Berita  

Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis, 27 Siswa SMPN 3 Wates Yogyakarta Dilarikan ke Puskesmas

Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis, 27 Siswa SMPN 3 Wates Yogyakarta Dilarikan ke Puskesmas
Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis, 27 Siswa SMPN 3 Wates Yogyakarta Dilarikan ke Puskesmas

Sorothari – 22 Juli 2026 | Diduga keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG), 27 siswa SMPN 3 Wates, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, dilarikan ke Puskesmas Wates pada Selasa (21/7/2026) setelah mengalami gejala mual, muntah, diare, dan demam. Mereka merupakan bagian dari total 150 siswa yang melaporkan keluhan serupa usai menyantap menu MBG yang disediakan oleh pihak sekolah.

Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, Susilaningsih, membenarkan adanya dugaan keracunan massal tersebut. Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada pasien yang mengalami kondisi serius dan sebagian besar telah diizinkan pulang setelah mendapatkan perawatan. “Betul, 150 siswa yang ada gejala dan sudah berobat ke puskesmas, namun tidak ada yang serius,” ujarnya melalui pesan singkat. Ia menambahkan bahwa gejala yang paling banyak dilaporkan adalah diare, disusul muntah-muntah.

Baca juga:
Kepala Dapur MBG di Blora Hilang Usai Pamit Salat, 19 Siswa Keracunan Susu

Kepala UPT Puskesmas Wates, Salamah Sri Nurhayati, menjelaskan bahwa dari total yang berobat, 27 anak diperiksa lebih lanjut di puskesmas. “Ada 27 anak SMP tersebut diperiksa di puskesmas karena diare dan sebagian muntah. Setelah diberi obat boleh pulang, sementara Dinkes masih melanjutkan investigasi,” kata Salamah.

Peristiwa ini terjadi saat SMPN 3 Wates tengah menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Dalam kegiatan pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah siswa yang sudah mengeluhkan gangguan pencernaan. Para siswa yang mengalami gejala langsung dibawa menggunakan ambulans ke Puskesmas Wates untuk mendapatkan penanganan medis. Dari 27 siswa yang dirujuk, 16 di antaranya laki-laki dan 11 perempuan.

Baca juga:
Pemuda Diamankan Usai Diduga Imingi Murid SD Rp100 Ribu ke Toilet, Rangkaian Kasus Pelajar dan Guru Mengemuka

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Kesehatan Kulon Progo masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan. Sampel makanan yang dikonsumsi siswa telah diambil untuk diuji di laboratorium. Belum ada pernyataan resmi mengenai dugaan sumber keracunan, namun dugaan sementara mengarah pada salah satu komponen menu MBG yang mungkin terkontaminasi atau tidak higienis.

Insiden ini menambah daftar kasus dugaan keracunan MBG di Indonesia. Sehari sebelumnya, Senin (20/7/2026), sebanyak 19 siswa SDN Sendangrejo, Blora, Jawa Tengah, juga mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi menu MBG yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogowanti. Dalam kasus tersebut, pihak SPPG mengakui adanya susu basi yang ikut terdistribusi. Kepala SPPG Bogowanti, Putri Novitasari, menyatakan bahwa susu UHT yang digunakan baru tiba pada malam hari sebelumnya dan tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa. Dinkesda Blora pun telah memeriksa dapur SPPG dan mengambil sampel makanan untuk diuji.

Baca juga:
Aisyah Zakiyyah Bantah Isu Keponakan Menteri PU Dody Hanggodo, Menteri Tantang Buktikan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan gizi anak sekolah. Namun, serangkaian kejadian keracunan ini memicu kekhawatiran akan kualitas dan keamanan pangan yang disediakan. Dinas Kesehatan setempat terus berkoordinasi dengan pihak sekolah dan penyedia makanan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda makanan tidak layak konsumsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *