Berita  

Kisah Pilot Darat Antar Mahasiswa UI Terobos Barikade Polisi

Kisah Pilot Darat Antar Mahasiswa UI Terobos Barikade Polisi
Kisah Pilot Darat Antar Mahasiswa UI Terobos Barikade Polisi

Sorothari – 03 November 2026 | Barikade aparat kepolisian yang menghadang laju rombongan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, menjadi momen tak terlupakan bagi Marsudi. Pria yang akrab disapa Pilot Darat ini merupakan satu dari puluhan sopir angkot yang mengantar mahasiswa berdemonstrasi pada Selasa (27/10/2026). Perjalanan tersebut bukan sekadar carteran berbayar Rp 400 ribu, melainkan pengalaman yang membekas karena ia harus menerobos barikade polisi agar para mahasiswa bisa menyuarakan aspirasinya.

Marsudi menuturkan, tawaran mengantar rombongan mahasiswa itu datang melalui pesan WhatsApp dari seorang teman pada malam sebelum aksi. “Malam sebelum hari keberangkatan aksi, saya di-WA, ditanya mau ikut narik rombongan mahasiswa enggak?” ujarnya saat ditemui di sebuah warung kopi dekat Stasiun Tanjung Barat, Jakarta, Kamis (29/10/2026). Dari pesan itu, ia mengetahui para sopir diminta berkumpul pukul 09.00 WIB di Lapangan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI, Depok.

Baca juga:
Fortaleza Bersiap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Wanita di Tengah Geliat Kota

Awalnya Marsudi ragu menerima tawaran tersebut. Ia mempertimbangkan untung dan rugi mengambil carteran dengan bayaran Rp 400 ribu itu. Namun, ada keyakinan lain yang akhirnya membuatnya bersedia: niat baik mahasiswa yang memperjuangkan nasib rakyat dan menyuarakan kondisi negara. “Saya tanya lagi bayarannya berapa, teman saya bilang Rp 400 ribu,” jelasnya. Meski begitu, ia memutuskan ikut karena ingin mendukung perjuangan para mahasiswa.

Perjalanan dari Depok menuju Bundaran HI tidak berjalan mulus. Rombongan angkot yang membawa mahasiswa UI sempat diadang polisi di beberapa titik. Menurut Marsudi, aparat berusaha menghalau laju kendaraan dengan barikade. Namun, para sopir yang sudah berkomitmen mengantar mahasiswa berupaya mencari celah agar bisa terus melaju. Aksi saling bertahan antara aparat dan rombongan pun tak terhindarkan. Marsudi mengaku sempat tegang, tetapi tekad untuk mengantar mahasiswa sampai tujuan membuatnya terus maju.

Baca juga:
Super Typhoon Champi Tewaskan Satu Warga Taiwan, 527 Luka dan 288.000 Rumah Padam

Kejadian itu menjadi pengalaman berharga bagi Marsudi. Ia mengaku bangga bisa menjadi bagian dari perjuangan mahasiswa, meski hanya berperan sebagai pengantar. “Saya hanya sopir angkot, tapi saya ingin membantu mereka yang ingin menyuarakan aspirasi,” tuturnya. Baginya, mahasiswa UI yang mengikuti aksi tersebut memiliki tujuan mulia untuk kepentingan rakyat banyak.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait insiden barikade yang diterobos rombongan mahasiswa UI. Namun, peristiwa ini menjadi sorotan publik karena menunjukkan dinamika aksi demonstrasi yang kerap diwarnai ketegangan antara aparat dan peserta. Marsudi sendiri kini kembali menjalani aktivitasnya sebagai sopir angkot, sambil sesekali mengenang perjalanan tak biasa itu sebagai bagian dari sejarah kecil perjuangan mahasiswa.

Baca juga:
The Social Reckoning: Meta Dihukum Rp15,7 Triliun, Skandal Nassar hingga Kritik Film Sorkin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *