Sorothari – 19 Juli 2026 | Gubernur Jambi Al Haris menyatakan bahwa penyelenggaraan acara nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 memberikan dampak positif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerahnya. Dalam pembukaan Jambi Night Culinary (JNC) di halaman kantor LPP RRI Jambi, Minggu (19/7/2026), Al Haris mengungkapkan bahwa perputaran uang dari kegiatan tersebut mencapai Rp200 juta per malam.
“Sambutan warga dan pelaku UMKM sangat antusias, buktinya stan semua penuh,” kata Al Haris. Ia menambahkan bahwa para pedagang mampu menjual lebih banyak dagangan dan bahkan menghabiskan stok dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan hari biasa. Gubernur memberikan apresiasi kepada RRI, TVRI, dan ANTARA yang berkolaborasi mengadakan nobar dengan melibatkan UMKM.
Baca juga:Direktur Program dan Produksi LPP RRI, Mistam, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi LPP TVRI, LPP RRI, dan LKBN ANTARA. “Kegiatan ini menjadi tempat bertemunya UMKM dengan masyarakat, bertemunya pemangku kepentingan pemerintah daerah, gubernur, dengan masyarakatnya. Kita dari Jakarta yang datang ke sini sangat senang sekali, ternyata sangat guyup sekali,” ujar Mistam.
Ketua Jambi Night Culinary, Dimas Wijaya, menyampaikan bahwa sebanyak 125 pelaku UMKM berpartisipasi dalam acara yang digelar pada 16 hingga 19 Juli 2026. Para pedagang menawarkan beragam kuliner, mulai dari makanan khas Nusantara hingga aneka jajanan kekinian. “Kalau dihitung perputaran uang dalam satu malam bisa mencapai Rp200 juta,” katanya.
Baca juga:Di tingkat nasional, TNI Angkatan Darat (AD) juga memfasilitasi program nobar Piala Dunia 2026 di lebih dari 25 ribu titik. Kepala Staf TNI AD, Jenderal Maruli Simanjuntak, mengungkapkan bahwa hingga 16 Juli 2026, jumlah penonton mencapai 1.133.184 orang. Menurutnya, kegiatan ini menghadirkan manfaat sosial dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya UMKM. Berdasarkan kajian Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, penyelenggaraan Piala Dunia 2026 diperkirakan menghasilkan perputaran ekonomi nasional lebih dari Rp5,03 triliun.
Sementara itu, Gubernur Al Haris juga menekankan pentingnya kalender kegiatan pariwisata terpadu untuk mendongkrak kunjungan wisata. Dalam pembukaan Pekan Budaya Jambi Elok Nian 2026 di Kota Jambi, Jumat (17/7/2026), ia mengatakan bahwa kepastian jadwal akan memudahkan promosi dan meningkatkan kunjungan wisatawan. “Tahun depan kita harus sudah memiliki kalender kegiatan pariwisata yang jelas sehingga promosi bisa dilakukan lebih awal,” ujarnya.
Baca juga:Acara nobar Piala Dunia 2026 di Jambi menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah daerah, media, dan pelaku usaha dapat menggerakkan roda perekonomian rakyat. Dengan melibatkan UMKM, kegiatan ini tidak hanya menghibur masyarakat tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Ke depan, diharapkan model kolaborasi serupa dapat terus dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan UMKM di berbagai daerah.













