Berita  

Polda Jambi Perkuat Sinergi Lintas Instansi: Pantau Karhutla TNBS hingga Jalin Koordinasi dengan Kejati

Polda Jambi Perkuat Sinergi Lintas Instansi: Pantau Karhutla TNBS hingga Jalin Koordinasi dengan Kejati
Polda Jambi Perkuat Sinergi Lintas Instansi: Pantau Karhutla TNBS hingga Jalin Koordinasi dengan Kejati

Sorothari – 25 Oktober 2026 | Kepolisian Daerah Jambi (Polda Jambi) menunjukkan peran aktifnya dalam menjaga stabilitas keamanan dan penanganan bencana di Provinsi Jambi melalui serangkaian kegiatan yang berlangsung pada akhir pekan, Sabtu (24/10/2026) hingga Minggu (25/10/2026). Mulai dari pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS) hingga pertemuan koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, kepolisian daerah jambi menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Pada Sabtu (24/10/2026), Polda Jambi bersama tim gabungan yang terdiri dari Pemerintah Provinsi Jambi, TNI, BMKG, Basarnas, BNPB, dan BPBD melakukan pemantauan karhutla melalui jalur udara dan darat. Pemantauan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi terkini kebakaran, mendukung mobilisasi personel dan logistik, serta memperkuat koordinasi penanganan karhutla di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Muaro Jambi.

Baca juga:
ISPU Sejumlah Daerah Memburuk akibat Karhutla, Tebo Paling Berbahaya

Pemantauan udara dilakukan menggunakan helikopter TNI AD jenis MI-17V5 dengan registrasi HA-5159. Rombongan yang terdiri atas Gubernur Jambi, Karoops Polda Jambi, serta perwakilan Korem 042/Gapu, BMKG, Basarnas, BNPB, dan BPBD mengecek sejumlah lokasi terdampak kebakaran. Helikopter lepas landas dari Bandara Sultan Thaha Jambi pukul 11.11 WIB dan mendarat di lapangan Kecamatan Berbak pukul 13.53 WIB. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju titik kebakaran di kawasan TNBS melalui jalur darat dan jalur air dengan akses Sungai Rambut.

Berdasarkan hasil pemantauan, luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 186 hektare. Luasan tersebut mencakup sekitar 11 hektare kebun sawit milik masyarakat yang berbatasan dengan kawasan TNBS dan sekitar 175 hektare semak belukar di Desa Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kedua lokasi tersebut dilaporkan telah berhasil dipadamkan. Sementara itu, kebakaran di dalam kawasan hutan TNBS diperkirakan mencapai 10 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 4,5 hektare telah berhasil dipadamkan, sedangkan 5,5 hektare lainnya masih dalam penanganan melalui pemadaman dan pendinginan.

Tim gabungan terus melakukan penanganan di lokasi terdampak dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan akses menuju titik api. Pendinginan juga dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik api. Usai memantau kawasan TNBS, rombongan melanjutkan pengecekan sumber air atau water intake di Desa Gedong Karya, Kecamatan Kumpeh Ilir, dekat PT BBS, sekitar pukul 16.00 WIB. Pengecekan tersebut dilakukan untuk mendukung kebutuhan air dalam penanganan karhutla.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Widodo melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa pemantauan melalui jalur udara dan darat merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menangani karhutla di Provinsi Jambi. “Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama dan sinergi seluruh pihak, baik TNI-Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, maupun masyarakat. Pemantauan secara langsung sangat penting untuk mengetahui kondisi terkini di lapangan, menentukan langkah penanganan yang tepat, serta memastikan titik-titik yang masih terbakar dapat segera ditangani,” ujar Erlan menyampaikan pesan Kapolda Jambi.

Peningkatan Titik Api di Jambi

Di sisi lain, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Kristomei Sianturi dalam keterangannya pada Jumat (23/10/2026) menyebutkan bahwa Provinsi Riau telah terbebas dari titik api, sementara Jambi dan Sumatera Selatan mengalami peningkatan jumlah titik api meskipun tidak signifikan. Lima provinsi yang masih menjadi fokus penanganan karhutla adalah Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Kalimantan Barat. BNPB terus memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan BMKG, serta melakukan operasi modifikasi cuaca melalui penyemaian awan dengan dry ice untuk menurunkan polusi udara dan memperluas jarak pandang.

Baca juga:
Cuaca Hari Ini: BMKG Deteksi Ribuan Titik Panas, TNI AU Perbanyak Hujan Buatan di Kalimantan

Hingga saat ini, ribuan kilogram dry ice telah disebar di sejumlah wilayah rawan karhutla. “Semai dry ice dari 20 Oktober ada 3.100 kilogram yang sudah kita semai menggunakan 5 sorti, kemudian di Sumsel ada 800 kg 1 sorti, sehingga ada penurunan PM 2,5 turun, jarak pandang di Palembang dari 700 meter jadi 7.000 meter,” ucap Kristomei. Dengan intervensi tersebut, kualitas udara di beberapa wilayah terdampak dilaporkan mulai membaik.

Sinergi Polda Jambi dan Kejati Jambi

Pada hari yang sama, Sabtu (24/10/2026), Kapolda Jambi Irjen Pol. Widodo melakukan pertemuan silaturahmi dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jambi Sugeng Hariadi di ruang kerja Kajati Jambi. Pertemuan tersebut membahas situasi keamanan serta dinamika kriminalitas di Provinsi Jambi, dengan fokus pada penguatan koordinasi antara kepolisian dan kejaksaan untuk mewujudkan sistem peradilan yang efektif, efisien, dan transparan.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Widodo menegaskan bahwa stabilitas daerah dan penegakan hukum tidak dapat diwujudkan secara optimal tanpa kerja sama yang kuat di antara seluruh unsur aparat penegak hukum. “Kondusivitas wilayah dan penegakan hukum yang berkeadilan hanya bisa terwujud apabila seluruh unsur aparat penegak hukum bersinergi secara kuat dan berkelanjutan,” ujarnya. Menurutnya, kolaborasi lintas institusi diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan keamanan dan kriminalitas, sekaligus memastikan penegakan hukum berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Senada dengan hal tersebut, Kajati Jambi Sugeng Hariadi menyatakan kesiapan jajarannya untuk memperkuat koordinasi dengan Polda Jambi. “Kami di Kejaksaan berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama yang solid dengan Polda Jambi, agar penegakan hukum di daerah ini dapat berjalan profesional, transparan, dan memberikan rasa keadilan bagi masyarakat,” jelasnya. Sinergi antara kejaksaan dan kepolisian dinilai penting dalam mendukung penanganan perkara serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Jambi turut didampingi Wakapolda Jambi Brigjen Pol. K. Yani Sudarto serta sejumlah pejabat utama Polda Jambi, termasuk Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol. Jimmy Christian Samma.

Minggu Kasih di GBI MHCC Jambi

Sehari setelahnya, Minggu (25/10/2026), personel Kristen Polda Jambi melaksanakan kegiatan Minggu Kasih di Gereja Bethel Indonesia My Home Convention Centre (GBI MHCC), Palmerah, Kota Jambi. Kegiatan tersebut dihadiri Irwasda Polda Jambi Kombes Pol. Subandi, S.I.K., M.H., Dirsamapta Polda Jambi Kombes Pol. Mulia Prianto, S.Sos., S.I.K., Dirreskrimum Polda Jambi Kombes Pol. Jimmy Christian Samma, S.I.K., M.H., serta sejumlah pejabat utama dan personel Kristen Polda Jambi. Turut hadir Gembala Sidang GBI MHCC Pdt. Elby Utardy, Wakil Gembala Sidang Ir. Andi Sibarani, M.Th., Pdt. Ir. A.T. Manurung, para jemaat, dan pelayan gereja.

Baca juga:
IQAir Catat Udara Palembang dan Pekanbaru Berbahaya akibat Karhutla

Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan pujian dari personel Kristen Polda Jambi, dilanjutkan dengan penyampaian arahan dan imbauan Kapolda Jambi melalui Irwasda Polda Jambi kepada seluruh jemaat terkait pentingnya menjaga harkamtibmas serta memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat. Dalam arahannya, Irwasda Polda Jambi menyampaikan pesan Kapolda Jambi agar masyarakat senantiasa berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Kerja sama yang baik antara kepolisian dan masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif di Provinsi Jambi.

Kegiatan Minggu Kasih juga diisi dengan doa bersama yang dipimpin oleh Gembala Sidang GBI MHCC untuk seluruh jajaran Polda Jambi. Dalam doa tersebut, disampaikan harapan agar personel Polri senantiasa diberikan kesehatan, perlindungan, kekuatan, serta kelancaran oleh Tuhan Yang Maha Esa dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat. Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan Minggu Kasih merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui pendekatan yang humanis, dialogis, dan penuh kebersamaan.

“Bapak Kapolda Jambi, Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., menekankan pentingnya membangun komunikasi dan kedekatan dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk melalui kegiatan keagamaan. Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga harus hadir untuk mendengarkan, membangun kepercayaan, serta mengajak masyarakat bersama-sama memelihara kamtibmas,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji. Ia menambahkan, semangat Polri Bersama Masyarakat harus terus diwujudkan melalui kolaborasi, toleransi, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Dengan kebersamaan tersebut, diharapkan setiap potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini.

Rangkaian kegiatan yang dilakukan kepolisian daerah jambi dalam beberapa hari terakhir mencerminkan pendekatan menyeluruh, mulai dari penanganan bencana, penegakan hukum, hingga pembinaan masyarakat. Ke depan, Polda Jambi berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh instansi terkait guna memastikan Provinsi Jambi tetap aman, kondusif, dan terbebas dari ancaman karhutla maupun gangguan keamanan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *