Sorothari – 25 Oktober 2026 | San Antonio Spurs mengawali musim NBA 2026-2027 dengan hasil pahit. Bermain di depan pendukung sendiri di Frost Bank Center, Spurs menyerah 104-116 dari Oklahoma City Thunder pada laga pembuka yang digelar Rabu (21/10) pagi WIB. Dalam duel Spurs vs Thunder ini, bintang utama San Antonio, Victor Wembanyama, tampil di bawah performa terbaiknya dan menjadi sorotan utama kekalahan tim tuan rumah.
Wembanyama hanya mampu mencetak 12 poin dari 13 percobaan tembakan. Tembakan masuk satu-satunya dari lapangan baru tercipta pada penghujung kuarter ketiga melalui reverse dunk setelah menerima umpan dari De’Aaron Fox. Sepuluh poin lainnya ia peroleh dari free throw. Dengan demikian, pemain berusia 22 tahun itu menutup pertandingan dengan akurasi tembakan 8 persen (1 dari 13), yang menjadi persentase terburuk sepanjang kariernya di NBA.
Baca juga:Usai pertandingan, Wembanyama mengakui bahwa ia kehilangan ritme dan kepercayaan diri. “Saya harus kembali bermain basket dengan cara yang saya nikmati,” ujarnya seperti dikutip dari ESPN. “Ada banyak tembakan yang biasanya masuk, tetapi kali ini meleset. Setelah itu, saya malah tidak berani mencoba tembakan serupa lagi. Mungkin saya terlalu banyak berpikir.”
Holmgren dan Mara Jadi Kunci Thunder
Di kubu Thunder, Chet Holmgren tampil solid dengan mencatat 14 poin, tujuh rebound, dan empat blok. Penampilan tersebut terasa istimewa karena pada game ketujuh final Wilayah Barat musim lalu melawan Spurs, Holmgren hanya mencetak empat poin dan empat rebound. Kali ini, ia dipercaya menjaga Wembanyama dan berhasil menepis salah satu tembakan bintang Spurs itu pada kuarter kedua.
Selain Holmgren, rookie Aday Mara juga memberikan kontribusi berarti. Big man yang dipilih Thunder pada urutan ke-12 draft tersebut mencatat tujuh poin, dua rebound, satu assist, dan satu blok dalam waktu bermain kurang dari 12 menit. Mara disebut-sebut sebagai solusi potensial Oklahoma City untuk mengatasi masalah Wembanyama, dan ia menunjukkan secercah bukti bahwa dirinya siap menjalani peran tersebut.
Kemenangan ini sekaligus membalas kekalahan Thunder dari Spurs di final Wilayah Barat musim lalu. Setelah harus menelan pil pahit kalah di game ketujuh, Thunder tampil ngotot sejak awal dan langsung mengambil kendali pertandingan.
Baca juga:Jalannya Pertandingan
Thunder memulai laga dengan agresif dan berhasil menguasai paruh pertama. Mereka bahkan sempat memimpin jauh 65-44 atas Spurs, yang musim lalu menjadi juara Wilayah Barat. Namun, San Antonio bangkit pada kuarter ketiga dan sempat memperkecil jarak hingga membuat pertandingan kembali kompetitif. Meski demikian, Oklahoma City mampu mengembalikan momentum dan memastikan kemenangan 116-104.
Stephon Castle menjadi salah satu pemain Spurs yang menonjol dengan lima tembakan tiga angka, menjaga asa tim tuan rumah untuk tetap bersaing. Akan tetapi, secara keseluruhan Spurs kalah dalam duel tembakan dari para guard Thunder. Analis NBA Zach Lowe sebelumnya memprediksi Thunder akan memenangi Wilayah Barat dan menjadi juara, dengan alasan para guard Oklahoma City kini kembali sehat. Kekalahan Spurs di laga pembuka ini seolah membuktikan bahwa prediksi Lowe setidaknya beralasan, terutama jika Thunder tampil dengan kekuatan penuh.
Meski demikian, masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa Spurs bukan tim yang lebih baik. Sebagaimana penilaian sejumlah pengamat, San Antonio tampil buruk pada laga pembuka, terutama karena Wembanyama mengalami malam terburuk dalam kariernya. Jika kedua tim menembak dengan persentase tiga angka yang lebih mendekati catatan musim lalu, pertandingan diprediksi akan berjalan lebih ketat.
Gambaran Persaingan Wilayah Barat
Duel Spurs vs Thunder ini juga menjadi cermin betapa kerasnya persaingan di Wilayah Barat. Kedua tim menunjukkan kualitas yang membuat mereka dijagokan sebagai penantang gelar. Bagi tim lain, seperti Los Angeles Lakers yang disebut-sebut ingin membangun kekuatan musim ini, laga tersebut menjadi pengingat bahwa jalan menuju gelar juara akan sangat terjal.
Baca juga:Thunder dan Spurs sama-sama diperkuat pemain inti sehingga pertemuan kali ini menjadi ujian awal yang sesungguhnya. Bagi Spurs, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting, terutama untuk mengembalikan kepercayaan diri Wembanyama. Sang bintang muda perlu segera menemukan ritme permainannya agar San Antonio tidak tertinggal dalam persaingan musim panjang.
Setelah laga pembuka ini, Spurs akan berusaha bangkit di pertandingan berikutnya, sementara Thunder berupaya mempertahankan momentum untuk membuktikan bahwa prediksi juara bukan sekadar wacana. NBA 2026-2027 baru saja dimulai, dan pertarungan di Wilayah Barat dipastikan akan berlangsung sengit hingga akhir musim.












