Sorothari – 29 Juli 2026 | Lagi sulit cari kerja, Mongolia tawarkan 8.000 lowongan bagi warga Jakarta. Peluang ini diumumkan oleh Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) Provinsi DKI Jakarta, Taufik, dalam acara Jakarta Timur Career Fest dan Bazaar 2026 Gelombang I di GOR Ciracas, Selasa (28/7/2026). Menurut Taufik, informasi mengenai lowongan tersebut diperoleh setelah pihaknya menerima audiensi dari perwakilan Pemerintah Mongolia pada pekan lalu.
Pemerintah Mongolia membuka kesempatan bagi tenaga kerja asal Indonesia, khususnya warga DKI Jakarta, untuk mengisi sekitar 8.000 posisi di berbagai sektor. Salah satu sektor yang paling membutuhkan adalah industri perhotelan. Gaji yang ditawarkan berkisar antara 500 hingga 900 dolar AS per bulan, atau setara dengan sekitar Rp 8,2 juta hingga Rp 14,8 juta, tergantung pada kurs dan kompetensi pekerja.
Baca juga:Meski demikian, proses perekrutan belum dapat dimulai saat ini. Disnakertransgi DKI masih menunggu surat izin perekrutan dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Taufik menyatakan bahwa jika izin telah terbit, penempatan tenaga kerja ditargetkan mulai September 2026.
“Dan saat ini sedang menunggu surat izin perekrutan dari KP2MI, dan September ini akan menempatkan,” ujarnya.
Taufik menegaskan bahwa pemerintah tidak bermaksud mengarahkan seluruh pencari kerja untuk bekerja di luar negeri. Namun, peluang ini layak dipertimbangkan mengingat kondisi perekonomian saat ini dan meningkatnya permintaan tenaga kerja dari sejumlah negara.
Baca juga:“Jadi teman-teman pencari kerja, ini kesempatan, bukan kami mengarahkan pencari kerja untuk bekerja ke luar negeri, tetapi memang saat ini dengan kondisi perekonomian kita saat ini, dan memang peluang kerja di luar negeri memang memungkinkan,” jelasnya.
Pengumuman lowongan ini bertepatan dengan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di DKI Jakarta. Berdasarkan data Disnakertransgi, TPT pada Februari 2026 tercatat sebesar 6,03 persen, turun dari 6,18 persen pada Februari 2025. Jumlah penduduk yang bekerja meningkat menjadi sekitar 5,20 juta orang, sementara pengangguran berkurang menjadi sekitar 334.000 orang. Jumlah angkatan kerja juga naik menjadi sekitar 5,53 juta orang, menunjukkan optimisme masyarakat untuk memasuki pasar kerja.
Jakarta Timur, yang memiliki jumlah penduduk terbesar, masih menghadapi tantangan dalam penyediaan lapangan kerja. Oleh karena itu, kesempatan kerja di luar negeri seperti yang ditawarkan Mongolia dapat menjadi alternatif bagi pencari kerja di wilayah tersebut.
Baca juga:Bagi warga Jakarta yang tertarik, disarankan untuk memantau informasi resmi dari Disnakertransgi DKI Jakarta dan menunggu kepastian izin perekrutan dari KP2MI. Dengan adanya peluang ini, diharapkan dapat membantu mengurangi angka pengangguran sekaligus membuka pengalaman kerja internasional bagi tenaga kerja Indonesia.













