Lakers Hancurkan Warriors 127-105, Lendeborg Kritik Doncic

Lakers Hancurkan Warriors 127-105, Lendeborg Kritik Doncic
Lakers Hancurkan Warriors 127-105, Lendeborg Kritik Doncic

Sorothari – 25 Oktober 2026 | LOS ANGELES — Los Angeles Lakers memulai musim NBA 2026-2027 dengan kemenangan meyakinkan 127-105 atas Golden State Warriors di Crypto.com Arena, Rabu malam waktu setempat. Laga Lakers vs Warriors ini menjadi sorotan bukan hanya karena performa gemilang Luka Doncic, tetapi juga karena kritik pedas dari rookie Warriors, Yaxel Lendeborg, yang menyatakan kehilangan rasa hormat kepada bintang Slovenia tersebut.

Doncic, yang tampil selama tiga kuarter, mencetak 28 poin, delapan rebound, dan tujuh assist. Lakers mendominasi sejak awal, menembak 57% dari lapangan dan 39% dari luar garis tiga angka, serta unggul rebound 43-36. Kemenangan ini menjadi pembuka musim yang impresif bagi tim asuhan JJ Redick.

Baca juga:
Maximo Quiles Kunci Gelar Juara Dunia Moto3 2026 di Mandalika, Veda Ega Tampil Gemilang

Namun, perhatian media justru teralih pada Lendeborg, pemain rookie yang baru menjalani debut NBA. Dalam konferensi pers usai pertandingan, ia melontarkan kritik tajam terhadap Doncic. “Saya kehilangan semua rasa hormat,” ujar Lendeborg. “Banyak flopping, banyak mencari foul, banyak berdoa kepada wasit. Pertandingan pertama yang menarik bagi saya.”

Lendeborg mengaku sebelumnya mengagumi Doncic melalui highlight, tetapi pandangannya berubah setelah berhadapan langsung. “Saya tidak terlalu banyak menonton NBA, hanya highlight, melihat dia menghancurkan lawan. Tapi setelah berada di lapangan, melihat semua keluhan dan protes, saya kehilangan rasa hormat,” tambahnya.

Pemain berusia 24 tahun itu juga mengungkapkan bahwa ia terlibat adu mulut dengan Doncic sepanjang kuarter kedua. Ia bahkan menerima technical foul karena mengucapkan kata-kata kasar. “Saya bilang dia payah. ‘Kamu tidak bisa mencetak angka dariku.’ Saya mengatakannya sepanjang pertandingan. Saya mengucapkan beberapa kata kasar, itu sebabnya saya dapat technical,” akunya.

Meski demikian, Lendeborg menegaskan bahwa frustrasinya bukan karena keputusan foul, melainkan karena Doncic terus-menerus mengeluh. “Bukan soal foul yang diberikan, tapi dia mengeluh sepanjang pertandingan. Lalu setelah dapat foul, dia bicara seolah dia melakukan sesuatu yang hebat. Itu lemah,” tegasnya.

Baca juga:
F1 Grand Prix Singapura Terancam Kabut Asap Kebakaran Hutan Indonesia

Insiden ini memicu reaksi dari analis ESPN, Stephen A. Smith, dalam acara First Take. Smith mendukung semangat kompetitif Lendeborg, tetapi tidak setuju dengan pernyataannya bahwa Doncic payah. “Saya mendukung apa yang dikatakan Yaxel. Dia mengatakan, ‘Jika kamu hebat, berhenti mengeluh kepada wasit. Keluar dan hancurkan saya.’ Tapi saya tidak setuju jika dia bilang Luka payah. Luka adalah superstar,” ujar Smith. Ia juga menyoroti technical foul yang diterima Lendeborg, menyebut wasit seharusnya memberikan double technical.

Pelatih Warriors, Steve Kerr, juga mempertanyakan keputusan wasit. Menurutnya, insiden tersebut setidaknya layak mendapat double technical. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari NBA terkait protes tersebut.

Di sisi Lakers, absennya Collin Sexton karena cedera betis membuat JJ Redick mengandalkan Quentin Grimes dari bangku cadangan. Grimes menyumbang 10 poin dan empat assist, memberikan dampak signifikan bagi unit kedua. Sementara itu, Matisse Thybulle dan Ziaire Williams dipercaya mengisi posisi wing bersama Doncic, Austin Reaves, dan Walker Kessler.

Keputusan Redick untuk memulai Thybulle dan Williams menimbulkan spekulasi apakah ini formasi permanen atau hanya menyesuaikan dengan absennya Sexton. Grimes, yang tampil impresif, dianggap sebagai opsi menarik untuk menjadi starter karena keseimbangan serangan dan pertahanannya.

Baca juga:
Arema FC vs Adhyaksa: Singo Edan Puncaki Klasemen Usai Menang Telak 4-0

Bagi Lendeborg, ini adalah awal yang menantang di liga. Ia mencetak 12 poin, tiga rebound, dan dua assist dalam 5 dari 11 tembakan. Meski harus menerima empat foul pribadi, ia menunjukkan keberanian dan tidak gentar berhadapan dengan pemain sekaliber Doncic.

Laga Lakers vs Warriors berikutnya akan tersaji pada 30 Oktober dalam babak grup NBA Cup. Pertemuan itu diprediksi akan kembali memanas, terutama setelah pernyataan Lendeborg. Para penggemar menantikan apakah Doncic akan membalas dengan performa lebih ganas, atau apakah Lendeborg dapat membuktikan ucapannya di lapangan.

Sementara itu, Lakers akan berusaha mempertahankan momentum, sementara Warriors berupaya bangkit dari kekalahan telak. NBA Cup menjadi ajang pembuktian bagi kedua tim, dan duel Lakers vs Warriors selalu menjadi magnet tersendiri bagi penggemar basket di seluruh dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *