Sorothari – 04 November 2026 | Delapan anak buah kapal (ABK) KM Sinar SGP yang tenggelam di perairan Keakwa, Distrik Mimika Barat, Kabupaten Mimika, Papua, berhasil diselamatkan Tim SAR gabungan Timika pada Kamis (28/3/2019). Seluruh korban ditemukan dalam keadaan selamat dan telah dievakuasi ke Timika. Insiden ini bermula ketika kapal pencari ikan tersebut mengalami kebocoran pada lambung saat melaut pada Rabu (27/3) petang.
Kasubsi Operasi Kantor SAR Timika, Syahril, menyatakan bahwa para awak ditemukan tengah bertahan hidup dengan menggunakan peralatan pelampung stereoform. “Semua korban bisa kami temukan dalam keadaan selamat. Mereka semua sudah berada di Timika. Tidak ada yang cedera, hanya terlihat lemas mengingat mereka sudah semalaman terombang-ambing di laut,” ujar Syahril di Timika, Kamis.
Baca juga:Kedelapan ABK yang selamat tersebut adalah Melki Massu, Amaludin, Abi, Galir, Natanael, Beni, Melnan, dan Nelson. Mereka dievakuasi dari perairan Keakwa ke Kantor Kepolisian Sektor Perairan Mimika di kawasan Pelabuhan Paumako, Kamis (28/3).
Kronologi Kejadian dan Upaya Pencarian
KM Sinar SGP dilaporkan mengalami kebocoran pada lambung kapal saat tengah mencari ikan di perairan sekitar Kampung Keakwa pada Rabu (27/3) petang. Pemilik kapal, Ny Siti Butar Butar, melaporkan kejadian itu ke Kantor SAR Timika pada Rabu malam. Berdasarkan laporan tersebut, Kantor SAR Timika mengerahkan KN 217 dan tiga perahu karet untuk melakukan pencarian. Posisi terakhir kapal berada pada koordinat 04 46 873 – 136 27 28, sekitar dua mil dari Kampung Keakwa.
Namun upaya pencarian pada Rabu malam tidak membuahkan hasil karena tim SAR menghadapi rintangan berat berupa kabut tebal dengan jarak pandang terbatas disertai hujan lebat. “Lantaran kondisi cuaca tidak memungkinkan, kami memutuskan kembali. Sementara personel SAR yang menggunakan tiga perahu karet menyisir lewat pinggiran kali,” jelas Syahril.
Baca juga:Pada Kamis pagi, tim SAR Timika yang beranggotakan 22 orang ditambah empat personel Kepolisian Perairan Mimika menggunakan KN 217 kembali berupaya menuju lokasi musibah. “Tadi pagi kami baru bisa tembus, itupun kondisi cuaca di laut sangat ekstrem dengan tinggi gelombang 2-3 meter disertai hujan lebat. Cuaca ekstrem itu membuat peralatan randor kapal patah dihantam ombak sehingga kami memutuskan untuk menurunkan perahu karet untuk menyisir dari laut. Namun pada saat bersamaan ada informasi dari tim yang menggunakan perahu fiber mesin rangkap 2×40 PK bahwa mereka sudah menemukan dan menyelamatkan para korban,” jelas Syahril.
Peringatan Cuaca Ekstrem
Syahril menambahkan bahwa kondisi gelombang di perairan Arafura dengan tinggi sekitar 2-3 meter cukup berbahaya untuk pelayaran kapal-kapal berukuran kecil seperti perahu motor penumpang maupun kapal pencari ikan. “Memang sudah ada peringatan sebelumnya dari BMKG bahwa cuaca di laut cukup ekstrem sehingga semua yang hendak berlayar diminta untuk berhati-hati. Namun adakalanya peringatan yang disampaikan itu enggan diindahkan oleh pemilik atau operator kapal,” ujarnya.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi para pelaut dan pemilik kapal untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut. Tim SAR gabungan berhasil menyelamatkan seluruh awak KM Sinar SGP berkat kerja sama dan koordinasi yang cepat meskipun dihadapkan pada cuaca yang tidak bersahabat.
Baca juga:











