Berita  

Khawatirkan Rudal Iran, Wali Kota di Tel Aviv Mulai Buka Semua Bunker untuk Warga Berlindung

Khawatirkan Rudal Iran, Wali Kota di Tel Aviv Mulai Buka Semua Bunker untuk Warga Berlindung
Khawatirkan Rudal Iran, Wali Kota di Tel Aviv Mulai Buka Semua Bunker untuk Warga Berlindung

Sorothari – 24 Juli 2026 | Kekhawatiran akan serangan rudal Iran mendorong Wali Kota Ramat Gan, Carmel Shama-Hacohen, untuk membuka seluruh bunker di kotanya bagi warga. Keputusan ini diambil berdasarkan asesmen keamanan yang menunjukkan potensi tinggi kiriman rudal Iran pada akhir pekan ini. Ramat Gan yang terletak di timur Tel Aviv menjadi salah satu daerah yang bersiap menghadapi eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

“Kami memutuskan membuka semua shelter di kota (Ramat Gan),” kata Shama-Hacohen dalam pernyataan resmi. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap ancaman yang kian nyata setelah serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Baca juga:
Mengenal Gunung Pickaxe, Situs Nuklir Bawah Tanah Iran yang Diincar Trump

Ancaman Iran Makin Nyata

Ancaman serangan rudal Iran semakin menguat setelah Panglima Angkatan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Seyed Majid Mousavi, menyatakan bahwa sekutu-sekutu Washington di kawasan Timur Tengah akan dibuat gelap gulita jika AS menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran. “Jika jembatan-jembatan dan pembangkit-pembangkit listrik kami diserang, terputusnya aliran listrik di negara-negara sekutu (AS) tak akan terhindarkan,” ujar Mousavi pada Rabu (22/7/2026).

Pernyataan tersebut merupakan respons atas ancaman Presiden AS Donald Trump yang akan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik di Iran untuk setiap kapal yang diserang Iran di Selat Hormuz. Komando Pusat Khatam Al-Anbiya Iran juga menegaskan, jika ancaman itu direalisasikan, Teheran akan menyerang infrastruktur minyak, gas, ekonomi, dan pembangkit listrik di seluruh Timur Tengah. “Ancaman berulang dari kriminal AS dan militernya hanya akan memperluas perang di kawasan dan lebih luas lagi,” demikian pernyataan badan tersebut yang disiarkan televisi nasional Iran.

Ketegangan ini bermula dari perjanjian damai yang ditandatangani pada 18 Juni 2026 lalu. Namun, AS kembali melancarkan serangan ke Iran sejak 8 Juli dengan dalih membalas tindakan Iran terhadap kapal dagang di Selat Hormuz. Iran pun merespons dengan serangan balasan, termasuk terhadap pangkalan militer AS di Yordania yang menewaskan tiga prajurit AS. Serangan tersebut menjadi bukti bahwa kemampuan militer Iran tetap tangguh meski terus digempur.

Baca juga:
Peringatan Dini BMKG: Waspada Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah dan Suhu Terik di Jawa

Sikap Israel: Tidak Berminat Ikut Campur

Di tengah meningkatnya ketegangan, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich menyatakan bahwa negaranya tidak berminat untuk ikut menyerang Iran. “Saat ini, negara Israel tidak tertarik untuk bergabung dalam kampanye tersebut. Situasi saat ini baik bagi kami dan kami tidak berminat untuk memaksakan diri ke dalamnya. Kami siap menghadapi skenario apa pun,” ujar Smotrich dalam konferensi di Yad Binyamin, Israel tengah, Selasa (21/7/2026).

Pernyataan ini menegaskan posisi Israel yang enggan terlibat langsung dalam konflik AS-Iran, meskipun Israel berada dalam jangkauan rudal Iran. Situasi keamanan di Israel tetap waspada, terutama di wilayah seperti Ramat Gan yang berdekatan dengan Tel Aviv.

Perkembangan Terbaru

Hingga saat ini, AS telah melakukan serangkaian serangan terhadap Iran selama sepuluh hari berturut-turut. Komando Pusat AS (Centcom) mengumumkan serangan terbaru pada Selasa (21/7) yang menargetkan pusat komando militer Iran, kemampuan maritim, lokasi peluncuran rudal dan drone, serta sistem pertahanan udara. Ledakan dilaporkan terjadi di Qeshm, pulau terbesar di Selat Hormuz, serta di kota-kota pelabuhan Bandar Abbas dan Bandar Lengeh.

Baca juga:
15 Teman Kuliah Jokowi Siap Bersaksi dalam Sidang Kasus Pencemaran Nama Baik Ijazah

Dengan situasi yang masih dinamis, langkah Wali Kota Ramat Gan membuka bunker menjadi tanda kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan serangan rudal Iran. Warga diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan otoritas setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *