Botafogo: Dari Piala Dunia Antarklub hingga Kontroversi Assessor Arbitrase

Botafogo: Dari Piala Dunia Antarklub hingga Kontroversi Assessor Arbitrase
Botafogo: Dari Piala Dunia Antarklub hingga Kontroversi Assessor Arbitrase

Sorothari – 06 November 2026 | Botafogo, klub legendaris asal Rio de Janeiro, Brasil, tengah menjadi sorotan dalam beberapa waktu terakhir. Mulai dari penampilan perdananya di Piala Dunia Antarklub 2025 hingga kontroversi penunjukan eks wasit Marcelo de Lima Henrique sebagai assessor arbitrase, klub berjuluk O Glorioso ini terus menarik perhatian publik sepak bola.

Pada ajang Piala Dunia Antarklub 2025 yang digelar di Amerika Serikat, Botafogo mewakili CONMEBOL setelah menjuarai Copa Libertadores 2024. Ini merupakan penampilan perdana mereka dalam format baru turnamen yang mempertemukan 32 tim elite dunia. Tim asuhan pelatih Tite ini tergabung di Grup B bersama PSG dari Prancis, Atletico Madrid dari Spanyol, dan Seattle Sounders FC dari Amerika Serikat.

Baca juga:
FIFA Usul Jual Saham Piala Dunia kepada Investor Swasta, Kecaman Mengalir dari UEFA

Perjalanan Botafogo ke Piala Dunia Antarklub tidaklah mudah. Mereka harus melalui final dramatis Copa Libertadores 2024 melawan Atletico Mineiro. Meski bermain dengan 10 pemain hampir sepanjang pertandingan, Botafogo berhasil menang 3-1 dan meraih gelar kontinental pertama sepanjang sejarah klub yang telah berusia lebih dari satu abad.

Di laga perdana Grup B, Botafogo berhasil mengalahkan Seattle Sounders dengan skor 2-1. Sementara itu, PSG tampil perkasa dengan menghancurkan Atletico Madrid 4-0. Pertemuan antara PSG dan Botafogo pun menjadi laga krusial yang digelar di Rose Bowl, Pasadena, Amerika Serikat, pada Jumat, 20 Juni 2025 pukul 08.00 WIB. Laga ini disiarkan secara langsung melalui layanan live streaming DAZN.

Sejarah panjang Botafogo turut menjadi latar belakang kebangkitan klub ini. Klub yang lahir dari penyatuan Club de Regatas Botafogo (1894) dan Botafogo Football Club (1904) pada 1942 ini memiliki identitas kuat dengan bintang tunggal di lambangnya. Markas mereka di kawasan Botafogo, Rio de Janeiro, yang terhimpit antara Patung Kristus Penebus dan Teluk Guanabara, menjadi saksi bisu pasang surut prestasi klub.

Baca juga:
Donald Trump Pastikan Hadiri Final Piala Dunia 2026 dan Serahkan Trofi Juara

Masa keemasan Botafogo terjadi pada dekade 1950-an dan 1960-an ketika klub ini menjadi tulang punggung Timnas Brasil bersama Santos. Nama-nama besar seperti Garrincha dan Mario Zagallo menjadikan Botafogo ikon sepak bola samba pada era tersebut. Setelah sekian dekade mengalami pasang surut, O Glorioso akhirnya kembali ke panggung dunia melalui Piala Dunia Antarklub 2025.

Namun, di tengah euforia penampilan di ajang internasional, Botafogo justru membuat langkah kontroversial di level domestik. Klub yang kini dikelola oleh SAF di bawah kepemimpinan presiden João Paulo Magalhães ini resmi merekrut eks wasit CBF, Marcelo de Lima Henrique, sebagai assessor arbitrase. Penunjukan ini menuai pro dan kontra di kalangan torcedor (pendukung) karena rekam jejak De Lima Henrique yang pernah memimpin final Taça Guanabara 2008 antara Botafogo dan Flamengo, yang dikenal dengan sebutan Jogo do Chororô. Dalam laga itu, ia memberikan penalti kontroversial kepada Flamengo.

Meski begitu, De Lima Henrique telah menjalani debutnya sebagai assessor arbitrase saat Botafogo mengalahkan Atlético Mineiro 1-0 di Stadion Nilton Santos pada pekan ke-34 Campeonato Brasileiro, Rabu (4/11/2026). Kemenangan itu membawa Botafogo naik ke peringkat 11 klasemen dengan 42 poin, menjauh dari zona degradasi. Gol kemenangan dicetak oleh Edenílson, yang mengaku sempat diliputi rasa tegang.

Baca juga:
Turnamen Padel Antar-Kantor hingga Sepak Bola Pemuda Meriahkan Akhir Pekan

Dalam perannya, De Lima Henrique bertugas mewakili kepentingan klub dalam pertemuan arbitrase di CBF, memberikan pemahaman kepada pemain dan staf pelatih tentang peraturan permainan, serta menganalisis profil wasit yang akan memimpin pertandingan. Klub berharap kehadiran eks wasit profesional dengan pengalaman 32 tahun ini dapat membantu tim lebih siap menghadapi berbagai keputusan wasit.

Setelah jeda FIFA, Botafogo dijadwalkan kembali bermain melawan Corinthians di Neo Química Arena, São Paulo, pada 18 November 2026. Laga ini akan menjadi ujian berikutnya bagi skuad asuhan Tite untuk terus merangkak naik di klasemen dan menjauh dari ancaman degradasi. Sementara itu, di Piala Dunia Antarklub, Botafogo masih memiliki peluang untuk lolos ke babak berikutnya jika mampu memberikan perlawanan sengit terhadap PSG dan Atletico Madrid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *