Sorothari – 23 Juli 2026 | Ketegangan meningkat: AS hantam Iran, Houthi targetkan kapal Saudi. Kelompok Houthi yang bermarkas di Yaman mengklaim telah menyerang dua kapal tanker milik Arab Saudi di Laut Merah pada Rabu (22/7/2026) malam. Serangan tersebut dilakukan menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone, yang memicu kebakaran di salah satu kapal.
Dua kapal tanker yang menjadi sasaran adalah Encelia dan Layla. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan bahwa serangan dilancarkan karena kedua kapal melanggar blokade laut yang diberlakukan oleh Houthi terhadap Arab Saudi. Kapal Encelia dilaporkan terkena proyektil di sisi kanan hingga menyebabkan kebakaran saat berada sekitar 130 kilometer di barat daya Al-Shuqaiq. Kapten kapal mengirimkan sinyal darurat dan seluruh awak berhasil memadamkan api serta selamat tanpa korban jiwa. Sementara itu, klaim serangan terhadap kapal Layla hingga kini belum dapat dikonfirmasi secara independen.
Baca juga:Blokade Laut Houthi dan Dampaknya
Serangan ini terjadi beberapa hari setelah Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi pada Senin (20/7). Kelompok tersebut menutup akses Selat Bab al-Mandeb bagi kapal-kapal yang menuju pelabuhan Saudi. Blokade ini memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan energi global, karena Selat Bab al-Mandeb merupakan salah satu jalur pelayaran minyak tersibuk di dunia. Hampir 10 kapal tanker telah mengubah haluan untuk menghindari kawasan rawan tersebut. Gangguan di selat ini, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz, berisiko menghentikan aliran 25 persen pasokan minyak dan gas dunia.
Otoritas Transportasi Umum Arab Saudi mengonfirmasi bahwa kapal Encelia terkena serangan dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional. Saudi telah memberikan reaksi keras terhadap blokade tersebut, dengan koalisi militer pimpinan Saudi menegaskan akan merespons secara tegas setiap ancaman Houthi.
Baca juga:Respons AS: Houthi Diperdaya Iran
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyebut kelompok Houthi telah diperdaya oleh Iran untuk menyerang kapal-kapal di Laut Merah. Pernyataan ini disampaikan Rubio di sela-sela pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Manila, Filipina, pada Kamis (23/7). “Sebenarnya kelompok Houthi sebagian besar bersikap cerdas dan tidak terlibat dalam semua ini selama konflik berlangsung, namun kini mereka tampaknya telah diperdaya untuk ikut terlibat, dengan menargetkan Arab Saudi dan kapal-kapal mereka,” kata Rubio. Ia menambahkan bahwa ia berharap Houthi melakukan deeskalasi karena mereka telah diperdaya oleh Iran.
Serangan Houthi ini terjadi di tengah meningkatnya konflik antara AS dan Iran. Militer AS telah melancarkan serangan udara malam selama 12 hari berturut-turut ke wilayah Iran, yang disebut sebagai upaya untuk mengurangi kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial. Iran memperingatkan akan membalas jika infrastruktur negaranya kembali diserang.
Baca juga:Ketegangan meningkat: AS hantam Iran, Houthi targetkan kapal Saudi. Situasi di kawasan Timur Tengah semakin memanas dengan adanya blokade laut dan serangan terhadap kapal tanker. Para analis menilai langkah Houthi merupakan bagian dari strategi Iran untuk meningkatkan posisi tawarnya dalam konflik yang sedang berlangsung. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Iran mengenai keterlibatan mereka dalam serangan tersebut. Perkembangan terbaru masih terus dipantau oleh berbagai pihak, termasuk lembaga keamanan maritim internasional.













