Raffi Ahmad Dilanda Cancel Culture, Musisi hingga Keluarga Angkat Bicara

Raffi Ahmad Dilanda Cancel Culture, Musisi hingga Keluarga Angkat Bicara
Raffi Ahmad Dilanda Cancel Culture, Musisi hingga Keluarga Angkat Bicara

Sorothari – 03 November 2026 | Nama Raffi Ahmad kembali menjadi sorotan publik setelah seruan boikot dan cancel culture yang menyeret namanya dalam sejumlah acara musik di tanah air. Suami Nagita Slavina ini dihujat netizen buntut kehadirannya dalam Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Kamis (29/10/2026), yang menuai kritik. Imbasnya, sejumlah musisi membatalkan penampilan mereka di acara yang melibatkan Raffi Ahmad, seperti RANS Carnival di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan GSI Youth Fest di Manahan, Solo.

RANS Carnival yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 di area parkir Stadion Maguwoharjo, Sleman, kehilangan sejumlah penampil. Tipe-X, Guyon Waton, Masdddho, dan OM Wawes mengumumkan pengunduran diri dengan alasan beragam, mulai dari pertimbangan keamanan hingga kenyamanan masyarakat. Seruan boikot menguat setelah kehadiran Raffi Ahmad dalam Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI menuai kritik. Polda Metro Jaya pun menyampaikan permintaan maaf dan menjelaskan bahwa Raffi hadir sebagai tamu undangan penyelenggara.

Baca juga:
Meet Bora Chung, Penulis Korsel yang Ubah Kekejaman Masyarakat Jadi Cerita Horor Aneh

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sekaligus pengamat media, Fajar Junaedi, menilai fenomena tersebut dapat dikaji melalui konsep cancel culture atau budaya pembatalan. Menurutnya, tekanan opini publik dapat memengaruhi cara individu maupun kelompok menyampaikan pendapat, memberikan dukungan, hingga menentukan keterlibatan dalam suatu kegiatan. Fajar merujuk penelitian Pippa Norris berjudul “Cancel Culture: Myth or Reality?” yang diterbitkan dalam jurnal Political Studies edisi 2023. Penelitian tersebut membahas hubungan antara kesesuaian nilai individu dengan budaya dominan kelompok dan persepsi mengenai pembungkaman pendapat.

Fajar juga mengaitkan fenomena tersebut dengan teori spiral of silence yang diperkenalkan Elisabeth Noelle-Neumann. Teori ini menjelaskan kecenderungan seseorang menahan pendapat ketika merasa pandangannya berbeda dari opini yang dianggap dominan. “Ketika seseorang merasa pendapatnya berbeda dari suara mayoritas, muncul kecenderungan untuk diam karena khawatir menghadapi tekanan sosial. Akibatnya, suara mayoritas semakin terlihat dominan, sementara kelompok yang berbeda semakin sulit menyampaikan pandangannya,” jelas Fajar.

Di tengah sorotan publik yang besar terhadap Raffi Ahmad, penyanyi Rayen Pono menyampaikan pesan terbuka melalui akun Instagram pribadinya. Rayen meminta suami Nagita Slavina tersebut untuk mempertimbangkan kembali keterlibatannya dalam dunia politik. Selain itu, ia menyarankan agar Raffi kembali berfokus sepenuhnya pada karier di industri hiburan. “Fi, gue tau dan percaya lo orang baik. Kita semua tahu betapa besar pengaruh dan kontribusi lo di dunia hiburan. Karena sejatinya, DNA lo adalah entertainer, seorang seniman tulen,” tulis Rayen dalam surat terbukanya.

Baca juga:
Irish Bella Umumkan Hamil Anak Ketiga, Buah Cinta Bersama Haldy Sabri

Rayen mengungkapkan keyakinannya terhadap karakter baik Raffi Ahmad. Namun, ia juga mengingatkan adanya risiko besar ketika seorang figur publik dengan popularitas tinggi terlibat dalam kepentingan politik. Oleh karena itu, ia menilai langkah ini perlu dipikirkan secara matang. “Gue gak pernah melihat ada yang salah ketika seorang seniman memilih terjun ke politik. Tapi setiap orang punya posisi dan kerawanan yang berbeda,” tulis Rayen.

Dukungan keluarga datang untuk Raffi Ahmad di tengah seruan boikot yang belakangan ramai menyeret namanya. Sepupunya, Teh Ia, menyampaikan pesan berisi nasihat dan dukungan melalui unggahan Instagram. Raffi membagikan unggahan kolaborasi bersama Teh Ia melalui akun @raffinagita1717 pada Senin (2/11/2026). Dalam pesannya, Teh Ia mengingatkan Raffi agar beristirahat sejenak dan bersabar menghadapi situasi yang sedang terjadi. Ia juga menyampaikan bahwa setiap orang pernah melakukan kesalahan atau keliru mengambil keputusan. Menurutnya, hidup merupakan proses belajar, termasuk ketika niat baik tidak berakhir sesuai harapan.

“Ga apa apa istirahat aja dulu sejenak, tarik nafas aja dulu sejenak .. Hidup adalah perjalanan belajar tanpa akhir. Kadang kita melukai, kadang kita terluka. Kadang kita di sanjung kadang kita di rendahkan Kadang kita di pandang kadang kita di hina Semua orang pernah salah langkah Semua orang pernah salah sangka,” tulis Teh Ia dalam unggahannya.

Baca juga:
Penyanyi Senior Hong Kong Law Kar Ying Ungkap Biaya Medis Fantastis di Usia 80 Tahun

Sementara itu, aksi tarik diri deretan musisi dari panggung festival musik di tanah air belum mereda. Terbaru, musisi pop Jawa asal Bantul, Helarius Daru Indrajaya alias Ndarboy Genk, secara resmi mundur dari ajang GSI Youth Fest – Hero Summit 2026. Acara tersebut bakal dihelat di GOR Indoor Manahan, Solo pada Minggu (8/11/2026). Keputusan pelantun lagu Mendung Tanpo Udan ini diambil setelah acara tersebut menuai banjir kritik netizen lantaran sempat memasukkan nama Raffi Ahmad dalam daftar tamu undangan. Meski pihak panitia pada akhirnya mencoret kehadiran sang selebritas demi meredam gejolak massa, Ndarboy Genk tetap pada keputusan untuk tetap membatalkan penampilan.

Kabar mundurnya pelantun lagu-lagu patah hati itu dikonfirmasi langsung oleh Mabes Balker, manajemen yang menaungi Ndarboy Genk. Melalui rilis resminya, pihak manajemen menyampaikan bahwa komitmen awal kerja sama sudah disepakati jauh hari sebelum dinamika publik memanas dan tanpa mengetahui daftar lengkap penampil lainnya. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Raffi Ahmad terkait seruan boikot dan cancel culture yang menyeret namanya. Namun, sejumlah pihak terus memantau perkembangan situasi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *