Sorothari – 05 November 2026 | Fenomena hujan meteor Taurid akan menghiasi langit malam November 2026. Dua kelompok hujan meteor ini, yakni Taurid Selatan (Southern Taurids) dan Taurid Utara (Northern Taurids), diperkirakan mencapai puncak aktivitas dalam rentang waktu berdekatan. Menurut laporan yang mengutip kalender astronomi NASA dan American Meteor Society (AMS), Taurid Selatan mencapai puncak pada malam 4 November hingga dini hari 5 November 2026, sedangkan Taurid Utara diperkirakan memuncak pada 11–12 November 2026. Kabar baiknya, fenomena astronomi ini dapat disaksikan dari Indonesia tanpa memerlukan peralatan khusus seperti teleskop atau binokuler.
Hujan meteor Taurid dikenal memiliki karakteristik unik dibandingkan hujan meteor lainnya. Jumlah meteor yang dihasilkan relatif sedikit, sekitar 5–10 meteor per jam dalam kondisi pengamatan ideal untuk Taurid Selatan. Namun, daya tarik utamanya adalah kemungkinan munculnya fireball atau bola api, yaitu meteor yang sangat terang dengan jejak cahaya lebih panjang dibandingkan meteor biasa. Selain itu, meteor Taurid bergerak relatif lambat sehingga memberikan kesempatan bagi pengamat untuk menikmati lintasannya di langit malam.
Baca juga:Asal Usul dan Proses Terjadinya
Hujan meteor Taurid berasal dari serpihan debu dan material sisa Komet Encke atau 2P/Encke. Ketika Bumi melintasi jalur material kosmik yang ditinggalkan komet tersebut, partikel-partikel kecil memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi. Gesekan dengan gas di atmosfer menimbulkan pemanasan, eksitasi, dan ionisasi yang menghasilkan cahaya terang, sehingga tampak seperti bintang jatuh. Sebagian besar partikel berukuran sangat kecil, bahkan hanya sebesar butiran pasir, sehingga habis terbakar di atmosfer sebelum mencapai permukaan Bumi.
Nama Taurid diambil dari konstelasi Taurus yang menjadi titik radian, yaitu titik di langit tempat meteor-meteor ini tampak berasal. Pada waktu puncak, konstelasi Taurus berada pada posisi cukup tinggi di langit setelah tengah malam, sehingga waktu terbaik untuk menyaksikan hujan meteor ini adalah setelah lewat tengah malam hingga menjelang fajar.
Waktu dan Cara Mengamati
Untuk menyaksikan hujan meteor Taurid, masyarakat tidak memerlukan peralatan khusus. Pengamat hanya perlu mencari lokasi dengan langit gelap, minim polusi cahaya, dan pandangan terbuka ke arah langit. Kondisi cuaca yang cerah juga menjadi faktor penting. Setelah tiba di lokasi pengamatan, beri waktu sekitar 15–20 menit bagi mata untuk beradaptasi dengan kegelapan agar dapat melihat meteor dengan lebih jelas.
Baca juga:Meskipun intensitasnya relatif rendah, kesempatan mengamati Taurid tidak terbatas pada malam puncak saja. Taurid Utara masih aktif hingga Desember, sehingga pengamat memiliki fleksibilitas waktu untuk mencoba peruntungan melihat fireball. Perlu diingat bahwa angka intensitas meteor merupakan perkiraan dalam kondisi ideal; jumlah meteor yang terlihat secara langsung dapat lebih sedikit karena dipengaruhi posisi titik radian, cuaca, dan polusi cahaya.
Fenomena Hujan Meteor Lainnya
Selain Taurid, bulan November 2026 juga diwarnai oleh fenomena hujan meteor lain. Sebelumnya, hujan meteor Orionid yang berasal dari serpihan Komet Halley (1P/Halley) mencapai puncak pada 21–22 Oktober 2026. Orionid dikenal karena kecepatan meteor yang tinggi, sekitar 66 kilometer per detik, dan berpotensi menghasilkan 10–20 meteor per jam dalam kondisi ideal. Hujan meteor ini aktif sejak 2 Oktober hingga 7 November 2026.
Sebagai perbandingan, hujan meteor Geminid yang terjadi pada Desember 2025 lalu menjadi salah satu yang paling spektakuler dengan perkiraan 120–150 meteor per jam pada puncaknya. Geminid tampak berasal dari konstelasi Gemini dan dapat diamati di seluruh dunia karena periode maksimumnya berlangsung hampir 24 jam. Namun, untuk tahun 2026, pengamat di Indonesia dapat menantikan Taurid sebagai suguhan utama di awal November.
Baca juga:Bagi masyarakat yang tertarik menyaksikan hujan meteor, disarankan untuk memantau informasi cuaca dan mencari lokasi pengamatan yang strategis. Fenomena ini menjadi salah satu daya tarik astronomi yang dapat dinikmati oleh siapa saja tanpa perlu keahlian khusus. Jangan lewatkan kesempatan untuk melihat keindahan langit malam dan mungkin menyaksikan kilatan fireball yang langka.












