Gianni Infantino Ngamuk, Kritik FIFA Disebut Tebar Kebencian dan Rumor Palsu

Gianni Infantino Ngamuk, Kritik FIFA Disebut Tebar Kebencian dan Rumor Palsu
Gianni Infantino Ngamuk, Kritik FIFA Disebut Tebar Kebencian dan Rumor Palsu

Sorothari – 28 Juli 2026 | Presiden FIFA Gianni Infantino merespons gelombang kritik terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026 dengan nada keras. Dalam surat terbuka yang diunggah di akun Instagram pribadinya dan kanal resmi FIFA, Infantino menuding para pengkritik hanya menyebarkan kebencian dan rumor palsu. Pernyataan tersebut menjadi salah satu respons paling tajam sejak turnamen berakhir.

“Kepada mereka yang berada di balik pena dan kertas, di balik layar yang menyebarkan kebencian dan rumor palsu, saya ingin mengatakan bahwa sementara Anda duduk di belakang, kami di FIFA berada di garis depan, mengatur, bekerja keras, dan menghadirkan pertunjukan terbaik di dunia,” tulis Infantino dalam unggahan berisi 15 slide. Ia juga meminta maaf kepada para pecinta sepak bola karena turnamen telah usai, namun menyindir mereka yang terlalu sibuk mengkritik sehingga melewatkan momen kebersamaan.

Baca juga:
IFAB Akui Kartu Merah Breel Embolo Saat Swiss vs Argentina di Piala Dunia 2026 Adalah Keputusan Salah

Infantino mengklaim Piala Dunia 2026 berlangsung sangat aman tanpa insiden kekerasan. “Kami tidak mengalami kekerasan, tidak ada insiden, 100 persen aman dan terlindungi, hanya kegembiraan dan kebahagiaan!” tegasnya. Namun, pernyataan ini menuai sorotan karena dianggap mengabaikan sejumlah persoalan yang muncul selama turnamen.

Kontroversi Visa dan Keamanan

Salah satu isu utama adalah kebijakan pembatasan perjalanan Amerika Serikat yang berdampak pada pendukung dari Iran, Haiti, Senegal, dan Pantai Gading. Kapten tim nasional Iran, Mehdi Taremi, bahkan menyebut penyelenggaraan Piala Dunia sebagai sebuah “bencana” karena pembatasan visa dan mobilitas yang dialami anggota federasi sepak bola negaranya. Selain itu, insiden di Mexico City yang mengakibatkan empat orang meninggal akibat sesak napas saat perayaan kemenangan Meksiko atas Ekuador tidak disinggung dalam pernyataan Infantino.

Baca juga:
Thom Haye kehilangan status pemain termahal Liga 1, Stjepan Loncar pecahkan rekor bersama Persija

Kontroversi Hukuman dan Wasit

Infantino juga tidak membahas kasus Folarin Balogun, penyerang Amerika Serikat yang mendapat kartu merah tetapi hukumannya dibatalkan setelah intervensi Presiden Donald Trump. Keputusan ini memicu perdebatan luas. Menanggapi kritik, Infantino menilai keputusan kontroversial wasit maupun komisi disiplin adalah hal lazim dalam kompetisi sepak bola. “Kartu merah atau kartu kuning yang mungkin keliru, atau keputusan untuk tidak menjatuhkan sanksi kepada pemain dalam situasi tertentu, adalah hal yang biasa dan diterima di beberapa liga terbesar di dunia,” katanya.

FIFA sendiri mencatat pendapatan rekor sepanjang sejarah pada periode yang sama, meskipun dihujani kritik. Infantino menegaskan bahwa sepak bola harus menyatukan, bukan memecah. “Anda begitu larut dalam kebencian dan kritik sehingga melewatkan semua kegembiraan dan kebersamaan itu,” tulisnya. Hingga saat ini, berbagai organisasi pengawas dan media masih menunggu langkah FIFA untuk mengatasi masalah visa dan keamanan yang mencuat selama Piala Dunia 2026.

Baca juga:
Alasan Patricio Matricardi Bertahan di Persib hingga 2028: Telanjur Nyaman dan Betah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *