Sorothari – 13 September 2026 | Bintang tenis asal Spanyol, Carlos Alcaraz, menjadi sorotan utama di panggung US Open setelah tersingkir dalam duel perempat final dramatis melawan petenis tuan rumah, Ben Shelton. Pertandingan sengit lima set tersebut mencatatkan rekor waktu penyelesaian paling larut dalam sejarah turnamen Flushing Meadows usai berakhir pada pukul 03.33 dini hari waktu setempat. Kekalahan ini sekaligus menandai babak baru dalam peta persaingan tenis putra dunia musim ini, di mana dominasi mutlak yang sebelumnya dipegang oleh generasi muda mulai menghadapi tantangan fisik yang nyata.
Turnamen US Open kali ini menjadi ajang kembalinya Carlos Alcaraz setelah sempat menepi selama lebih dari empat bulan akibat cedera pergelangan tangan. Cedera tersebut sebelumnya memaksa sang petenis Spanyol absen dari turnamen bergengsi French Open dan Wimbledon. Meskipun mampu tampil solid dengan hanya kehilangan satu set dalam perjalanannya menuju babak delapan besar, faktor kebugaran pertandingan dan intensitas tinggi pascacedera akhirnya menjadi pembeda saat berhadapan dengan Shelton yang tampil luar biasa di hadapan publik New York.
Baca juga:Peringatan Juan Martin del Potro Mengenai Beban Fisik Carlos Alcaraz
Mantan juara US Open 2009, Juan Martin del Potro, memberikan pandangannya mengenai situasi yang dihadapi oleh Carlos Alcaraz dan rival utamanya, Jannik Sinner. Menurut mantan petenis asal Argentina tersebut, Alcaraz memiliki keunggulan tersendiri yang membuatnya mampu memikat hati para penggemar olahraga tenis di seluruh dunia.
Del Potro menilai gaya bermain yang eksplosif serta kepribadian Alcaraz di dalam maupun luar lapangan memberikan daya tarik lebih. Namun, Del Potro yang kariernya terganggu oleh serangkaian operasi pergelangan tangan dan lutut mengingatkan pentingnya manajemen jadwal bertanding yang bijak bagi para petenis top.
Del Potro menegaskan bahwa tenis modern menuntut stamina luar biasa dengan jadwal turnamen yang berlangsung hampir setiap pekan. Kebutuhan untuk mengambil jeda kompetisi menjadi sangat krusial agar Alcaraz dan Sinner dapat mempertahankan dominasi jangka panjang tanpa harus mengalami penurunan performa akibat masalah fisik yang berulang.
Baca juga:Pergeseran Peta Dominasi Menuju Final US Open
Kekalahan Carlos Alcaraz di babak perempat final serta absennya Jannik Sinner akibat cedera lutut membuka jalan bagi unggulan utama Alexander Zverev dan Ben Shelton untuk melaju ke partai puncak. Shelton, yang berusia 23 tahun, berpeluang menorehkan sejarah sebagai petenis putra Amerika Serikat pertama yang menjuarai turnamen Grand Slam sejak keberhasilan Andy Roddick pada 2003 silam.
Di sisi lain, Alexander Zverev menyambut kesempatan ini untuk mengejar gelar Grand Slam keduanya tahun ini setelah sebelumnya sukses menjuarai French Open. Zverev sempat melontarkan pernyataan yang menyita perhatian publik terkait persaingan tenis putra yang selama ini selalu berpusat pada rivalitas Alcaraz dan Sinner. Petenis asal Jerman tersebut membuktikan bahwa konsistensi di tengah absennya dua rival terkuatnya mampu membawanya kembali ke partai final turnamen Grand Slam ketiga secara beruntun.
Sorotan di Flushing Meadows kini tertuju pada partai penentuan antara Zverev dan Shelton, sementara evaluasi fisik dan pemulihan kebugaran menjadi fokus utama bagi kubu Carlos Alcaraz dalam menatap agenda turnamen penutup musim.
Baca juga:






