Satya Mahendra menunjukkan performa yang menjanjikan. Ia mampu bersaing di posisi 10 besar, sebuah pencapaian yang diapresiasi pihak Yamaha. Wahyu menegaskan bahwa harapan tim adalah Aldi bisa tampil lebih baik pada tahun depan dengan target finis di tiga besar klasemen akhir.

“Jadi harapannya dengan Aldi bisa lebih baik di tahun depan, targetnya adalah bisa top three championship sehingga mulai dari free practice, kemudian persiapan kita, kemudian program, itu bisa mendukung Aldi untuk bisa step up ke Moto2,” ujar Wahyu.

Baca juga:
Cruzeiro Atropela São Paulo e Assume G4; Tricolor Acumula Segunda Derrota Consecutiva

Managing Director Yamaha Motor Racing, Paolo Pavesio, juga memuji perkembangan Aldi. Ia menyebut pebalap muda itu sebagai aset berharga bagi Yamaha. Paolo mengapresiasi kedewasaan dan kecepatan yang ditunjukkan Aldi di lintasan.

“Untuk saat ini, seperti yang Anda tahu, Aldi adalah pembalap yang sangat berarti buat Yamaha. Dia adalah juara dunia pertama Indonesia. Kami telah mempromosikannya ke Supersport, yang memang dia layak dipromosikan. Saya suka dia terus berkembang, untuk menjadi lebih profesional dan menunjukkan kecepatan. Dan saya pikir dia masih muda,” papar Paolo.

Profil dan Prestasi Aldi Satya Mahendra

Aldi Satya Mahendra lahir di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 27 Juni 2006. Ia merupakan adik dari pebalap binaan Yamaha, Galang Hendra Pratama. Darah balapan mengalir deras dalam keluarganya, karena ayah, ibu, dan kakaknya semua pernah berkecimpung di dunia balap motor.

Aldi mulai mengikuti kejuaraan sejak 2015. Pada 2019, ia berpartisipasi dalam Asia Road Racing Championship (ARRC) dan mencatat prestasi gemilang, antara lain juara 1 ARRC Round 4 di Suzuka International Circuit, juara 3 ARRC Round 5 di Zhuhai International Circuit, dan juara 3 ARRC Round 6 di Sepang International Circuit. Ia mengakhiri musim di posisi 6 klasemen akhir.

Pada 2023, Aldi mengikuti R3 bLU cRU European Championship dan keluar sebagai runner-up dengan total 177 poin, hanya terpaut tipis dari sang juara, Emiliano Ercolani, yang mengumpulkan 181 poin.

Baca juga:
Kapten Persik Kediri Ezra Walian Dipastikan Absen Hingga Akhir Musim

Puncak kariernya terjadi pada 2024, ketika ia menjadi pebalap Indonesia pertama yang meraih gelar juara dunia World Supersport (WSSP) 300. Sepanjang musim itu, Aldi tampil konsisten, beberapa kali menembus podium, hingga lagu Indonesia Raya berkumandang di sirkuit internasional. Pada Race 2 WSSP 300 di Jerez, ia finis keenam, sedangkan pada Race 1 sukses mengamankan posisi ketiga. Hasil tersebut membuat poinnya tidak terkejar oleh rival terdekat.

Perkembangan Terbaru Moto2

Sementara itu, ajang Moto2 musim 2027 juga menyajikan drama tersendiri. Pada seri Indonesia di Sirkuit Mandalika, pebalap David Alonso mengalami kecelakaan berat saat start. Ia tertabrak Dani Holgado dan terlibat insiden yang melibatkan Joe Roberts serta Collin Veijer. Akibatnya, Alonso mengalami kontusio paru dan harus dilarikan ke rumah sakit. Meskipun demikian, ia kemudian mengonfirmasi kondisinya sudah stabil dan berencana kembali balapan di Australia.

Di sisi lain, persaingan gelar Moto2 musim ini juga memanas. Izan Guevara berhasil memenangi seri Jepang, sementara Manuel Gonzalez gagal meraih poin. Tim Ajo juga mengumumkan perpanjangan kontrak dengan Collin Veijer dan Jose Antonio Rueda untuk musim 2027.

Bagi Aldi, langkah menuju Moto2 masih membutuhkan proses. Namun, dengan dukungan penuh Yamaha dan prestasi yang terus meningkat, bukan tidak mungkin ia akan menjadi Indonesian hero berikutnya yang berlaga di kancah balap motor paling bergengsi di dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *