Berita  

Topan Champi Hantam Taiwan: 1 Tewas, 163 Terluka, dan Kerugian Pertanian Capai NT$270 Juta

Topan Champi Hantam Taiwan: 1 Tewas, 163 Terluka, dan Kerugian Pertanian Capai NT$270 Juta
Topan Champi Hantam Taiwan: 1 Tewas, 163 Terluka, dan Kerugian Pertanian Capai NT$270 Juta

Sorothari – 29 Oktober 2026 | Topan Champi yang menerjang Taiwan pada Jumat, 23 Oktober 2026, meninggalkan dampak besar di sektor pertanian dan menimbulkan korban jiwa. Menurut Kementerian Pertanian Taiwan, taiwan typhoon champi menyebabkan kerugian pertanian mencapai NT$269,9 juta (sekitar US$8,5 juta), dengan Kabupaten Yunlin sebagai wilayah paling parah.

Data yang dihimpun hingga pukul 11.00 waktu setempat pada Selasa, 27 Oktober 2026, menunjukkan kerugian tanaman mencapai NT$247,91 juta dan kerusakan fasilitas pribadi senilai NT$21,9 juta. Kabupaten Yunlin menanggung kerugian terbesar, yakni NT$143,27 juta atau 53 persen dari total. Disusul Taichung dengan NT$42,13 juta, Kabupaten Miaoli NT$25,46 juta, New Taipei NT$16,29 juta, dan Kabupaten Hualien NT$11,13 juta.

Baca juga:
Dinamika Terkini di Demak: Dari Wacana Sekolah Swasta Gratis, Tantangan Pertanian, hingga Kelanjutan Tol

Bawang putih menjadi komoditas yang paling terpukul dengan estimasi kerugian NT$63,59 juta. Badai merusak 451 hektare lahan bawang putih, setara dengan kegagalan panen total di 151 hektare. Kacang tanah menyusul dengan kerugian NT$19,56 juta pada 678 hektare lahan rusak. Kerugian signifikan lainnya tercatat pada pir (NT$12,36 juta), bawang bombai (NT$11,65 juta), dan jeruk ponkan (NT$11,53 juta). Secara keseluruhan, badai memengaruhi 4.804 hektare lahan pertanian dengan tingkat kerusakan rata-rata 21 persen, setara dengan kegagalan panen total pada 1.031 hektare.

Sebelumnya, Topan Champi sempat mencapai status super typhoon dengan kecepatan angin berkelanjutan puncak 298 km/jam (185 mph), setara badai Kategori 5. Saat mendekati Taiwan, badai melemah namun masih menghasilkan hembusan angin sekitar 191 km/jam (119 mph) di dekat pusatnya, menurut Administrasi Cuaca Pusat (CWA) Taiwan. Pusat badai berada sekitar 170 km di timur Taiwan, dengan radius angin mencapai 320 km yang cukup untuk menutupi sebagian besar pulau.

Akibatnya, Taiwan nyaris lumpuh. Sekolah, kantor pemerintah, dan pasar keuangan tutup di hampir seluruh wilayah. Sebanyak 979 penerbangan domestik dan internasional dibatalkan, sementara Bandara Taoyuan mencatat setidaknya 261 penerbangan batal sepanjang hari. Otoritas mengevakuasi 2.639 warga dari daerah pegunungan. Satu orang dilaporkan tewas setelah tersapu ombak, dan 163 lainnya luka-luka. Angka cedera ini direvisi turun dari laporan sebelumnya yang menyebut 171 orang.

Baca juga:
Kelangkaan BBM di Bali Meluas, Harga Pangan Terancam hingga Calo Online Ditangkap

Perusahaan listrik negara Taipower melaporkan gangguan pasokan listrik yang memengaruhi lebih dari 77.000 rumah, meski sebagian besar sudah pulih. Di sektor industri, Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) menyatakan operasionalnya tetap normal dan tidak ada gangguan signifikan. Sementara itu, sekitar 8.400 rumah tangga di Prefektur Okinawa, Jepang selatan, mengalami pemadaman listrik saat badai mendekat.

Peringatan cuaca ekstrem sempat dikeluarkan. Warga di pesisir menerima pesan peringatan melalui ponsel tentang hembusan angin yang melebihi 150 km/jam dan diminta segera mencari tempat berlindung. Wilayah pegunungan utara, termasuk sekitar Taipei, diperkirakan menerima curah hujan hingga hampir satu meter, memicu kekhawatiran banjir. Forecaster CWA, Liu Pei-teng, mengatakan kepada Reuters bahwa pendaratan langsung masih mungkin terjadi jika Champi “berhenti, berputar, atau bergoyang dari sisi ke sisi” saat mendekati Taiwan.

Setelah melewati Taiwan, Topan Champi bergerak ke utara menuju pantai China dan selanjutnya ke Jepang selatan. Meski intensitasnya melemah, angin dan gelombang laut di pesisir masih kuat. Wali Kota Taipei Chiang Wan-an turun langsung membantu membersihkan pohon tumbang pada pagi hari, dan mengatakan upaya pemulihan akan dilakukan secara maksimal. Pihak bandara menyatakan operasi penerbangan akan kembali normal secara bertahap untuk melancarkan arus penumpang.

Baca juga:
BGN Bingung Manfaatkan Ribuan Motor Listrik Hasil Pengadaan Era Dadan Hindayana

Hingga saat ini, otoritas setempat terus memantau perkembangan cuaca dan dampak lanjutan dari taiwan typhoon champi. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi angin kencang dan gelombang tinggi di wilayah pesisir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *