Anfernee Simons Jadi Senjata Baru 76ers di Tengah Beban Berat Musim 2026/2027

Anfernee Simons Jadi Senjata Baru 76ers di Tengah Beban Berat Musim 2026/2027
Anfernee Simons Jadi Senjata Baru 76ers di Tengah Beban Berat Musim 2026/2027

Sorothari – 24 Oktober 2026 | Anfernee Simons menjadi salah satu sorotan dalam persiapan Philadelphia 76ers menghadapi musim NBA 2026/2027 yang baru bergulir. Guard anyar itu tampil produktif dari bangku cadangan, termasuk saat 76ers merusak pesta juara New York Knicks di Madison Square Garden dengan kemenangan 106-100, Selasa (20/10/2026) waktu setempat atau Rabu (21/10/2026) WIB. Simons menyumbang 13 poin dalam laga pembuka tersebut, melengkapi penampilan gemilang Tyrese Maxey yang mencetak 28 poin.

Kemenangan di hadapan publik Madison Square Garden itu terasa istimewa bagi 76ers. Sebelum pertandingan, Knicks menggelar seremoni penyerahan cincin juara dan pengibaran spanduk gelar NBA pertama mereka sejak 1973. Cincin diserahkan oleh Walt “Clyde” Frazier, legenda Knicks yang menjadi bagian dari tim juara 1970 dan 1973. Namun, euforia tuan rumah langsung dibungkam oleh permainan agresif Philadelphia.

Baca juga:
Ange Postecoglou Soroti Jadwal Padat Usai Al Nassr Jaga Rekor Sempurna

Selain Simons, dua rekrutan besar 76ers, LeBron James dan Jaylen Brown, langsung memberi kontribusi. James membukukan 14 poin, sembilan rebound, dan tujuh assist, sedangkan Brown mencatat 19 poin, delapan rebound, dan enam assist. Joel Embiid menambahkan 13 poin dan 11 rebound. Di kubu Knicks, Jalen Brunson menjadi pencetak angka terbanyak dengan 21 poin, meski akurasi tembakannya kurang efektif, hanya enam dari 19 percobaan field goal atau sekitar 31,6 persen.

Bagi Simons, peran sebagai pengganti bukan hal baru. Di laga melawan Knicks, ia mendapat menit bermain signifikan. Nick Nurse selaku pelatih kepala 76ers tercatat menggunakan delapan pemain secara efektif, dengan Maxey bermain 40 menit, Embiid 33 menit, serta kombinasi Kentavious Caldwell-Pope dan Simons mencapai 51 menit. Jabari Walker hanya mendapat tiga menit sebagai pemain kesembilan. Beban berat itu menjadi konsekuensi dari kemenangan 106-100 atas Knicks.

Dua hari kemudian, 76ers kembali menghadapi ujian berat. Melawan Cleveland Cavaliers, Philadelphia sempat tertinggal 29 poin sebelum akhirnya bangkit dan menang 114-106. Dalam laga itu, Embiid mencetak 24 poin. Simons kembali dipercaya mengisi rotasi, meski tak disebutkan secara rinci kontribusinya. Yang jelas, kerja keras di awal musim ini memunculkan pembicaraan soal manajemen beban pemain, terutama karena 76ers menghadapi back-to-back pertama mereka.

Embiid pun angkat bicara soal jadwal padat tersebut. “Saya tidak akan bermain di kedua pertandingan. Saya hanya bermain di salah satunya. Saya tidak tahu. Mereka akan memberi tahu saya. Tapi saya merasa baik-baik saja. Jadi, apa pun yang mereka katakan, saya akan melakukannya. Dan jika saya tidak setuju, saya mungkin akan melawan, tapi mungkin saya tidak akan menang. Jadi, saya memberi mereka kebebasan untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan,” kata Embiid usai laga melawan Cavaliers.

Baca juga:
Fabio Borini Pensiun di Usia 35, Kenangan Manis Bersama Sunderland dan Liverpool

Pernyataan Embiid itu muncul di tengah upaya 76ers mengatur menit bermain para bintangnya. Embiid tidak tercantum dalam laporan cedera Jumat, yang mengindikasikan ia akan bermain pada Sabtu. Sementara LeBron James terdaftar dengan keterangan “low back/sciatica management”. Pelatih Nick Nurse mengaku puas dengan pencapaian target menit bermain. “Kami mencapai target kami hampir tepat dengan LeBron dan Joel. Tentu saja Tyrese sedikit di atas. Kami ingin menurunkannya. Dan Jaylen 37 menit, mungkin satu setengah menit lebih dari yang kami inginkan. Jadi cukup senang dengan itu,” ujar Nurse.

Kehadiran Simons di roster 76ers merupakan bagian dari perombakan besar yang dilakukan manajemen pada musim panas. Selain mendatangkan LeBron James dan Jaylen Brown, Philadelphia merekrut Simons untuk memperkuat kedalaman skuad yang sudah memiliki Embiid dan Maxey. Langkah ini disebut-sebut sebagai ancaman serius bagi dominasi Knicks di Wilayah Timur. Boston Celtics pun tak tinggal diam; kehilangan Brown membuat mereka mendatangkan Paul George, Mitchell Robinson, dan Mike Conley.

Di sisi lain, Knicks tetap menjadi favorit setelah mengakhiri penantian 53 tahun. Jalen Brunson menegaskan konsistensi menjadi kunci. “Cara kami mendekati musim lalu adalah dengan menjalaninya hari demi hari. Kami tahu apa yang diperlukan, tetapi yang terpenting adalah memasuki musim baru dengan pola pikir yang sama, bahkan lebih baik,” ujar Brunson sebelum pengibaran spanduk juara.

Persaingan di Wilayah Timur diprediksi memanas. Philadelphia 76ers, dengan komposisi bertabur bintang, dituntut segera membangun keselarasan permainan. Simons, yang dikenal sebagai penembak jitu, diharapkan mampu menjadi opsi tambahan dari bangku cadangan. Meski demikian, nama besar tidak otomatis menjamin keberhasilan. LeBron dan rekan-rekannya perlu membagi peran serta menemukan keseimbangan di tengah padatnya jadwal.

Baca juga:
Arsenal Resmi Lepas Gabriel Martinelli ke Al Hilal dengan Rekor Penjualan Termahal

Dari Wilayah Barat, San Antonio Spurs mengandalkan Victor Wembanyama setelah mencapai Final NBA musim lalu. Namun, Oklahoma City Thunder tetap menjadi penghalang utama dengan Shai Gilgeous-Alexander yang memburu penghargaan MVP ketiga secara beruntun. Panasnya persaingan langsung tersaji di hari pembukaan: Boston Celtics menghadapi Detroit Pistons, Philadelphia 76ers menantang Knicks, Thunder bertandang ke markas Spurs, dan Golden State Warriors berhadapan dengan Los Angeles Lakers di Crypto.com Arena.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari 76ers mengenai rencana jangka panjang Simons, termasuk apakah ia akan terus menjadi pilihan utama di rotasi kedua. Namun, performa awal musim ini menunjukkan bahwa Anfernee Simons bisa menjadi salah satu kunci sukses Philadelphia dalam menantang dominasi Knicks dan tim-tim papan atas lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *