Kekalahan Club América vs Pachuca Diwarnai Kontroversi Pizarro dan Álvarez

Kekalahan Club América vs Pachuca Diwarnai Kontroversi Pizarro dan Álvarez
Kekalahan Club América vs Pachuca Diwarnai Kontroversi Pizarro dan Álvarez

Sorothari – 29 Oktober 2026 | Laga Club América vs Pachuca pada Jornada 13 Liga MX Apertura 2026 berakhir dengan kejutan. Pachuca, yang tampil sebagai tim tamu di Estadio Azteca, berhasil menundukkan tuan rumah dengan skor 2-1. Kemenangan ini menjadi sorotan bukan hanya karena hasilnya, tetapi juga karena insiden kontroversial yang melibatkan Rodolfo Pizarro dan Carlos Álvarez. Pertandingan yang digelar pada akhir pekan tersebut menjadi pukulan bagi América yang sebelumnya tampil perkasa dengan mencetak lima gol ke gawang León dan Atlas.

Pachuca membuka keunggulan lebih dulu melalui gol indah Alan Bautista. Namun, América sempat menyamakan kedudukan sebelum babak pertama berakhir. Di babak kedua, tepatnya pada menit ke-70, pelatih Pachuca Benjamín Mora memutuskan untuk menarik keluar Rodolfo Pizarro. Saat meninggalkan lapangan, Pizarro secara mencolok menolak jabat tangan Mora dan bahkan melakukan gestur tidak sopan yang memicu kemarahan publik. Meski demikian, keputusan Mora terbukti jitu karena empat menit berselang, Oussama Idrissi mencetak gol kemenangan bagi Los Tuzos.

Baca juga:
Cruz Azul Kalahkan Pachuca 2-1, Salomón Rondón Masih Memimpin Top Skor

Insiden Pizarro menambah daftar masalah dalam tubuh Pachuca. Sebelumnya, hubungan antara Mora dan Pizarro memang dikabarkan kurang harmonis. Mora juga sempat bersitegang dengan Idrissi. Meskipun meraih kemenangan, posisi Mora sebagai pelatih Pachuca masih dipertanyakan. Pasalnya, tim tersebut masih tertahan di papan bawah dan peluang mereka untuk lolos ke Liguilla sangat tipis. Kemenangan atas América memang memberikan napas lega, tetapi tidak serta-merta menyelamatkan musim Pachuca yang buruk.

Selain drama Pizarro, pertandingan Club América vs Pachuca juga diwarnai kontroversi lain. Gelandang América, Carlos Álvarez, lolos dari hukuman kartu merah setelah terlibat insiden dengan bek Pachuca, Sergio Barreto. Dalam tayangan ulang VAR, Álvarez terlihat menutup mulutnya saat berbicara kepada Barreto, yang diduga kuat sebagai bentuk penghinaan. Wasit Maximiliano Quintero sempat meninjau monitor VAR untuk memeriksa potensi pelanggaran oleh kiper América, Luis Malagón, namun insiden Álvarez juga masuk dalam review. Meski demikian, wasit memutuskan tidak memberikan kartu merah kepada Álvarez.

Baca juga:
Aldila Sutjiadi Tersingkir di Babak Pertama Tokyo Open 2026, Gagal ke WTA Finals

Keputusan tersebut menuai protes dari para pemain Pachuca. Menurut laporan TUDN, wasit tidak menerapkan ‘Ley Vinicius’ karena tidak menganggap interaksi tersebut sebagai konfrontasi langsung antara pemain dari tim berbeda. ‘Ley Vinicius’ sendiri merupakan aturan yang memberi wewenang kepada wasit untuk mengeluarkan kartu merah jika terjadi tindakan rasisme atau penghinaan. Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari otoritas Liga MX terkait insiden tersebut.

Di sisi lain, Pachuca memiliki kabar baik di kancah internasional. Penyerang wanita mereka, Charlyn Corral, memenangkan Women’s Gerd Müller Trophy pada ajang Ballon d’Or 2026 di London. Corral menjadi pemain Meksiko pertama, baik pria maupun wanita, yang meraih penghargaan individu di acara bergengsi tersebut. Ia mencetak 57 gol sepanjang tahun 2025, termasuk 50 gol untuk Pachuca dan tujuh gol untuk timnas wanita Meksiko. Corral juga mencatatkan rekor 22 gol di musim reguler Apertura 2025 Liga MX Femenil.

Baca juga:
Nashville SC Juara Supporters’ Shield, Klasemen CF Montréal vs Nashville SC Berakhir Kontras

Prestasi Corral menjadi sorotan positif di tengah kabar buruk yang menyelimuti Pachuca. Sementara itu, América harus segera berbenah menjelang laga berikutnya. Kekalahan dari Pachuca membuat posisi mereka di papan atas terancam. Pelatih América, yang tidak disebutkan namanya dalam laporan ini, diyakini akan melakukan evaluasi menyeluruh. Laga Club América vs Pachuca akan selalu dikenang sebagai pertandingan penuh drama, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *