Sorothari – 03 November 2026 | Nama Ty Jerome menjadi perbincangan hangat di pentas NBA 2026/2027. Point guard Memphis Grizzlies itu tampil luar biasa dan menjadi motor utama di balik lima kemenangan beruntun timnya pada awal musim reguler. Padahal, sebelum musim ini bergulir, Jerome bukanlah nama yang paling disorot. Kini, ia dipercaya mengisi posisi point guard utama setelah Ja Morant ditukar ke Portland Trail Blazers pada jeda musim 2026.
Kepercayaan yang diberikan Grizzlies dibayar tuntas oleh pemain berusia 29 tahun tersebut. Dalam lima laga awal, Ty Jerome mencatat rata-rata 25,8 poin, 3,2 rebound, 5,6 assist, dan 1 steal. Statistik itu menempatkannya sebagai pemain dengan kontribusi tertinggi di skuad Grizzlies saat ini. Performa impresifnya pun langsung menarik perhatian penggemar dan pengamat basket.
Baca juga:Perjalanan Ty Jerome menuju titik ini bukanlah jalan yang mulus. Ia memulai karier NBA sebagai pilihan ke-24 dalam Draft NBA 2019. Saat itu, ia baru saja mengantar Virginia Cavaliers menjuarai NCAA dengan catatan 13,6 poin, 4,2 rebound, 5,5 assist, dan 1,5 steal per pertandingan. Namun, persaingan ketat membuat namanya tidak masuk jajaran atas. Jerome dipilih oleh Philadelphia 76ers, lalu dialihkan ke Boston Celtics, sebelum akhirnya ditukar ke Phoenix Suns.
Bersama Suns pada musim rookie 2019/2020, Jerome tampil dalam 33 pertandingan sebagai pemain pengganti dengan rata-rata 3,3 poin, 1,5 rebound, dan 1,4 assist. Setelah semusim, ia pindah ke Oklahoma City Thunder melalui skema pertukaran dan bertahan selama dua musim (2020–2022). Di sana, kontribusinya meningkat dengan rata-rata 8,6 poin, 2,1 rebound, dan 2,8 assist.
Jerome kemudian bergabung dengan Golden State Warriors pada 2022/2023. Namun, ia kesulitan berkembang dan hanya mencatat 6,9 poin, 1,7 rebound, serta 3 assist per game. Pada jeda musim 2023, ia hengkang ke Cleveland Cavaliers. Nasib nahas sempat menimpanya: baru dua game di NBA 2023/2024, Jerome harus menepi hingga akhir musim karena cedera ankle.
Baca juga:Meski demikian, Jerome mampu bangkit pada NBA 2024/2025. Sebagai pemain rotasi andalan Cavaliers, ia mencatat rata-rata 12,5 poin, 2,5 rebound, 3,4 assist, dan 1,1 steal. Statistik tersebut membawanya finis di urutan ketiga dalam voting Sixth Man of the Year, hanya kalah dari Malik Beasley dan Payton Pritchard yang keluar sebagai pemenang.
Pada jeda musim 2025, Ty Jerome bergabung dengan Memphis Grizzlies. Sayang, kiprahnya kembali terhambat cedera betis. Ia hanya melakoni 15 pertandingan di NBA 2025/2026, tetapi tetap menunjukkan performa menjanjikan dengan rata-rata 19,7 poin, 2,8 rebound, 5,7 assist, dan 1,1 steal. Setelah pulih, Jerome dipercaya mengambil peran point guard utama menggantikan Ja Morant.
Di NBA 2026/2027, Ty Jerome langsung membuktikan kapasitasnya. Pada laga pembuka melawan Utah Jazz, ia mencetak 45 poin, 6 rebound, 5 assist, dan 5 tripoin dalam kemenangan Grizzlies. Performa itu berlanjut ketika ia menorehkan 28 poin saat melawan Golden State Warriors, lalu 31 poin dengan 14 dari 14 tembakan bebas saat menghadapi Sacramento Kings. Konsistensinya menjadi kunci bagi Grizzlies yang menyapu bersih lima pertandingan awal.
Baca juga:Namun, di balik gemilangnya performa, Ty Jerome sempat mengalami kendala fisik. Ia masuk daftar cedera karena masalah punggung dan absen pada pertandingan Sabtu melawan Sacramento Kings. Meski demikian, laporan terbaru menyebutkan bahwa Jerome sudah kembali tersedia dan siap tampil pada laga Senin melawan New Orleans Pelicans. Kembalinya Jerome membuat Cam Spencer, yang sebelumnya menjadi starter pengganti, harus kembali ke bangku cadangan. Spencer sendiri tampil impresif dengan 13 assist saat menggantikan Jerome.
Dengan performa yang terus menanjak, Ty Jerome berpeluang besar meraih penghargaan individu seperti Most Improved Player atau bahkan menembus tim All-Star. Ia juga diharapkan dapat membawa Memphis Grizzlies melaju jauh di NBA 2026/2027. Jika mampu menjaga konsistensi dan terhindar dari cedera, Jerome bisa menjadi salah satu kisah sukses paling inspiratif di musim ini.












