Sorothari – 14 September 2026 | Petenis putra asal Jerman, Alexander Zverev, berhasil keluar sebagai kampiun turnamen Grand Slam US Open 2026 setelah menundukkan wakil tuan rumah, Ben Shelton, pada babak final tunggal putra di Stadion Arthur Ashe, New York. Kemenangan ini memastikan gelar Grand Slam kedua sepanjang karier profesional Zverev sekaligus trofi perdananya di turnamen bergengsi Amerika Serikat tersebut.
Pertandingan puncak edisi ke-146 yang berlangsung di USTA Billie Jean King National Tennis Center itu menyajikan pertarungan sengit selama lebih dari empat jam. Zverev, yang menempati posisi unggulan teratas, mengamankan kemenangan empat set dengan skor 6-3, 7-6(2), 5-7, dan 6-2 atas Shelton.
Baca juga:Dominasi Servis Alexander Zverev di US Open 2026
Dalam laga penentu tersebut, Zverev tampil sangat solid dengan mengandalkan akurasi servisnya. Petenis berusia 29 tahun itu mencatatkan persentase kemenangan servis pertama mencapai 85 persen serta melesakkan 35 pukulan winner. Meski Shelton mencoba membalikkan keadaan dengan memenangi set ketiga dan membukukan 47 winner, tingginya unforced error petenis Amerika Serikat itu—yang mencapai 47 kali—menjadi celah yang berhasil dimanfaatkan Zverev untuk mengunci set keempat.
Kemenangan di New York melengkapi pencapaian luar biasa Zverev pada musim kompetisi 2026. Sebelumnya, ia meraih trofi Grand Slam perdananya di French Open pada Juni 2026. Gelar juara di Flushing Meadows kian mempertegas statusnya sebagai salah satu kekuatan dominan di sirkuit tenis dunia saat ini.
Baca juga:Puasa Gelar Petenis Putra Amerika Serikat Berlanjut
Bagi Ben Shelton, kekalahan di partai final perdananya ini memperpanjang dahaga gelar Grand Slam tunggal putra bagi publik Amerika Serikat. Hingga kini, petenis putra AS telah melewati 92 turnamen Grand Slam berturut-turut tanpa gelar juara sejak Andy Roddick terakhir kali memenangi US Open pada 2003 silam.
Meski kecewa, Shelton menyatakan tekadnya untuk bangkit dan terus berkembang setelah penampilan impresifnya sepanjang turnamen dua pekan tersebut. Di sisi lain, Zverev memberikan penghormatan tinggi kepada lawannya dan memprediksi bahwa Shelton akan segera meraih gelar Grand Slam di masa depan.
Baca juga:Zverev juga menunjukkan sikap rendah hati saat disinggung mengenai posisinya sebagai petenis terbaik di dunia pasca-kemenangan ini. Ia mengakui peta persaingan tetap terbuka, mengingat rival kuatnya seperti Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz tengah dalam masa pemulihan cedera. Ajang US Open 2026 resmi menutup rangkaian empat turnamen Grand Slam tahun ini, dengan para petenis kini mulai mengalihkan fokus persiapan menuju Australian Open musim mendatang.





