Berita  

BKN Kawal Manajemen Talenta ASN: Morowali Petakan 5.535 Pegawai, Kuningan Dapat 3.000 Kuota Profiling

BKN Kawal Manajemen Talenta ASN: Morowali Petakan 5.535 Pegawai, Kuningan Dapat 3.000 Kuota Profiling
BKN Kawal Manajemen Talenta ASN: Morowali Petakan 5.535 Pegawai, Kuningan Dapat 3.000 Kuota Profiling

Sorothari – 24 Oktober 2026 | Kinerja Badan Kepegawaian Negara (BKN) kembali menjadi sorotan dalam upaya memperkuat sistem merit di daerah. Melalui pendampingan manajemen talenta dan program Profiling ASN (Pro ASN), BKN mendorong penempatan aparatur sipil negara (ASN) berbasis kompetensi, potensi, dan kinerja. Dua daerah yang baru bergerak dalam program ini adalah Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Di Morowali, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali menegaskan komitmennya menerapkan manajemen talenta ASN sebagai dasar penempatan jabatan dan pengembangan karier. Langkah ini disampaikan Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, saat menghadiri ekspose pembangunan manajemen talenta ASN di BKN Pusat, Jakarta Timur, Kamis (22/10/2026). Iriane hadir mewakili Bupati Morowali didampingi Kepala Kantor Regional IV BKN Makassar Akhmad Syauki, Kepala BKPSDMD Morowali Asep Haerudin, dan Kepala Bidang Mutasi, Pengembangan, dan Penilaian Kinerja Aparatur Indo Unga.

Baca juga:
Transformasi ASN Digital: Inovasi Data, Profiling Kompetensi, dan Kinerja Berbasis Dampak

Menurut Iriane, manajemen talenta diperlukan untuk memetakan kapasitas dan kinerja ASN secara objektif. Hasil pemetaan itu diharapkan menjadi landasan menempatkan aparatur sesuai kompetensi sekaligus menyiapkan pengembangan karier yang selaras dengan kebutuhan organisasi. “Melalui manajemen talenta ini, saya berharap potensi dan kinerja seluruh ASN di Kabupaten Morowali dapat terlihat dengan baik, sehingga menjadi dasar dalam pengembangan karier dan penempatan aparatur sesuai kompetensi,” ujarnya.

Iriane juga menyampaikan apresiasi kepada BKN Pusat dan Kantor Regional IV BKN Makassar atas dukungan serta pendampingan dalam mempersiapkan penerapan sistem manajemen talenta. Ia berharap sistem tersebut mendorong pengelolaan sumber daya manusia aparatur yang lebih terukur dan profesional, sehingga potensi setiap ASN dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kinerja pemerintahan dan pelayanan publik.

Wakil Kepala BKN RI Suherman menekankan bahwa keberhasilan penerapan manajemen talenta membutuhkan komitmen pimpinan daerah, tata kelola kelembagaan yang baik, serta data kepegawaian yang akurat dan terintegrasi. Sistem ini juga diharapkan mempercepat proses pengisian jabatan dan membantu pemerintah daerah menyiapkan calon pemimpin sesuai kebutuhan organisasi.

Dalam ekspose tersebut, Kepala BKPSDMD Morowali Asep Haerudin memaparkan kesiapan daerah. Morowali saat ini memiliki 5.535 ASN, terdiri atas 3.060 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan sisanya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Pemaparan mencakup kondisi jabatan yang kosong, pemetaan potensi dan kinerja ASN, pembaruan data kepegawaian, serta rencana pelaksanaan profiling ASN bersama Kantor Regional IV BKN Makassar.

Baca juga:
Wamensos Pastikan Kebutuhan Anak Sayuti Melik Terpenuhi setelah Sambangi Heru Baskoro

Asep juga mengungkap hasil pemetaan sementara. Kandidat suksesor dalam Manajemen Talenta ASN Kabupaten Morowali yang berada pada Kotak 9 terdiri atas empat orang. Untuk Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT), terdapat Alamsyah dengan nilai total 82,96. Sementara pada jabatan administrator terdapat Albakarah Firmansyah dengan nilai 84,19, Adnan dengan nilai 83,25, dan Indo Unga dengan nilai 81,50. “Pemetaan ini menggunakan persentase dan sistem penilaian yang diterapkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), sehingga proses identifikasi kandidat dapat dilakukan secara objektif, terukur, dan berdasarkan kompetensi serta kinerja ASN,” ungkap Asep. Pemda juga mengembangkan pembinaan kompetensi melalui coaching, mentoring, dan pembelajaran berbasis pengalaman.

Morowali menjadi kabupaten/kota ketiga di Sulawesi Tengah yang melaksanakan ekspose penerapan Sistem Manajemen Talenta ASN. Kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Pelaksanaan Ekspose Pembangunan Manajemen Talenta ASN antara Pemkab Morowali dan BKN RI.

Sementara itu, di Kuningan, BKN mengalokasikan 3.000 kuota Profiling ASN atau Pro ASN. Jumlah itu menjadi alokasi terbanyak di wilayah Jawa Barat dan Banten. Kepala Kantor Regional III BKN Jawa Barat dan Banten, Wahyu, S.Kom., M.Ap., menyampaikan hal tersebut setelah memberikan materi dalam sosialisasi program Pro ASN dan kebijakan kenaikan pangkat, Kamis (22/10/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, Sekda U Kusmana, Kepala BKPSDM Kuningan Beny Prihayatno, Sekretaris BKPSDM Hartanto, serta Kabid Mutasi dan Pengembangan Karier BKPSDM Tohidin.

Program Pro ASN dirancang memberikan gambaran objektif mengenai potensi dan kompetensi pegawai. Hasil pemetaan diharapkan menjadi dasar pengembangan karier, perencanaan kebutuhan aparatur, serta penerapan manajemen kepegawaian yang lebih adil dan transparan. Program ini menjangkau 37 instansi daerah di Jawa Barat dan Banten.

Baca juga:
Serangan Houthi ke Arab Saudi Meluas, Piala Asia 2027 Terancam dan Bandara Riyadh Lumpuh

Dalam pemaparannya, Wahyu juga menekankan pentingnya memastikan hak ASN yang telah memenuhi syarat kenaikan pangkat tidak terhambat persoalan administratif atau tidak diajukannya usulan oleh atasan. Badan kepegawaian daerah (BKD) diminta aktif mengidentifikasi pegawai yang memenuhi persyaratan. Apabila terdapat usulan kenaikan pangkat yang tidak diproses oleh atasan, BKD dapat menelusuri penyebabnya dan meneruskannya kepada BKN sesuai ketentuan.

Langkah BKN di Morowali dan Kuningan menunjukkan arah yang sama: mendorong tata kelola ASN yang berbasis data dan kompetensi. Bagi Morowali, ekspose di BKN Pusat menjadi titik awal penerapan manajemen talenta yang lebih sistematis. Bagi Kuningan, alokasi 3.000 kuota Pro ASN membuka peluang bagi ribuan pegawai untuk mengikuti pemetaan kompetensi. Ke depan, BKN diharapkan terus mendampingi daerah agar sistem merit tidak berhenti di dokumen, tetapi benar-benar terwujud dalam penempatan jabatan dan pengembangan karier ASN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *