Aksi Naomi Osaka di US Open 2026: Padukan Tren Mode dan Soroti Etika Penonton

Aksi Naomi Osaka di US Open 2026: Padukan Tren Mode dan Soroti Etika Penonton
Aksi Naomi Osaka di US Open 2026: Padukan Tren Mode dan Soroti Etika Penonton

Sorothari – 12 September 2026 | Petenis putri asal Jepang, naomi osaka, menjadi pusat perhatian sepanjang turnamen US Open 2026 di Flushing Meadows, New York. Kehadirannya tidak hanya memikat publik lewat serangkaian busana pertandingan yang modis dan berani, tetapi juga memicu diskusi penting mengenai etika menonton tenis di era media sosial setelah ia menyuarakan kekecewaannya atas gangguan yang terjadi di tribun penonton.

Turnamen Grand Slam penutup musim ini di Arthur Ashe Stadium memang menyajikan atmosfer yang berbeda. Di satu sisi, perhelatan olahraga ini semakin meriah dengan hadirnya berbagai pesohor dunia dan kolaborasi mode kelas atas. Di sisi lain, peningkatan kehadiran pemengaruh (influencer) serta pembuat konten digital justru memicu ketegangan dengan penggemar tenis tradisional akibat pelanggaran norma ketertiban pertandingan.

Baca juga:
Melaju ke Babak Ketiga US Open, Naomi Osaka Soroti Etika Penonton dan Influencer

Gaya Busana Ikonik Naomi Osaka di Lapangan Tenis

Dikenal kerap mendobrak batas gaya berbusana di arena olahraga, naomi osaka kembali membuktikan statusnya sebagai ikon mode lapangan. Pada sesi latihan sebelum turnamen dimulai, mantan petenis nomor satu dunia ini menarik perhatian dengan gaun mini tembaga Dolce & Gabbana dari koleksi musim semi 2003. Kejutan visual tersebut berlanjut saat pertandingan resmi dimulai.

Pada putaran kedua, ia melangkah ke lapangan mengenakan pakaian rancangan khusus rumah mode Thom Browne, yang memadukan mantel putih berbordir raket tenis perak dengan rok lipit dramatis. Saat bertanding, mantel tersebut dilepas untuk memperlihatkan setelan tenis perak dari Nike dengan aksen potongan geometris putih.

Eksplorasi gaya Osaka di US Open 2026 juga mencakup kolaborasi dengan sejumlah desainer dan label ternama lainnya:

  • Who Decides War: Menghadirkan paduan rompi bertudung tanpa lengan (sleeveless hoodie) dan rok tule sebagai penghormatan kepada legenda bola basket Allen Iverson.
  • Monse: Menampilkan setelan semi-formal berupa blazer dekonstruksi serta celana lebar abu-abu yang dipadukan dengan pakaian olahraga fleece dari Nike.
  • KidSuper: Menyuguhkan luaran berkonsep artistik dengan cetakan ilustrasi kontemporer yang dinamis.

Tren busana ekspresif di turnamen ini juga diramaikan oleh petenis lain seperti Carlos Alcaraz yang mengenakan setelan kolaborasi Cactus Jack x Nike rancangan Travis Scott, serta Taylor Townsend yang tampil mencolok dengan busana oranye beraksen gesper dan gaun merah bertabur manik-manik.

Baca juga:
Tembus Final US Open 2026, Ben Shelton Siap Hadapi Alexander Zverev Demi Cetak Sejarah

Insiden Gangguan Lampu dan Penegakan Etika Bertanding

Di balik semarak busana dan performa di lapangan, naomi osaka harus menghadapi tantangan konsentrasi akibat perilaku penonton yang melanggar tradisi ketenangan olahraga tenis. Pada pertandingan putaran pertama, wasit kursi terpaksa menghentikan laga sejenak setelah sekelompok pembuat konten di area ruang jamuan (hospitality suite) menyalakan lampu cincin (ring light) berdaya terang tinggi untuk merekam video TikTok, tepat saat Osaka bersiap melakukan servis.

Gangguan serupa berlanjut pada pertandingan putaran berikutnya, di mana wasit harus meminta ketertiban dan ketenangan penonton hingga tiga kali. Suara obrolan yang terus terdengar saat reli berlangsung menjadi keluhan utama para pemain unggulan.

Dalam sesi konferensi pers usai pertandingan, Osaka secara terbuka meminta para penonton untuk lebih menghormati jalannya laga dan memahami etika dasar tenis. Sikap ini didukung oleh penonton setia US Open yang merasa atmosfer stadion tercoreng oleh aksi segelintir pengunjung yang lebih mementingkan konten media sosial daripada jalannya kompetisi.

Beberapa insiden yang dilaporkan terjadi di tribun penonton antara lain:

Baca juga:
Langkah Jessica Pegula Terhenti di Semifinal US Open Usai Hadapi Ketangguhan Aryna Sabalenka
  • Penonton yang terus berbicara dengan suara keras di tengah jalannya poin.
  • Pengunjung yang berdiri di lorong tribun untuk merekam video hingga menghalangi pandangan penonton lain, seperti yang sempat memicu adu mulut pada laga Carlos Alcaraz kontra Ben Shelton.
  • Perilaku tidak tertib seperti berpindah ke kursi kosong di barisan depan tanpa izin hingga mengambil suvenir gelas minuman milik penonton lain.

Strategi USTA dan Menatap Laga Puncak

Asosiasi Tenis Amerika Serikat (USTA) mengonfirmasi telah memberikan akreditasi kepada lebih dari 100 kreator konten pada gelaran tahun ini sebagai upaya memperluas jangkauan promosi kepada generasi muda. Menanggapi gelombang kritik dari atlet dan penggemar, USTA menyatakan komitmennya untuk terus menyeimbangkan misi memperluas audiens dengan kewajiban menjaga kenyamanan para pemain di lapangan melalui penambahan papan peringatan serta pesan berkala kepada pemegang tiket.

US Open 2026 kini memasuki babak penentuan di sektor tunggal putri. Juara bertahan dua kali sekaligus petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, dijadwalkan berhadapan dengan juara Australian Open asal Kazakhstan, Elena Rybakina, pada laga final di Arthur Ashe Stadium. Sabalenka membidik gelar juara US Open untuk ketiga kalinya secara beruntun, sementara Rybakina bertekad mengukir sejarah merebut trofi perdananya di New York.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *