Sorothari – 15 Oktober 2026 | Cruz Azul, juara bertahan Liga MX, tengah menghadapi paradoks yang menarik di Apertura 2026. Di satu sisi, lini serang mereka begitu produktif, namun di sisi lain, pertahanan mereka justru menjadi titik lemah yang mengkhawatirkan. Situasi ini menjadi sorotan utama setelah hasil imbang 3-3 melawan Pumas pada pekan ke-11, yang dengan jelas memperlihatkan kerapuhan di lini belakang.
Di bawah asuhan Joel Huiqui, La Máquina menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal produktivitas gol. Dalam 11 pertandingan, mereka telah mencetak 22 gol, menjadikannya salah satu tim dengan catatan gol terbanyak kedua di liga, hanya tertinggal dari Toluca yang mencetak 25 gol. Catatan ini berbanding terbalik dengan performa mereka saat meraih gelar juara pada Clausura 2026. Namun, peningkatan ketajaman itu harus dibayar mahal dengan hilangnya keseimbangan pertahanan.
Baca juga:Pada fase reguler turnamen sebelumnya, Cruz Azul hanya kebobolan rata-rata 1,06 gol per pertandingan. Kini, angka tersebut melonjak drastis menjadi 1,91 gol per laga. Total 21 gol yang sudah bersarang di gawang Kevin Mier dalam 11 pekan menjadi alarm serius. Jumlah itu bahkan sudah melampaui total kebobolan mereka selama seluruh fase reguler Clausura 2026. Pertandingan melawan Pumas menjadi contoh nyata: mereka kebobolan dua gol dalam 16 menit pertama dan satu gol lagi saat lawan bermain dengan sepuluh pemain.
“Kesalahan kami sangat fatal. Kami bermain selama 30 menit yang buruk, sangat buruk,” aku Huiqui setelah pertandingan di Ciudad Universitaria. Pengakuan ini menunjukkan bahwa masalah defensif bukan hanya soal taktik, tetapi juga konsentrasi dan eksekusi di lapangan. Huiqui kini menghadapi masalah yang mirip dengan pendahulunya, Nicolás Larcamón: sebuah tim yang mampu menciptakan peluang berbahaya secara konstan, tetapi sangat rentan ketika lawan berhasil menembus tekanan atau memanfaatkan kesalahan individu.
Statistik membuktikan kegarangan lini depan Cruz Azul. Selain menjadi yang terdepan dalam jumlah gol, mereka juga menempati peringkat kedua dalam hal peluang jelas (35 peluang) dan berbagi posisi teratas untuk tembakan tepat sasaran (7,4 per pertandingan), berdasarkan data dari Sofascore. Namun, semua keunggulan ofensif itu menjadi sia-sia jika pertahanan terus bocor.
Pekan Penuh Makna: Homenaje dan Reuni
Pada pekan ke-12, Cruz Azul akan menjamu FC Juárez di Estadio Banorte. Laga ini bukan sekadar pertandingan biasa, karena akan ada momen spesial bagi kiper utama mereka, Kevin Mier. Penjaga gawang asal Kolombia itu akan mendapatkan penghargaan atas pencapaiannya yang telah mencatatkan 100 pertandingan di Liga MX. Secara keseluruhan, Mier telah tampil dalam 120 laga resmi bersama La Máquina dan mencatatkan 40 clean sheet. Ia juga menjadi bagian penting dari keberhasilan tim meraih gelar juara Clausura 2026 dan Campeón de Campeones.
Baca juga:Di sisi lain, pertandingan ini juga akan menjadi ajang reuni bagi tiga mantan pemain Cruz Azul yang kini membela FC Juárez. Kiper Sebastián Jurado, yang pernah menjadi bagian dari skuad antara 2020 hingga 2024, akan kembali berhadapan dengan mantan timnya. Bek kiri Alejandro Mayorga, yang memperkuat Cruz Azul dengan status pinjaman pada 2021-2023, juga akan berada di barisan lawan. Ketiganya tentu akan memiliki motivasi ekstra untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Sementara itu, FC Juárez saat ini berada di posisi terbawah klasemen dan sangat membutuhkan poin. Pelatih Gustavo Lema pasti akan berusaha keras untuk memperbaiki performa timnya, yang hanya mampu meraih satu hasil imbang sejauh ini. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi Cruz Azul untuk kembali ke jalur kemenangan dan memperbaiki rekor defensif mereka, sekaligus bagi Juárez untuk bangkit dari keterpurukan.
Masa Depan Erik Lira
Di luar lapangan, isu transfer juga mulai menghangat seputar Cruz Azul. Gelandang Erik Lira dikabarkan menjadi incaran sejumlah klub Eropa. Agennya dikabarkan telah melakukan pendekatan awal dengan klub-klub Spanyol seperti Valencia dan Villarreal. Rencananya, sang agen juga akan menjajaki peluang di liga-liga lain, termasuk Perancis, Inggris, dan Portugal.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada tawaran resmi yang masuk ke meja manajemen Cruz Azul. Klub dilaporkan memasang banderol sekitar 10 juta euro untuk pemain berusia 24 tahun tersebut, sebuah angka yang mungkin menjadi tantangan tersendiri bagi calon peminat. Situasi ini masih berada dalam tahap penjajakan, dan belum ada kepastian mengenai masa depan Lira di klub.
Baca juga:Dengan segala dinamika yang ada, Cruz Azul harus segera menemukan solusi untuk masalah pertahanan mereka jika ingin mempertahankan gelar juara. Pekan-pekan mendatang akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Joel Huiqui dan anak asuhnya untuk membuktikan bahwa mereka mampu bangkit dan kembali menjadi tim yang solid di kedua fase permainan.












