Berita  

Astera Primanto Bhakti Dilantik sebagai Sekjen Kemenkeu, Robert Marbun Dicopot

Astera Primanto Bhakti Dilantik sebagai Sekjen Kemenkeu, Robert Marbun Dicopot
Astera Primanto Bhakti Dilantik sebagai Sekjen Kemenkeu, Robert Marbun Dicopot

Sorothari – 26 Oktober 2026 | Menteri Keuangan Suahasil Nazara resmi melantik Astera Primanto Bhakti sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Jumat, 23 Oktober 2026. Pelantikan berlangsung di Gedung Djuanda I, Kemenkeu, Jakarta Pusat, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 141/TPA Tahun 2026. Astera Primanto Bhakti menggantikan Robert Leonard Marbun yang dicopot setelah sekitar tujuh bulan menjabat.

Pergantian ini menandai berakhirnya masa jabatan Robert Marbun yang sebelumnya dilantik oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada 27 Maret 2026. Posisi Astera Primanto Bhakti sebagai Sekjen Kemenkeu sebelumnya diisi oleh Robert Leonard Marbun. Astera Primanto Bhakti, yang akrab disapa Prima, sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Perbendaharaan sejak November 2022.

Baca juga:
Sarjana Difabel Tunanetra Terpaksa Jualan Rambak karena Sulit Dapat Kerja Kantoran

Pelantikan Astera Primanto Bhakti turut diwarnai sorotan publik terkait polemik rotasi pejabat di lingkungan Kemenkeu. Sebelumnya, Monitorindonesia.com pada 18 September 2026 memberitakan dugaan rotasi pejabat tanpa melibatkan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Sumber internal Kemenkeu menuding Robert Marbun bertanggung jawab atas polemik tersebut, termasuk dugaan adanya imbalan dalam proses pergantian sejumlah pejabat. Namun, dugaan itu belum dapat diperlakukan sebagai fakta hukum tanpa bukti dan verifikasi lebih lanjut.

Polemik rotasi pejabat mencuat setelah Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengungkapkan keberatannya terhadap sejumlah nama yang dinilai tidak melalui prosedur penilaian dan manajemen talenta. Bimo menyatakan dirinya bersama Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama sempat meminta agar proses rotasi ditunda atau dibatalkan karena terdapat kandidat yang tidak mengikuti prosedur yang berlaku.

Selain Astera Primanto Bhakti, Suahasil Nazara juga melantik sejumlah pejabat tinggi madya lainnya. Tri Budhianto dilantik sebagai Direktur Jenderal Perbendaharaan menggantikan Astera Primanto Bhakti. Nufransa Wira Sakti diangkat sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, Neilmaldrin Noor sebagai Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak, dan Hidayat Amir sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional.

Dalam arahannya, Suahasil Nazara menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas bagi para pejabat yang baru dilantik. Ia berharap seluruh pimpinan madya dapat menjalankan tugas dan amanah negara dengan sebaik-baiknya sesuai dengan porsi tanggung jawab masing-masing.

Baca juga:
Jadwal Sholat Bandung Senin 26 Oktober 2026, Cek Waktu Imsak dan Subuh

Di sisi lain, Suahasil Nazara juga meminta agar pembayaran perlindungan sosial, gaji pegawai negeri sipil, dan tunjangan pensiun langsung ditransfer ke rekening penerima. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan efisiensi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta tata kelola keuangan. Permintaan tersebut disampaikan Suahasil kepada Direktur Jenderal Perbendaharaan yang baru dilantik, Tri Budhianto, yang menggantikan Astera Primanto Bhakti.

Suahasil menjelaskan bahwa kebijakan pembayaran langsung ini merupakan bagian dari strategi government to person payment dan kelanjutan transformasi menuju modern treasury operations melalui digitalisasi, penguatan proses bisnis, dan tata kelola. Ia menilai dengan pembayaran langsung, pelaksanaan APBN akan semakin efisien dan manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

Menanggapi usulan Menteri Koperasi Ferry Juliantono agar gaji PNS atau ASN dibayar melalui Koperasi Desa Merah Putih, Suahasil Nazara menegaskan bahwa pihaknya ingin Kemenkeu melakukan operasional perbendaharaan yang modern demi meningkatkan efisiensi. Ia tidak merinci lebih lanjut terkait usulan tersebut.

Astera Primanto Bhakti lahir di Jakarta pada 20 Januari 1968. Ia mengawali pendidikan tinggi dengan mengambil jurusan manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman. Sebelum menjabat sebagai Direktur Jenderal Perbendaharaan, ia telah menduduki berbagai posisi strategis di lingkungan Kemenkeu. Pelantikannya sebagai Sekjen Kemenkeu menandai babak baru dalam kariernya setelah bertahun-tahun berkarier di kementerian tersebut.

Baca juga:
Titiek Soeharto Resmikan Posyandu Lili hingga Kawal Bantuan Nelayan di Yogyakarta

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Robert Leonard Marbun terkait pencopotannya. Kemenkeu juga belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan pergantian Sekjen. Publik menantikan langkah selanjutnya dari Astera Primanto Bhakti dalam memimpin birokrasi Kemenkeu, terutama dalam menjaga integritas dan profesionalisme di tengah sorotan terhadap proses rotasi pejabat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *