Sorothari – 28 Juli 2026 | Kylian Mbappe berhasil meraih sepatu emas di Piala Dunia 2026 setelah mencetak 10 gol sepanjang turnamen. Namun, di balik pencapaian gemilang itu, pemain timnas Prancis tersebut masih menyimpan kekecewaan karena gagal membawa Les Blues menjadi juara. Mbappe pun menyampaikan rasa terima kasih kepada para penggemar serta mengenang impian masa kecilnya yang mulai terwujud.
Dalam unggahan di akun Instagram resminya, Mbappe menuliskan bahwa kegagalan meraih trofi sebagai tim masih menyisakan luka mendalam. “Kami tidak membawa pulang trofi sebagai tim. Itu menyakitkan dan akan terasa untuk beberapa waktu,” tulisnya. Meski demikian, ia bangga bisa memenangkan sepatu emas, namun akan jauh lebih berarti jika disertai trofi Piala Dunia. “Mungkin kami berutang akhir cerita yang lebih baik kepada Anda semua. Namun, kami tidak selalu bisa memilih bagaimana cerita berakhir. Yang bisa kami pilih adalah usaha yang kami berikan, dan kami sudah memberikan segalanya,” lanjut Mbappe.
Baca juga:Prancis memang datang sebagai salah satu tim favorit di Piala Dunia 2026. Mereka tampil solid sebagai juara Grup I, lalu menyingkirkan Swedia, Paraguay, dan Maroko di babak gugur sebelum akhirnya kalah dari Spanyol di semifinal dengan skor 0-2 di Dallas, Texas. Sepanjang delapan pertandingan, Mbappe mencetak gol dalam enam laga, termasuk brace saat menghadapi Senegal, Irak, dan Swedia. Ia juga mencetak gol di perebutan tempat ketiga melawan Inggris, meski Prancis kalah 4-6.
Sepatu emas di Piala Dunia 2026 menjadi salah satu dari tiga penghargaan serupa yang diraih Mbappe dalam kurun satu tahun. Sebelumnya, ia telah menjadi top scorer La Liga dengan 25 gol pada musim 2025/2026, mempertahankan trofi Pichichi yang diraihnya sejak debut bersama Real Madrid. Di Liga Champions, ia juga menjadi pencetak gol terbanyak dengan 15 gol, meski Los Blancos hanya melaju hingga perempat final. Torehan itu menjadikan Mbappe sebagai pemain pertama dalam sejarah yang menyapu bersih sepatu emas di tiga kompetisi besar dalam satu musim yang sama.
Baca juga:Catatan ini melampaui pencapaian legenda seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, yang belum pernah mencapai prestasi serupa. Mbappe kini mengoleksi total 22 gol di putaran final Piala Dunia, menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah ajang tersebut. Konsistensinya di level klub dan internasional menjadi bukti ketajaman yang langka. Meski Real Madrid gagal meraih trofi besar dalam dua musim terakhir, performa individu Mbappe tetap berada di level tertinggi.
“Saya bangga dapat memenangkan sepatu emas, tetapi akan jauh lebih berarti jika disertai trofi Piala Dunia,” ujar Mbappe, mengulangi pernyataannya. Ia juga memberikan apresiasi kepada rekan setimnya yang telah mendukungnya sehingga mampu tampil tajam sepanjang turnamen. Dengan pencapaian ini, nama Kylian Mbappe semakin kokoh sebagai salah satu pemain terbaik dunia yang mampu menorehkan sejarah setiap musimnya.
Baca juga:












