Laba Bangun Kosambi Sukses Naik 39 Persen, PIK2 Jadi Penopang Utama

Laba Bangun Kosambi Sukses Naik 39 Persen, PIK2 Jadi Penopang Utama
Laba Bangun Kosambi Sukses Naik 39 Persen, PIK2 Jadi Penopang Utama

Sorothari – 03 November 2026 | PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada sembilan bulan pertama 2026. Emiten pengembang kawasan Central Business District (CBD) Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) ini membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,82 triliun, naik 39 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan serah terima kaveling tanah komersial di kawasan CBD PIK2 yang melesat 67 persen secara tahunan.

Pendapatan perseroan juga turut meningkat menjadi Rp2,56 triliun atau tumbuh 11 persen dibandingkan Januari hingga September 2025. Segmen penjualan dan serah terima kaveling tanah komersial menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 80 persen terhadap total pendapatan. Peran strategis segmen ini mencerminkan posisi Bangun Kosambi Sukses sebagai pengembang kawasan bisnis terpadu yang fokus pada produk komersial.

Baca juga:
Rupiah Tertekan, Kurs USD/IDR Tembus Rp18.000 dan Bergerak di Kisaran Rp18.053

Selain kaveling tanah, perseroan mencatatkan penyelesaian serah terima berbagai produk komersial lain, seperti SOHO Manhattan, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, Rukan Asia Afrika, dan Rukan Little Siam. Keberhasilan serah terima tersebut memperkuat ekosistem kawasan PIK2 sebagai pusat bisnis dan komersial yang berkelanjutan.

Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, mengapresiasi capaian kinerja perseroan di tengah dinamika industri properti yang belum sepenuhnya pulih. “Pencapaian CBDK sampai dengan September 2026 mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menjaga pertumbuhan kinerja di tengah dinamika industri yang masih belum sepenuhnya pulih,” ujar Steven dalam keterangannya, Minggu (1/11/2026).

Dari sisi fundamental, Bangun Kosambi Sukses memiliki total aset sebesar Rp22,4 triliun per 30 September 2026. Total ekuitas tercatat naik 12 persen menjadi Rp13,7 triliun dibandingkan akhir tahun lalu, sementara posisi kas bersih (net cash) mencapai Rp3,4 triliun. Struktur permodalan yang solid ini menjadi fondasi bagi perseroan untuk melanjutkan ekspansi.

Baca juga:
Dividen Jadi Sorotan: Five Star Bancorp, Pfizer, Modison, Oberoi Realty, dan LTM Umumkan Pembayaran

Perseroan juga memiliki land bank strategis seluas 691 hektare yang menjadi ruang pengembangan berbagai proyek bernilai tambah di kawasan CBD PIK2. Selain itu, beroperasinya Nusantara International Convention Exhibition (NICE) serta pembangunan Hotel Hilton PIK2 turut memperkuat ekosistem kawasan. Hotel bintang lima setinggi 20 lantai dengan 271 kamar tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada semester kedua 2027 dan diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan kegiatan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions).

Steven menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya perseroan mengoptimalkan potensi kawasan PIK2 sekaligus memperluas peluang usaha melalui pengembangan kawasan pesisir yang terintegrasi. Lokasi strategis PIK2 yang dekat dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta karakteristik kawasan pesisir membuka peluang pengembangan destinasi bisnis, pariwisata, dan gaya hidup modern.

Di sisi lain, saham Bangun Kosambi Sukses (CBDK) turut mencatatkan penguatan pada perdagangan sesi I Senin, 2 November 2026. Saham CBDK naik 2,1 persen ke level Rp2.960 per saham, menempati posisi kedua dalam daftar saham properti yang menguat setelah PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) yang naik 2,5 persen ke Rp4.050 per saham. Sementara itu, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) juga menguat 1,6 persen ke Rp492 per saham.

Baca juga:
Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS Usai Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo

Kinerja positif Bangun Kosambi Sukses ini menunjukkan ketahanan emiten properti di tengah tantangan industri. Dengan land bank yang luas, ekosistem kawasan yang terus berkembang, serta fundamental keuangan yang kuat, perseroan optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan jangka panjang. Pengembangan Hotel Hilton PIK2 dan optimalisasi NICE diharapkan menjadi katalis baru bagi kinerja perseroan ke depan, seiring dengan meningkatnya aktivitas komersial dan kebutuhan ruang bisnis di kawasan PIK2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *