Berita  

Wamensos Pastikan Kebutuhan Anak Sayuti Melik Terpenuhi setelah Sambangi Heru Baskoro

Wamensos Pastikan Kebutuhan Anak Sayuti Melik Terpenuhi setelah Sambangi Heru Baskoro
Wamensos Pastikan Kebutuhan Anak Sayuti Melik Terpenuhi setelah Sambangi Heru Baskoro

Sorothari – 17 Juli 2026 | Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono memastikan kebutuhan anak pengetik naskah proklamasi Sayuti Melik, Heru Baskoro (84), terpenuhi. Hal ini disampaikan setelah ia menyambangi Heru dan istrinya, Treyzia Noviani (65), di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Kota Bekasi, Kamis (16/7/2026).

Heru dan istrinya telah dievakuasi dari rumah kontrakan mereka di Rawalumbu, Kota Bekasi, sejak Senin (13/7/2026). Mereka kini mendapatkan bantuan residensial, rehabilitasi medis, dan psikososial di STPL. Agus Jabo menegaskan bahwa pemerintah akan memenuhi seluruh kebutuhan dasar pasangan tersebut selama masa pemulihan.

Baca juga:
Kasus Internet Starlink Yogi Masuk Pengadilan, Komdigi Siapkan Solusi Pembinaan Reseller Resmi

“Untuk sementara Pak Heru dan Ibu tinggal di sini, akan ada bantuan medis dan psikososial. Jika butuh sesuatu, bisa bilang ke staf di sini, di sini juga ada dokter,” kata Agus Jabo saat berbincang dengan Heru dan Treyzia di teras STPL.

Wamensos juga mengecek langsung layanan yang diterima pasangan suami istri tersebut. Ia memastikan bahwa Heru dan Treyzia merasa nyaman. “Sementara di sini nyaman?” tanya Agus Jabo. “Nyaman, senang,” jawab Treyzia. “Pak Heru juga senang?” “Senang,” ucap Heru singkat.

Agus Jabo menambahkan bahwa Kemensos akan menjadi jembatan antara keluarga Heru dengan pihak terkait, termasuk Kementerian Luar Negeri, KBRI, dan Kementerian Kesehatan. Hal ini dilakukan untuk mengurus hak pensiun Heru serta perawatan matanya yang memerlukan operasi kornea.

Baca juga:
Evaluasi Demo 28 Agustus: Polda Metro Beberkan Alasan Pelibatan TNI dan Soroti Maraknya Hoaks

Dijelaskan, Heru sebelumnya tinggal di Kanada sejak 1998 hingga 2024. Ia bekerja sebagai staf senior di sebuah perusahaan minyak dan memiliki status kewarganegaraan tetap Amerika Serikat. Namun, sejak memutuskan kembali ke Indonesia pada 2024, Heru mengalami masalah penglihatan di mata kanan. Ia sempat bolak-balik Indonesia-Kanada untuk berobat, namun setelah enam bulan di Indonesia, dana pensiunnya tidak bisa dicairkan. Akibatnya, ia dan istrinya menjual seluruh aset untuk bertahan hidup.

Kemensos berkoordinasi dengan Kemenlu dan KBRI untuk mengecek apakah dana pensiun Heru masih bisa diakses. Selain itu, Kemenkes akan membantu perawatan matanya. “Kami akan berdiskusi dengan kementerian terkait, termasuk keluarga, untuk mencari jalan terbaik,” ujar Agus Jabo.

Langkah cepat Kemensos ini menjadi angin segar bagi Heru dan Treyzia. Sebelumnya, kisah hidup mereka sempat viral di media sosial. Kini, dengan pendampingan komprehensif, diharapkan kualitas hidup Heru dapat kembali pulih.

Baca juga:
Iran Ancam Balas Serangan AS di PLTN Darkhovin, Tegaskan Akan Ambil Tindakan Tepat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *