Chou Tien Chen: Dari Kanker Usus Besar hingga Kembali ke Final Indonesia Open 2025

Sorothari – 06 November 2026 | Pebulu tangkis tunggal putra Taiwan, Chou Tien Chen, kembali mencuri perhatian publik Tanah Air setelah memastikan diri melaju ke babak final Indonesia Open 2025. Prestasi ini terasa istimewa karena ia terakhir kali mencapai partai puncak turnamen bergengsi tersebut pada 2019 silam. Bagi Chou Tien Chen, perjalanan kembali ke final bukanlah hal yang mudah, terutama setelah ia berjuang melawan kanker kolorektal atau kanker usus besar stadium satu yang didiagnosis setahun sebelumnya.

Pada laga semifinal yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (7/6/2025) malam, Chou Tien Chen berhasil menumbangkan tunggal putra peringkat satu dunia asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn, melalui pertarungan sengit dua gim langsung dengan skor 21-16 dan 23-21. Kemenangan ini disambut gegap gempita oleh para penonton yang memadati arena. Dukungan luar biasa tersebut tak lepas dari status Chou sebagai salah satu dari tiga ‘Istora Boy’, sebutan bagi pemain yang begitu dicintai penggemar bulu tangkis Indonesia.

Baca juga:
Jadwal Real Madrid Padat, Mourinho Rotasi Besar-besaran Usai Menang Dramatis atas AEK Athens

Usai pertandingan, Chou mengungkapkan rasa senangnya bisa kembali merasakan atmosfer final Indonesia Open. “Entahlah apa yang terjadi. Saya hanya bermain dengan para penggemar dan mencoba bermain dengan penonton. Jadi saya ingin penonton tergila-gila dengan saya,” ujar Chou seperti dikutip dari keterangan pers BWF. Ia menambahkan bahwa dirinya sangat menghargai setiap dukungan yang diberikan dan bertekad memberikan penampilan terbaik di lapangan. “Saya bisa mencoba yang terbaik di lapangan sehingga saya bisa menyerang demi menyerang. Jadi saya sangat menghargai setiap penggemar di sini dan Tuhan memberkati kalian. Dan saya sangat senang bisa berada di sini, final lagi,” tambahnya.

Bagi Chou, ini merupakan final ketiga sepanjang kariernya di ajang BWF World Tour Super 1000. Terakhir kali ia berlaga di partai puncak turnamen elite dunia adalah pada All England 2020, yang berarti sudah lima tahun berlalu. Kemenangan atas Kunlavut pun terasa kian bermakna karena mengingatkannya pada momen serupa di Indonesia Open 2019, saat ia keluar sebagai juara setelah mengalahkan wakil Denmark, Anders Antonsen, melalui tiga gim dramatis 21-18, 24-26, dan 21-15.

“Ya saya juga ingat, itu pertama kalinya dan sejauh ini satu-satunya pertandingan di mana saya memenangkan 1000 gelar,” kenang Chou. “Jadi saya ingin berada di sini lagi. Namun, menang atau kalah, saya hanya mencoba untuk menikmati permainan di lapangan. Saya akan berusaha (menjuarainya lagi),” tegas pemilik 10 gelar BWF World Tour ini.

Baca juga:
Persib Buru Tiket 16 Besar ACL Two di Markas Melbourne Victory

Kisah perjuangan Chou Tien Chen sesungguhnya telah menjadi inspirasi bagi banyak orang. Pada awal 2024, ia mengungkapkan bahwa dirinya didiagnosis menderita kanker kolorektal stadium satu. Kabar tersebut pertama kali mencuat setelah media lokal Taiwan memberitakan keberhasilannya meraih gelar juara di Thailand Masters 2024, sekaligus kebangkitannya sebagai penyintas kanker. Saat itu, Chou menang atas wakil Singapura, Loh Kean Yew, di babak final dengan skor 21-16, 6-21, dan 21-16.

Chou menceritakan bahwa setelah didiagnosis, ia langsung menjalani operasi pengangkatan sebagian usus besar untuk mencegah penyebaran penyakit. Hanya sehari setelah operasi, ia sudah berusaha kembali berkompetisi di berbagai turnamen dunia. Kondisi tersebut tentu memengaruhi kebugaran fisiknya, tetapi ia juga mengakui bahwa tekanan mental turut berdampak pada performanya. Chou mengaku terkejut karena tidak pernah menyangka akan terserang kanker.

Akibatnya, performa Chou pada tahun lalu sempat menurun drastis. Ia kerap gugur di babak-babak awal turnamen yang diikutinya, sehingga peringkat dunianya merosot dari posisi 5 ke peringkat 14. Meski demikian, di tengah cobaan berat itu, ia masih mampu menorehkan prestasi dengan menjuarai Hylo Open 2023, menjadi finalis Swiss Open 2023, dan mencapai babak semifinal Kumamoto Masters 2023. “Saya ingin memberi tahu orang-orang, bahwa pasti ada jalan keluar, tak peduli seberapa sulit mereka dihadapkan pada sebuah masalah,” ucap Chou, berbagi pesan motivasi.

Baca juga:
Futsal Indonesia Vs Cape Verde Berakhir Pahit, Jadi Bahan Evaluasi Menuju 10 Besar Dunia

Kembalinya Chou Tien Chen ke final Indonesia Open 2025 menjadi bukti nyata bahwa semangat juang dan kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil. Dukungan penuh dari penggemar di Istora Senayan pun seolah menjadi energi tambahan bagi pebulu tangkis berusia 35 tahun tersebut. Kini, seluruh mata akan tertuju padanya di partai puncak, menantikan apakah ia mampu mengulang sejarah manis seperti pada 2019 silam. Terlepas dari hasil akhir, kisah Chou telah menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama mereka yang tengah berjuang melawan penyakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *