Sorothari – 25 Oktober 2026 | Sejumlah skandal millonarios atau bernilai miliaran kembali mencuat dan menyita perhatian publik internasional. Mulai dari penahanan finansir Ariel Vallejo di Argentina, dugaan akses rahasia Jared Kushner ke dana Arab, penyimpangan kontrak SVEN di Peru, hingga fraud pensiun di Meksiko. Berikut rangkuman lengkapnya.
Penahanan Ariel Vallejo: Jaringan Pencucian Uang Rp Triliunan
Finansir yang dekat dengan Presiden Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), Claudio ‘Chiqui’ Tapia, yakni Ariel Vallejo, resmi ditahan dalam kasus dugaan pencucian uang. Hakim Federal Lomas de Zamora, Tomás Rodríguez Ponte, memerintahkan penahanan setelah Vallejo tidak ditemukan di kediamannya. Ia menyerahkan diri ke pengadilan sebelum perintah dieksekusi. Penyidik menduga Vallejo adalah otak di balik asosiasi ilegal yang mencuci uang melalui berbagai perusahaan, termasuk Sur Finanzas dan Centro de Inversiones Concordia S.R.L.
Baca juga:Modus operandi yang diungkap mencakup penggunaan rekening pihak ketiga tanpa kemampuan ekonomi, transfer terpecah-pecah, serta pembelian properti dan kendaraan mewah secara tunai. Jaksa Cecilia Incardona dan Diego Velasco dari PROCELAC tengah mendalami aliran dana yang diduga beroperasi sejak 21 September 2020 hingga 1 Desember 2025. Selain Vallejo, penyidik juga memperluas status tersangka terhadap 21 individu lain dan 17 perusahaan. Skema ini diduga memanfaatkan akses ke dolar resmi melalui Concordia, lalu mengalirkan dana ke Sur Finanzas untuk ‘diputihkan’.
Jared Kushner dan Dana Misterius dari Timur Tengah
Di Amerika Serikat, laporan majalah Vanity Fair mengungkap bahwa Jared Kushner, menantu Presiden Donald Trump, diduga memiliki akses ke rekening bank rahasia di luar negeri. Investigasi jurnalis Matthew Cole dalam buku ‘Princes and Thieves’ menyebut Kushner dapat mengakses akun di First Dubai Bank milik yayasan amal terkait pemerintah Uni Emirat Arab, dengan aliran dana sedikitnya 750 juta dolar AS. Dana tersebut diduga berasal dari UEA dan Arab Saudi untuk membiayai operasi intelijen rahasia dan pembelian senjata.
Lebih lanjut, Kushner juga dilaporkan mengelola rekening kedua di Bank Sentral Israel. Pada musim semi 2018, Presiden UEA Mohamed bin Zayed disebut menyetor sekitar 1 miliar dolar AS ke rekening tersebut. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan mengetahui transaksi itu dan membantu pembukaan rekening ketiga untuk ‘dana cadangan pertahanan’ menghadapi ancaman Iran. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak Kushner maupun Gedung Putih terkait tuduhan ini.
Baca juga:Kontrak Millonarios SVEN di Peru dan Kasus Fraud Pensiun Meksiko
Di Peru, perusahaan keamanan SVEN kembali tersorot setelah dua petugasnya diduga terlibat pencurian sepeda motor pasien di Rumah Sakit Casimiro Ulloa, Miraflores, pada 15 Oktober 2026. Insiden ini membuka kembali catatan kontrak millonarios SVEN dengan Kementerian Kesehatan Peru. DIRIS Lima Centro memberikan kontrak langsung senilai S/2.776.411,10 kepada Grupo Empresarial SVEN S.A.C. untuk layanan 79 hari. Proses lelang diduga sarat konflik kepentingan karena pesaing seperti TECSEGUR dan Jaguar Protector Company memiliki hubungan bisnis dengan SVEN.
Sementara itu, di Meksiko, Presiden Claudia Sheinbaum mengumumkan pembatasan Modalitas 40 oleh IMSS setelah mendeteksi skema fraud pensiun. Pemerintah memperkirakan kerugian mencapai ratusan miliar peso. IMSS menerbitkan aturan baru yang membatasi kenaikan upah dasar secara sukarela, yang selama ini dimanfaatkan pekerja untuk memperbesar pensiun. Sheinbaum berjanji akan menggelar konferensi pers khusus untuk menjelaskan temuan tersebut secara rinci.
Dari Argentina hingga Meksiko, rangkaian skandal millonarios ini menunjukkan betapa besarnya tantangan penegakan hukum dan transparansi keuangan di berbagai belahan dunia. Otoritas terkait di masing-masing negara masih terus mendalami kasus dan belum menutup kemungkinan munculnya tersangka baru.
Baca juga:











